Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Mensos : Program Sembako Diharapkan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 24 Januari 2020 | 08:31 WIB
Mensos : Program Sembako Diharapkan Mampu Tekan Angka Kemiskinan
Mensos, Juliari Batubara, dalam Kegiatan Sosialisasi Program Sembako di Jakarta, Rabu (22/1/2020). (Dok : Kemensos)

Suara.com - Mulai 2020, pemerintah mentransformasikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi Program Sembako. Menurut Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara, Program Sembako diharapkan terus menekan angka kemiskinan di sampai di bawah 9 persen.

Mengutip survei Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2019, angka kemiskinaan di Indonesia tercatat 9,41 persen. Adapun dalam survei terbaru BPS, yakni September 2019, angka kemiskinan turun lagi, menjadi 9,22 persen.

“Menurut BPS, ada peran BPNT dalam penurunan angka kemiskinan tersebut. Oleh karena itu, dengan Program Sembako diharapkan tingkat kemiskinan akan terus menurun. Target pemerintah di bawah 9 persen tahun ini,” kata Mensos, dalam Kegiatan Sosialisasi Program Sembako di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Dalam Program Sembako, indeks bantuan dinaikkan dari Rp 110.000/Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi Rp 150.000. Bahan pangan ditambah, selain beras dan telur juga ditambah daging ayam, ikan, dan sayur-sayuran (khususnya kacang-kacangan).

“Jadi karena ada yang baru, ini makanya perlu disosialisasikan. Kalau indeks bantuan dari Rp 110.000 menjadi Rp150.000, itu berarti ada peningkatan Rp 40.000. Inilah yang direferensikan untuk Program Sembako, namun dipaketkan dengan BPNT,” kata Juliari.

Menurutnya, peluncuran Program Sembako juga tidak lepas dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama menekan angka stunting yang masih tinggi di Indonesia.

“Sehingga Kementerian Sosial dipandang bisa ikut berkontribusi dalam program penanganan stunting,” katanya.

Untuk mekanisme penyaluran bantuan, menurut Mensos, masih menggunakan mekanisme BPNT, yakni disalurkan secara non tunai melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ke e-warong yang sudah ditentukan.

“Masih memakai kartu lama (KKS). Jadi per hari ini, kita belum ada pengadaan kartu baru. Kami masih menggunakan KKS,” kata Mensos.

Untuk terus meningkatkan dan mendukung kualitas pelayanan Program Sembako, Mensos minta bank-bank Himbara untuk meningkatkan jumlah e-warong. Menurutnya, rasio e-warong masih kurang dibandingkan dengan jumlah KPM.

“Teman-teman Himbara yang bersentuhan langsung dengan e-warong. Saya minta mereka memperbanyak jumlah e-warong, sebab saya dengar, ada satu e-warong yang menangani satu kecamatan, misalnya. Ini kan terlalu luas,” katanya.

Pada kesempatan sama, Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung menyatakan, dengan kenaikan indeks bantuan dan penambahan jenis bahan pangan, maka diharapkan pengeluaran KPM dapat ditekan dan mereka menjadi lebih mandiri.

“Kenaikan (indeks bantuan) ini, selain bertujuan untuk menekan pengeluaran mereka (KPM), tujuan lainnya untuk membentuk mereka menjadi lebih mandiri," katanya, dalam wawancara di salah satu stasiun televisi.

Tujuan lain Program Sembako adalah memberikan gizi yang lebih seimbang kepada KPM, meningkatkan ketepatan sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas, dan administrasi; dan memberikan pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Program Sembako diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di tingkat KPM, sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan,” kata Andi.

Selain itu juga untuk meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan sosial, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan perbankan, meningkatkan transaksi nontunai dalam agenda Gerakan Nasional Nontunai (GNNT), dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama usaha mikro dan kecil di bidang perdagangan. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos Dukung Pengembangan SDM Kesejahteraan Sosial di Kalimantan Utara

Kemensos Dukung Pengembangan SDM Kesejahteraan Sosial di Kalimantan Utara

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 10:41 WIB

Grace Batubara pada Santri di Banten : Kalian adalah Pemimpin Masa Depan

Grace Batubara pada Santri di Banten : Kalian adalah Pemimpin Masa Depan

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 09:02 WIB

Mensos Minta Pemkab Bogor Buka Kesempatan Kerja Untuk Disabilitas

Mensos Minta Pemkab Bogor Buka Kesempatan Kerja Untuk Disabilitas

News | Senin, 20 Januari 2020 | 18:05 WIB

Kemensos Beri Fasilitas pada Alumni Binaan Wyata Guna Selama Kuliah

Kemensos Beri Fasilitas pada Alumni Binaan Wyata Guna Selama Kuliah

News | Senin, 20 Januari 2020 | 09:54 WIB

Grace Batubara Pastikan Kemensos Hadir bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Grace Batubara Pastikan Kemensos Hadir bagi Masyarakat Terdampak Bencana

News | Senin, 20 Januari 2020 | 08:52 WIB

32 Mantan PM Capai Kesepakatan dengan BRSPDSN Wyata Guna

32 Mantan PM Capai Kesepakatan dengan BRSPDSN Wyata Guna

News | Sabtu, 18 Januari 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB