Ini 4 Fokus Kebijakan Kemensos untuk Keluarga Harapan

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 14 Februari 2020 | 15:48 WIB
Ini 4 Fokus Kebijakan Kemensos untuk Keluarga Harapan
Menteri Sosial, Juliari P Batubara. (Dok : Kemensos).

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara menyatakan, Kemensos Sosial (Kemensos) akan menambah indeks bantuan untuk Program Keluarga Harapan  (PKH) tahun 2020. Ia menyatakan, penambahan indeks bantuan merupakan satu dari empat fokus yang akan ditekankan dalam PKH pada tahun 2020 ini, namun ke depan, diharapkan akan semakin banyak Keluarga Penerima Manfaat (KLM) yang tergraduasi.  

Mengutip pernyataan Dirjen Linjamsos, Harry Hikmat,  Direktur Jaminan Sosial Keluarga, M. O.  Royani menyatakan,  pada 2020,  Kemensos akan fokus pada pelaksanaan PKH pada empat kebijakan. Keempat kebijakan itu adalah Pencegahan Stunting, KPM Graduasi Berdikari Sejahtera, Validasi di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) dan sinergi dengan Program Keluarga Berencana (KB).

"Pertama, untuk pencegahan stunting dan penanganan gizi buruk. Kebijakan yang dilakukan adalah menambah indeks bantuan kategori ibu hamil dan anak usia dini," kata Royani, dalam Media Briefing di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Ia mengatakan, kenaikan indeks bantuan untuk ibu hamil dan anak usia dini diharapkan akan mendorong pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga.

"Hal ini sebagaimana dituangkan dalam visi dan misi Pemerintah di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024, dimana pencegahan stunting menjadi salah satu program nasional," katanya. 

Kenaikan indeks pada kategori Ibu Hamil dan Anak Usia dini, semula masing-masing menerima Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta. Selanjutnya, indeks bantuan untuk komponen yang lain masih tetap, yakni Komponen Pendidikan Anak SD/sederajat Rp 900.000 per tahun; Komponen Pendidikan Anak SMP/sederajat Rp 1,5 juta per tahun; Komponen Pendidikan Anak SMA/sederajat Rp 2 juta per tahun; Komponen Penyandang Disabilitas Berat Rp 2,4 juta per tahun; dan Komponen Lanjut Usia 70 tahun ke atas senilai Rp 2,4 juta per tahun. 

Kebijakan PKH yang kedua adalah Graduasi Berdikari Sejahtera melalui pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Mikro. 

"Kebijakan PKH diarahkan agar KPM mendapat akses pembiayaan usaha sehingga mereka lebih produktif," tambahnya.

Pembiayaan diberikan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit mikro. Pemerintah berharap, hal ini akan mendorong penguatan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Maju.

baca juga

Juliari mengatakan, KUR untuk KPM PKH program kemitraan Kemensos dengan anggota HIMBARA, saat ini telah dimulai dengan penyaluran KUR oleh BNI dan BRI. Secara berlanjut program KUR juga dilaksanakan Bank Mandiri, dan BTN. 

Kebijakan yang ketiga, adalah validasi pada daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T), saturasi kabupaten atau penambahan kecamatan di kabupaten menjadi fokus kebijakan ini.

"Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Tim PKH akan menyisir di wilayah 3T berdasarkan tiga komponen dalam PKH, yakni Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Sosial," terangnya. 

Tim PKH yang dimaksud terdiri dari dinas sosial di kota dan kabupaten setempat, pendamping PKH, dan petugas PKH dari pusat. Keempat, sinergi dengan program Keluarga Berencana (KB), dimana PKH fokus pada kesehatan ibu hamil dan anak usia dini.

"Untuk komponen kesehatan, bantuan dibatasi hanya diberikan kepada ibu dengan maksimal dua kehamilan, anak usia dini maksimal dua orang. Di sinilah bentuk sinergi PKH dengan Program KB yang mendukung agar setiap keluarga cukup memiliki dua anak", paparnya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos : 60 Persen Penerima Program Keluarga Harapan Berpendidikan Rendah

Kemensos : 60 Persen Penerima Program Keluarga Harapan Berpendidikan Rendah

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2020 | 11:35 WIB

Mensos : Keluarga Berperan Penting Bentengi Anak dari Pengaruh Negatif

Mensos : Keluarga Berperan Penting Bentengi Anak dari Pengaruh Negatif

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 09:06 WIB

Dunia Usaha - Pemerintah Bersinergi Memberdayakan Komunitas Adat Terpencil

Dunia Usaha - Pemerintah Bersinergi Memberdayakan Komunitas Adat Terpencil

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 12:53 WIB

Kemensos Siap Capai Target Penurunan Angka Kemiskinan hingga 7 Persen

Kemensos Siap Capai Target Penurunan Angka Kemiskinan hingga 7 Persen

Bisnis | Rabu, 12 Februari 2020 | 09:10 WIB

Efektif Bantu Masyarakat, Mensos Tambah Kuota Layanan Rujukan Terpadu

Efektif Bantu Masyarakat, Mensos Tambah Kuota Layanan Rujukan Terpadu

News | Minggu, 09 Februari 2020 | 09:47 WIB

Mensos : Mahasiswa Berprestasi Diberi Kesempatan Berkarier di Kemensos

Mensos : Mahasiswa Berprestasi Diberi Kesempatan Berkarier di Kemensos

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 15:12 WIB

Terkini

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

×