Ketika Kriminalitas di Priok Tak Seperti yang Dibayangkan Sang Menteri

Chandra Iswinarno, Erick Tanjung

Kamis, 23 Januari 2020 | 17:55 WIB
Ketika Kriminalitas di Priok Tak Seperti yang Dibayangkan Sang Menteri
Warga Tanjung Priok melakukan aksi di depan gedung Kementerian Hukum dan HAM, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/01). [Suara.com/Alfian Winanto]

Senada dengan data tersebut, data BPS terkait indeks Kerawanan keamanan dan ketertiban wilayah DKI Jakarta 2019, juga ikut membalikan asumsi Yasonna Laoly yang membandingkan kriminalitas di Tanjung Priok dan Menteng. Dari data tersebut terungkap bahwa tingkat kriminalitas di Kelurahan Tanjung Priok pada 2019 lebih rendah dibanding Menteng.

Tingkat kriminalitas di Tanjung Priok sepanjang 2019 berada di angka 12,83 persen, presentase tersebut berbanding terbalik dengan wilayah Menteng dengan angka 15,58 persen. 

"Mengutip data BPS, berarti Priok lebih aman dibanding Menteng. Mau kita pungkiri data BPS?” ucapnya.

Semakin kondusifnya Tanjung Priok dari sisi kriminalitas, menurut Sahroni, menciptakan geliat pertumbuhan ekonomi yang signifikan pula. Pelaku usaha kata Sahroni semakin berani berinvestasi.

Salah satu sektor yang mewakili geliat perekonomian tersebut menurutnya adalah di sektor properti. Kecamatan Tanjung Priok saat ini memiliki tujuh komplek apartemen dan 18 kawasan elite, hanya kalah dari Kecamatan Kelapa Gading yang memiliki 10 kompleks apartemen dan 45 kawasan elite, Kecamatan Penjaringan memiliki 17 komplek Apartemen dan 61 kawasan elite.

“Logikanya sederhana saja, orang tidak akan mau berinvetasi kalau tidak aman,” ujarnya.

Pun tak kalah penting, kata Sahroni, Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan tersibuk di Indonesia dan menjadi barometer Perekonomian Indonesia. Lebih dari 30 persen komoditi Non-Migas Indonesia serta 50 persen dari seluruh arus barang yang keluar/masuk Indonesia melewati pelabuhan ini dengan aman tanpa harus takut ancaman kriminal seperti di masa lalu.

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Kondisi tersebut, dikatakan Sahroni, tidak lepas dari semakin menurunnya angka kejahatan di Jakarta Utara secara umum. Merunut data BPS, ‘Jakarta Utara dalam Angka 2019’, disebutkan angka kemiskinan di wilayah kota Jakarta Utara selama lima tahun terakhir turun 0,65 persen.

“Yang saya mau katakan lewat data-data ini adalah bahwa (Tanjung) Priok sedang berbenah dan wajahnya tidak lagi seperti yang pernah dilihat Pak Yasonna di masa lalu sehingga mind set beliau soal Priok bisa berubah oleh fakta dan data terbaru,” kata Sahroni.

baca juga

Sebelumnya, Yasonna mengatakan soal sumber kemiskinan berasal dari tindakan kriminalitas dan itu yang penyebabkan kejahatan lebih banyak di daerah miskin. 

Yasonna mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok. Ia meyakini, jika anak terlahir di kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.

“Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah miskin. Slums area. Bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok di situ ada kriminal yang lahir dari kemiskinan,” kata Yasonna.

Menteri Yasonna Minta Maaf

Menkum HAM Yasonna Laoly akhirnya meminta maaf kepada warga Tanjung Priok pada Rabu (22/1/2020). Ia meminta maaf karena sudah menyinggung perasaan warga yang menyatakan Tanjung Priok sebagai daerah rawan kriminal akibat miskin.

Permintaan maaf itu disampaikan Yasonna secara terbuka melalui konferensi pers yang digelar di Gedung Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

"Maka saya menyampaikan permohonan maaf, akan tetapi saya sekali lagi sampaikan, saya sedikit pun tidak mempunyai maksud seperti itu," katanya.

Dalam kesempatan itu, Yasonna menjelaskan pernyataannya berdasar pada pengetahuan ilmiah sehingga bisa dipertanggungjawabkan juga secara ilmiah.

"Sebenarnya apa yang saya sampaikan itu kan penjelasan ilmiah, seharusnya ditanggapi secara ilmiah bukan secara politik. Karena dipelintir-pelintir ada beda informasi yang disampaikan ke publik sehingga adanya perbedaan pendapat," ucapnya.

Lebih lanjut, dia justru menduga pernyataannya sudah dipersepsikan berbeda oleh media massa sehingga menimbulkan kemarahan dari warga Tanjung Priok.

"Bahwa kemudian ternyata, berkembang penafsiran berbeda di media massa dan publik luas sehingga sudara-saudara saya merasa tersinggung," katanya.

Untuk diketahui, kemarahan warga Tanjung Priok ini bermula dari pernyataan Yasonna saat berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis (16/1/2020) lalu, Yasonna mengatakan kriminalitas muncul akibat dari kemiskinan.

Untuk menjelaskan itu, dia mencontohkan anak yang lahir dari Tanjung Priok akan lebih kriminil ketimbang anak Menteng.

"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," kata Yasonna di Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis pekan lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Yasonna dan Selubung Skenario Pelarian Harun Masiku

Menteri Yasonna dan Selubung Skenario Pelarian Harun Masiku

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 16:53 WIB

Minta Maaf, Crazy Rich Tanjung Priok: Masalah Yasonna Sudah Selesai

Minta Maaf, Crazy Rich Tanjung Priok: Masalah Yasonna Sudah Selesai

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 14:05 WIB

Janji Sowan ke Tokoh Tanjung Priok Usai Minta Maaf, Yasonna: Cari Waktu Pas

Janji Sowan ke Tokoh Tanjung Priok Usai Minta Maaf, Yasonna: Cari Waktu Pas

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 20:06 WIB

Meski Minta Maaf, Yasonna Curiga Ucapannya Dipelintir soal Tanjung Priok

Meski Minta Maaf, Yasonna Curiga Ucapannya Dipelintir soal Tanjung Priok

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 19:47 WIB

Menyinggung Warga Tanjung Priok, Kemenkumham Yasonna Minta Maaf

Menyinggung Warga Tanjung Priok, Kemenkumham Yasonna Minta Maaf

Video | Rabu, 22 Januari 2020 | 19:11 WIB

Terkini

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

×