Mensos : Banyak Kota Kurang Aktif Perbaharui Data Penduduk Prasejahtera

Fabiola Febrinastri

Minggu, 26 Januari 2020 | 14:44 WIB
Mensos : Banyak Kota Kurang Aktif Perbaharui Data Penduduk Prasejahtera
Mensos, Juliari Batubara. (Dok : Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara menengarai, sekitar 100 kabupaten/kota kurang aktif dalam memperbaharui data penduduk prasejahtera. Rendahnya kinerja daerah tertentu dalam updating data memengaruhi upaya pemerintah mendorong upaya percepatan pengurangan kemiskinan. 

“Mohon kerja samanya, khususnya kabupaten kota agar lebih rajin mengirimkan  feedback kepada kami (Kemensos). Kami punya data, hampir 100 daerah kabupaten/kota belum rajin melakukan  updating ," katanya, di Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Ia menyatakan, masalah data masyarakat prasejahtera sudah  menjadi perhatian pertamanya sejak awal menjabat sebagai menteri. Berdasarkan penelaahan yang dilakukannya terhadap Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola Kementerian Sosial, didapat fakta bahwa target penyaluran bansos Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2019 belum tercapai.

“Karena pernah kejadian, saat saya review dengan Pak Dirjen, target KPM kita sebesar 15,6 juta (KPM penerima BPNT). Ternyata pada saat sudah memasuki November 2019, yang terkirim itu baru 13,9 juta,” kata Mensos.

Ini disebabkan masalah updating data dari daerah yang belum maksimal diterima oleh Kemensos.

Juliari menjelaskan, pembaruan data sangat diperlukan sebab kondisi di lapangan sangat dinamis. Perubahan data bisa terjadi setiap saat dengan berbagai sebab di antaranya KPM meninggal dunia, pindah domisili,  atau KPM mengalami graduasi (mampu secara ekonomi) dan sebaliknya ada masyarakat yang jatuh miskin karena sebab tertentu.  

Bila dinamika ini tidak segera diperbaiki melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial - Next Generation (SIKS-NG) yang dilakukan dinsos di daerah, maka pelaporan data secara berjenjang ke pusat juga akan terpengaruh.  

Untuk itu Mensos minta Sekda dan Dinas Sosial segera berkoordinasi dan mengecek kembali data-data ketika kembali ke daerah asal masing-masing. 

"Kalau ada keluhan bantuan tidak tepat sasaran,ini akar masalahnya. Jadi kami minta kepada kepala dinas daerah, untuk memastikan akurasi datanya. Itu yang harus dicek temen-temen di daerah dibantu teman-teman Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (Korteks),” katanya.  

Peran daerah sangat penting dalam proses verifikasi dan validasi (verivali) data. Mengacu pada UU No. 13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, proses verivali data penduduk miskin pada data terpadu dilakukan dari tingkat desa, kecamatan, naik ke kabupaten/kota dan dilaporkan ke gubernur. 

Mensos berwenang pada menetapkan data penduduk miskin sebanyak dua kali dalam satu tahun. Dengan demikian, seberapa kuat integritas data sebagai dasar penyelenggaraan jaminan sosial untuk fakir miskin, peran pemerintah daerah sangat signifikan. 

Masalah akurasi data penduduk prasejahtera kembali dirasakan penting sejalan dengan dimulainya transformasi BPNT menjadi Program Sembako, mulai awal tahun 2020. 

Menurut Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung, program ini untuk mewujudkan penguatan perlindungan sosial dan meningkatkan efektivitas program bantuan sosial pangan kepada KPM. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RUU Penanggulangan Bencana Diharapkan Tingkatkan Koordinasi dan Sinergi

RUU Penanggulangan Bencana Diharapkan Tingkatkan Koordinasi dan Sinergi

News | Minggu, 26 Januari 2020 | 09:45 WIB

Mensos Harap Balai Penelitian Kemensos Mampu Jawab Permasalahan Masyarakat

Mensos Harap Balai Penelitian Kemensos Mampu Jawab Permasalahan Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 24 Januari 2020 | 08:38 WIB

Mensos : Program Sembako Diharapkan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Mensos : Program Sembako Diharapkan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Bisnis | Jum'at, 24 Januari 2020 | 08:31 WIB

Kemensos Dukung Pengembangan SDM Kesejahteraan Sosial di Kalimantan Utara

Kemensos Dukung Pengembangan SDM Kesejahteraan Sosial di Kalimantan Utara

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 10:41 WIB

Grace Batubara pada Santri di Banten : Kalian adalah Pemimpin Masa Depan

Grace Batubara pada Santri di Banten : Kalian adalah Pemimpin Masa Depan

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 09:02 WIB

Mensos Minta Pemkab Bogor Buka Kesempatan Kerja Untuk Disabilitas

Mensos Minta Pemkab Bogor Buka Kesempatan Kerja Untuk Disabilitas

News | Senin, 20 Januari 2020 | 18:05 WIB

Terkini

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:21 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:05 WIB

Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati

Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:50 WIB

Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:15 WIB

Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah

Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:01 WIB

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB