Proyek Roro Jonggrang, RS di Wuhan yang Dibangun Cuma 8 Hari Siap Dibuka

Reza Gunadha

Senin, 03 Februari 2020 | 12:49 WIB
Proyek Roro Jonggrang, RS di Wuhan yang Dibangun Cuma 8 Hari Siap Dibuka
Rumah sakit khusus untuk tangani pasien virus corona (YouTube/Cover News)

Juru bicara Komisi Kesehatan Nasional, Jiao Yahui, mengatakan kepada Reuters bahwa dengan dua rumah sakit baru ini kota Wuhan akan mampu menampung 10.000 pasien, cukup untuk menangani kasus-kasus yang saat ini dicurigai maupun telah dikonfirmasi.

Apa lagi yang sedang terjadi di China?

Pihak berwenang mengatakan 45 kematian baru dicatat di provinsi Hubei pada hari Sabtu malam, menambah jumlah korban tewas di negeri itu menjadi 304.

Di seluruh negeri, telah dikonfirmasi 2.590 infeksi baru. Jumlah orang terinfeksi di China kini 14.380, lansir televisi pemerintah mengutip Komisi Kesehatan Nasional.

Estimasi oleh Universitas Hong Kong menduga jumlah kasus sebenarnya bisa jadi lebih tinggi daripada angka resmi. Lebih dari 75.000 orang mungkin telah terinfeksi di kota Wuhan, yang merupakan episenter wabah virus corona, kata para pakar kesehatan.

Pada hari Minggu, pemerintah mengatakan akan menyalurkan lebih dari $170 miliar (sekitar Rp2.300 triliun) untuk mendorong aktivitas ekonomi seiring bertambahnya kekhawatiran akan dampak epidemik yang lebih besar.

Hari Sabtu di Wuhan, keliling di jalanan yang lengang. Hari pertama Tahun Baru Imlek. (twitter.com/ylchaniago)
Hari Sabtu di Wuhan, keliling di jalanan yang lengang. Hari pertama Tahun Baru Imlek. (twitter.com/ylchaniago)

Kota Wuhan ditutup dan kota-kota besar lainnya di China menghentikan sementara kegiatan bisnis non-esensial.

Walikota Huanggang – kota berpenghuni enam juta orang di sebelah timur Wuhan – memperingatkan bahwa jumlah kasus bakal melonjak pada hari-hari ke depan, lansir media pemerintah. Hingga 700.000 orang kembali ke kota tersebut dari Wuhan sebelum larangan masuk dan keluar Wuhan diterapkan.

Huanggang dan kota Wenzhou di timur telah menerapkan pembatasan ketat terhadap warga, hanya mengizinkan satu orang per keluarga untuk keluar rumah dua hari sekali untuk membeli makanan dan persediaan lainnya, lansir media China.

baca juga

Negara mana saja yang membatasi kedatangan?

AS dan Australia telah menyatakan akan menolak masuk semua pendatang asing yang baru-baru ini berkunjung ke China, tempat galur virus corona 2019-nCov pertama kali muncul pada bulan Desember.

Negara lainnya termasuk Rusia, Jepang, Pakistan, dan Indonesia.

Pada hari Minggu, Korea Selatan mengatakan akan melarang masuk pendatang yang baru-baru ini mengunjungi Hubei.

Di AS, warga yang baru kembali dari Hubei akan dikarantina selama 14 hari. Mereka yang kembali dari daerah lain di China akan diizinkan untuk memantau kondisi mereka sendiri dalam periode yang sama.

Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. (Dok : Kemenpar)
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. (Dok : Kemenpar)

Pentagon mengatakan akan menyediakan penampungan bagi 1.000 orang yang mungkin perlu dikarantina setelah tiba dari luar negeri.

Australia mengatakan warganya yang baru tiba dari China juga akan dikarantina selama dua pekan.

Pemerintah-pemerintah negara asing juga melakukan evakuasi dari China untuk memulangkan warga mereka.

Efektifkah larangan perjalanan?

Petugas kesehatan global tidak setuju dengan larangan perjalanan.

"Larangan perjalanan bisa lebih banyak mudaratnya daripada kebaikan karena menghambat berbagi info, rantai suplai medis, dan mencederai ekonomi," kata kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat.

WHO merekomendasikan skrining di perbatasan resmi. Lembaga PBB itu memperingatkan bahwa menutup perbatasan bisa mempercepat penyebaran virus, karena para pelancong memasuki negara secara tidak resmi.

China telah mengkritik gelombang larangan perjalanan ini, menyalahkan pemerintah asing karena mengabaikan nasihat resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Wabah Virus Corona, China Masters Kemungkinan Ditunda hingga Mei

Dampak Wabah Virus Corona, China Masters Kemungkinan Ditunda hingga Mei

Sport | Senin, 03 Februari 2020 | 12:40 WIB

Pasca Ricuh Warga Tolak WNI dari Wuhan, Ratusan Brimob Ditugaskan di Natuna

Pasca Ricuh Warga Tolak WNI dari Wuhan, Ratusan Brimob Ditugaskan di Natuna

News | Senin, 03 Februari 2020 | 12:38 WIB

Sriwijaya Air Terbangkan 15.000 Masker dan Baju Pelindung ke Wuhan

Sriwijaya Air Terbangkan 15.000 Masker dan Baju Pelindung ke Wuhan

Bisnis | Senin, 03 Februari 2020 | 12:21 WIB

Kepada DPR, Menkes Terawan Jelaskan Alasan 3 WNI Dilarang Pulang dari Wuhan

Kepada DPR, Menkes Terawan Jelaskan Alasan 3 WNI Dilarang Pulang dari Wuhan

News | Senin, 03 Februari 2020 | 12:04 WIB

Bergaul dengan Penderita Corona, Virus Corona Jangkit 8 Warga Vietnam

Bergaul dengan Penderita Corona, Virus Corona Jangkit 8 Warga Vietnam

News | Senin, 03 Februari 2020 | 11:59 WIB

Korban Tewas karena Virus Corona Tebus 361 orang

Korban Tewas karena Virus Corona Tebus 361 orang

News | Senin, 03 Februari 2020 | 11:51 WIB

Mengapa Pasien Virus Corona Wuhan Lebih Banyak Orang Dewasa daripada Anak?

Mengapa Pasien Virus Corona Wuhan Lebih Banyak Orang Dewasa daripada Anak?

Health | Senin, 03 Februari 2020 | 12:25 WIB

LIVE: Keterangan RS Eka Hospital Cibubur soal 1 Pasien Suspect Virus Corona

LIVE: Keterangan RS Eka Hospital Cibubur soal 1 Pasien Suspect Virus Corona

Video | Senin, 03 Februari 2020 | 11:52 WIB

Terkini

DPRD DKI Soroti Kesiapan LPDP Jakarta, Usul Anggaran Diprioritaskan untuk Sekolah Gratis

DPRD DKI Soroti Kesiapan LPDP Jakarta, Usul Anggaran Diprioritaskan untuk Sekolah Gratis

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Ekonomi RI di Kuartal II Diselamatkan Oleh Masyarakat yang Sering Makan di Restoran

Ekonomi RI di Kuartal II Diselamatkan Oleh Masyarakat yang Sering Makan di Restoran

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Minyak Kemiri Murni vs Minyak Kemiri Bakar, Mana yang Lebih Baik untuk Rambut?

Minyak Kemiri Murni vs Minyak Kemiri Bakar, Mana yang Lebih Baik untuk Rambut?

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Duh! 1 Lowongan Kerja Kini Diperebutkan 16 Orang, Persaingan Makin Brutal

Duh! 1 Lowongan Kerja Kini Diperebutkan 16 Orang, Persaingan Makin Brutal

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:02 WIB

From Cat Stevens to Yusuf Islam: Saat Ketenaran Tak Lagi Cukup Mengisi Jiwa

From Cat Stevens to Yusuf Islam: Saat Ketenaran Tak Lagi Cukup Mengisi Jiwa

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026

Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan

Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan

Entertainment | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026

Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:52 WIB

Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan

Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?

Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:51 WIB

×