Curhat Moeldoko soal Ibunya, Ini Paling Bikin Merinding

Selasa, 04 Februari 2020 | 08:58 WIB
Curhat Moeldoko soal Ibunya, Ini Paling Bikin Merinding
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengisahkan sosok almarhum ibunya. Semasa hidup, kata Moeldoko, sang ibu sering melontarkan keinginannya untuk 'berpulang'.

Curhat mantan Panglima TNI tersebut dilontarkan saat diwawancarai presenter Deddt Corbuzier melalui video berjudul 'INI JAWABAN MOELDOKO UTK HABIB RIZIEQ! (Dan kisahnya yg menginspirasi)' di channel Youtube Deddy Corbuzier, Jumat (31/1/2020).

Mulanya, Deddy bertanya tentang sosok sang ibunda di mata Moeldoko. "Ibu sempat nggak melihat kesuksesan bapak (Moeldoko)?" ujar Deddy Corbuzier,

Moeldoko mengamini. Dia mengaku sang ibu sempat melihat kesuksesannya. Salah satunya ketika Moeldoko membawa sang ibu naik haji. Di Tanah Suci, Moeldoko menggendong sang ibu melewati para jemaah yang menyemut.

"Saat saya brigadir kolonel, saya sempat membawa ibu (naik) haji. Saya gendong ibu, pertahankan dia di antara jemaah yang tinggi-tinggi. Alhamdulillah itu satu kebanggaan bisa membawa orang tua saya ke sana," ujar Moeldoko.

Setelah itu, imbuh Moeldoko, sang ibu selalu melontarkan keinginan untuk mangkat setiap dirinya pulang. Sang ibu lelah. Namun, Moeldoko melarangnya.

"Ibu saya berkata, 'Lik, aku udah nggak tahan, aku udah kepingin mati'. Saya bilang sama ibu saya, 'jangan mati dulu bu. Tunggu saya sampai (jadi) panglima.' 'Suwe ndak (lama nggak). Ya nggak tahu karena saat itu saya masih menjadi kolonel," ujar Moeldoko.

Ketika sudah menjadi panglima divisi, Moeldoko pun pulang. Dia bertemu sang ibu dan berkata, "Bu, saya sudah menjadi panglima."

"Ya orang tua saya ndak ngerti. Orang tua saya buta huruf. Dua minggu kemudian, (ibu saya) meninggal setelah saya menjadi panglima divisi," ujar Moeldoko.

Baca Juga: Soal Rizieq Shihab, Moeldoko: Kertas Kosong pun Didiskusikan

Menurut Moeldoko, sang ibu memiliki usia yang cukup panjang. Bahkan, ujar Moeldoko, sang ibu meninggal di usia 103 tahun.

Deddy pun menanggapi, "Artinya ibu menunggu kata-kata Pak Moeldoko sampai jadi panglima baru meninggal."

Kemudian, Deddy pun bertanya, "Sebagai seorang tentara, lulusan terbaik, kehilangan seorang ibu apakah sama saja seperti manusia biasa pak?"

Moeldoko tidak memungkiri, keberhasilannya karena sang ibu. Menurut Moeldoko, sang ibu memiliki kekuatan untuk membesarkannya dalam kondisi yang serba kekurangan. Pun demikian sang bapak.

"Begitu ibu saya meninggal, ada sesuatu yang hilang dari hidup saya. Waktu itu saya merasa belum bisa memberikan sesuatu kepada orang tua saya, meski saya berusaha memberikan perhatian yang terbaik," ujar Moeldoko.

Deddy pun menanggapi, "Kalau tentara itu kan konon kabarnya nggak boleh nangis pak, tapi gimana kalau menanggapi hal seperti ini pak?"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI