Ketika Kriminalitas di Priok Tak Seperti yang Dibayangkan Sang Menteri

Chandra Iswinarno, Erick Tanjung

Kamis, 23 Januari 2020 | 17:55 WIB
Ketika Kriminalitas di Priok Tak Seperti yang Dibayangkan Sang Menteri
Warga Tanjung Priok melakukan aksi di depan gedung Kementerian Hukum dan HAM, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/01). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pernyataan kontroversial Menkum HAM Yasonna Laoly yang membandingkan kriminalitas di Tanjung Priok dengan Menteng menimbulkan protes keras hingga memancing aksi warga di Kantor Kemenkumham. Meski telah menyampaikan permintaan maaf, Yasonna tetap menilai ada pihak yang mempersepsikan ucapannya.

POLEMIK PERNYATAAN MENKUM HAM YASONNA LAOLY kembali menjadi buah bibir usai menyebut kawasan Tanjung Priok sebagai slum area atau daerah kumuh tempat tumbuh suburnya kriminalitas. Ia berpandangan daerah yang dikenal sebagai kawasan pelabuhan itu rawan kriminalitas akibat tingkat kemiskinan.

Pernyataan Yasonna itu menuai kecaman dari berbagai kalangan. Bahkan sekelompok warga dari Tanjung Priok menggelar aksi demonstrasi di kantor Kementerian Hukum dan HAM, menuntut Menteri dari PDI Perjuangan itu meminta maaf.

Anggapan Yasonna mengenai warga yang tinggal di daerah kumuh dengan tingkat kemiskinan berbanding terbalik dengan kenyataannya. Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun, bahkan menilai Yasonna minim referensi. Ubeidillah, justru mengemukakan kejahatan besar banyak dari orang-orang yang tumbuh besar dari kawasan elite.

“Yasona Laoly keliru besar, kurang baca sepertinya. Ia lupa bahwa kejahatan tingkat tinggi justru sering tumbuh di daerah elit,” kata Ubedillah kepada Suara.com, Kamis (23/1/2020).

Dari sudut pandang sosiologis, menurut Ubedillah, masyarakat yang hidup di daerah kumuh dan miskin tidak otomatis atau tidak berbanding lurus dengan tingkat kriminalitas. Hal itu perlu penelitian yang mendalam.

“Sebab tidak sedikit anak-anak yang tumbuh di daerah kumuh dan miskin justru kemudian menjadi anak berprestasi, kemudian menjadi tokoh penting sebuah negara. Tidak ada sedikit pun data absolut yang memastikan korelasi kemiskinan dan kejahatan,” katanya.

Data BPS Bertolak Belakang

Menguatkan pernyataan Ubeidillah, Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni menyebut pernyataan Menteri Yasonna tentang orang yang tumbuh di daerah kumuh dan miskin dekat dengan kriminalitas adalah anggapan yang salah.

baca juga

Sahroni yang sejak kecil tinggal di kawasan Priok itu tersinggung. Menurutnya pernyataan yang disampaikan Yasonna merupakan data lama dan tidak akurat.

“Pak Menteri mungkin sudah lama tidak berkunjung ke Priok sehingga kurang bisa membandingkan wajah Priok di masa lalu dengan masa kini,” kata Sahroni di Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Sahroni mengemukakan, sinergi antar elemen masyarakat secara nyata telah mampu menekan angka kejahatan di Tanjung Priok secara khusus, maupun Jakarta Utara secara umum. 

Pernyataan Sahroni tersebut mengacu pada data kriminalitas yang dihimpun Polres Metro Jakarta Utara selama beberapa tahun terakhir. Hasilnya, terjadi konsistensi penurunan angka kriminalitas di beberapa tahun terakhir.

Data terbaru, Polres Metro Jakarta Utara menangani 1.695 kasus tindak pidana di sepanjang 2019, menurun tujuh persen dibanding tahun 2018 sebanyak 1.735 kasus.

“Sebagai Menkumham seharusnya Pak Yasonna memegang data identitas pelaku kriminal di lingkungan kerjanya (lapas dan rutan). Kalau beliau sedikit jeli maka akan ditemukan menurunnya pelaku kriminal yang berasal dari Priok di rutan dan lapas beliau, sejalan dengan penanganan kejahatan di kepolisian yang menurun,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Yasonna dan Selubung Skenario Pelarian Harun Masiku

Menteri Yasonna dan Selubung Skenario Pelarian Harun Masiku

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 16:53 WIB

Minta Maaf, Crazy Rich Tanjung Priok: Masalah Yasonna Sudah Selesai

Minta Maaf, Crazy Rich Tanjung Priok: Masalah Yasonna Sudah Selesai

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 14:05 WIB

Janji Sowan ke Tokoh Tanjung Priok Usai Minta Maaf, Yasonna: Cari Waktu Pas

Janji Sowan ke Tokoh Tanjung Priok Usai Minta Maaf, Yasonna: Cari Waktu Pas

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 20:06 WIB

Meski Minta Maaf, Yasonna Curiga Ucapannya Dipelintir soal Tanjung Priok

Meski Minta Maaf, Yasonna Curiga Ucapannya Dipelintir soal Tanjung Priok

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 19:47 WIB

Menyinggung Warga Tanjung Priok, Kemenkumham Yasonna Minta Maaf

Menyinggung Warga Tanjung Priok, Kemenkumham Yasonna Minta Maaf

Video | Rabu, 22 Januari 2020 | 19:11 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×