Kemensos : 60 Persen Penerima Program Keluarga Harapan Berpendidikan Rendah

Fabiola Febrinastri

Kamis, 13 Februari 2020 | 11:35 WIB
Kemensos : 60 Persen Penerima Program Keluarga Harapan Berpendidikan Rendah
“Penguatan Peluang Ekonomi Keluarga Penerima Program Keluarga Harapan (PKH)", di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2020). (Dok : Kemensos)

Suara.com - Sebanyak 60 persen penerima Program Keluarga Harapan (PKH) usia pekerja memiliki tingkat pendidikan dasar atau bahkan lebih rendah. Mereka yang mencapai pendidikan hingga jenjang SMP atau lebih tinggi biasanya berusia 15-30 tahun, hanya 20 persen diantaranya yang merupakan bagian dari tenaga kerja.

Hal itu dikemukakan Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara, yang diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Hartono Laras, saat meluncurkan hasil penelitian “Penguatan Peluang Ekonomi Keluarga Penerima Program Keluarga Harapan (PKH)", di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2020).

Penelitian ini dilakukan oleh pemerintah Australia melalui Program Menuju Masyarakat Indonesia yang Kokoh dan Sejahtera (Mahkota) bekerja sama dengan Kemensos dan Lembaga Penelitian SMERU.

"Temuan utama studi antara lain menyebutkan, 60 persen anggota keluarga PKH usia pekerja memiliki tingkat pendidikan dasar atau bahkan lebih rendah. Mereka yang mencapai pendidikan hingga jenjang SMP atau lebih tinggi biasanya berusia 15-30 tahun, hanya 20 persen diantaranya yang merupakan bagian dari tenaga kerja," kata Hartono.

Ia menyebut, 36 persen responden adalah petani dengan modal minimal, alat sederhana dan akses terhadap lahan dan air terbatas, sementara 18 persen responden memiliki usaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dengan penghasilan lebih tinggi dari petani, namun tidak memiliki izin usaha, tidak memiliki standar kompetensi usaha, serta hanya memiliki modal kecil. Kemudian 58 persen lainnya bekerja sebagai karyawan formal maupun informal di perusahaan kecil, namun tidak memiliki pengetahuan memadai akan peluang kerja dan bekerja tanpa kontrak.

"Temuan lainnya, mayoritas anggota penerima manfaat PKH mengalami keterbatasan dalam mengakses pelatihan keterampilan, layanan penempatan kerja, dan skema hibah modal lokal. Sebagian besar merasa bahwa P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) bermanfaat karena mengajarkan mereka untuk menabung dan mengatur keuangan rumah tangga, tetapi dihadapkan pada persoalan kekurangan modal untuk memulai usaha," lanjut Hartono.

Ia mengatakan, studi ini relevan dalam rangka meningkatkan keterpaduan program PKH dengan program pemberdayaan lainnya untuk mendukung peningkatan ekonomi KPM, misalnya bantuan modal untuk usaha mikro, menghubungkan KPM dengan pasar dan/atau pekerjaan, peningkatan kapasitas untuk memperkuat keterampilan dan pengetahuan dalam perolehan mata pencarian, sehingga memungkinkan anggota usia kerja dalam rumah tangga miskin dan rentan dapat memperoleh pekerjaan dan peningkatan pendapatan

"Dengan demikian, studi ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Sosial untuk memfokuskan pada skema pemberdayaan serta menghubungkan dengan mekanisme pendanaan lainnya, seperti UMI, KUR, dan sebagainya," kata Hartono.

PKH diluncurkan pemerintah Indonesia sejak 2007, yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan antargenerasi. Hingga saat ini, PKH telah menjangkau 10 juta KPM.

baca juga

Beberapa perbaikan telah dilakukan, seperti manajemen program, pendistribusian bantuan dengan pembayaran non-tunai, dan menambahkan komponen pada sesi pengembangan keluarga atau lebih dikenal sebagai P2K2 untuk meningkatkan pengetahuan keluarga berkaitan dengan kesehatan dan gizi, pendidikan, perlindungan anak kesejahteraan sosial dan peningkatan ekonomi.

"Dalam rangka percepatan penurunan angka kemiskinan, sebagaimana ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024, yaitu turun menjadi 6-7 persen di akhir tahun 2024, maka diperlukan kolaborasi dengan lebih baik antar kementerian dan lembaga dalam merencanakan dan mengimplementasikan program penghidupan yang berkelanjutan bagi penerima manfaat PKH di Indonesia," kata Hartono.

Sementara itu, kuasa usaha Australia untuk Indonesia, Allaster Cox, dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah Australia berharap melanjutkan kemitraan secara berkelanjutan dengan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif.

“Fokus pemerintah Indonesia dan Kementerian Sosial untuk meningkatkan penghidupan rumah tangga miskin melalui inklusi ekonomi yang lebih besar sejalan dengan prioritas kemitraan pembangunan Australia dengan Indonesia,” ujarnya.

Acara ini dilanjutkan dengan presentasi hasil studi kepada para pakar dan pemangku kebijakan terkait pelaksanaan PKH, yang menghadirkan narasumber Direktur SMERU, Widjajanti Isdijoso dan spesialis Perlindungan Sosial dan Tenaga Kerja Mahkota, Karishma A. Huda, serta beberapa panelis.

Mereka terdiri dari Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kementerian Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Tubagus A. Choesni, Direktur Jenderal Kemensos, Harry Hikmat, dan Direktur Usaha Desa Sejahtera, Muhammad Najib.

Hadir dalam acara Pejabat Eselon I dan II Kemensos, Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomi, Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan UKM; BPS; Kantor Staf Presiden (KSP); Perwakilan Pemerintah Australia dan Program DFAT; Bank Dunia-Indonesia; ADB Indonesia; Bank Pembangunan Islam-Indonesia; Sekrretariat TNP2K; Lembaga Penelitian dan Praktisi; serta Mahkota. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos : Keluarga Berperan Penting Bentengi Anak dari Pengaruh Negatif

Mensos : Keluarga Berperan Penting Bentengi Anak dari Pengaruh Negatif

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 09:06 WIB

Dunia Usaha - Pemerintah Bersinergi Memberdayakan Komunitas Adat Terpencil

Dunia Usaha - Pemerintah Bersinergi Memberdayakan Komunitas Adat Terpencil

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 12:53 WIB

Kemensos Siap Capai Target Penurunan Angka Kemiskinan hingga 7 Persen

Kemensos Siap Capai Target Penurunan Angka Kemiskinan hingga 7 Persen

Bisnis | Rabu, 12 Februari 2020 | 09:10 WIB

Efektif Bantu Masyarakat, Mensos Tambah Kuota Layanan Rujukan Terpadu

Efektif Bantu Masyarakat, Mensos Tambah Kuota Layanan Rujukan Terpadu

News | Minggu, 09 Februari 2020 | 09:47 WIB

Mensos : Mahasiswa Berprestasi Diberi Kesempatan Berkarier di Kemensos

Mensos : Mahasiswa Berprestasi Diberi Kesempatan Berkarier di Kemensos

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 15:12 WIB

Mensos Ungkapkan Pentingnya Pencegahan Korupsi

Mensos Ungkapkan Pentingnya Pencegahan Korupsi

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 17:56 WIB

Terkini

Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan

Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:08 WIB

Ombudsman Tak Bisa Pastikan Ferdy Sambo Tempati Klaster Mewah di Lapas Cibinong

Ombudsman Tak Bisa Pastikan Ferdy Sambo Tempati Klaster Mewah di Lapas Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:07 WIB

Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR

Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:07 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Introvert sampai Ekstrovert, Kamu Tim Mana?

Urutan Zodiak dari yang Paling Introvert sampai Ekstrovert, Kamu Tim Mana?

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:05 WIB

Maling AC di Medan Ditangkap Usai Beraksi, Nekat Mencuri karena Narkoba

Maling AC di Medan Ditangkap Usai Beraksi, Nekat Mencuri karena Narkoba

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 14:05 WIB

Tunda Beli Brio dan Agya, Tengok Harga dan Iritnya Toyota Camry Hybrid 2013

Tunda Beli Brio dan Agya, Tengok Harga dan Iritnya Toyota Camry Hybrid 2013

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 14:03 WIB

Geger Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong, Menko Yusril Persilakan Media Liput ke Lokasi

Geger Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong, Menko Yusril Persilakan Media Liput ke Lokasi

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:02 WIB

Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof yang Benar agar Kulit Tidak Bruntusan

Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof yang Benar agar Kulit Tidak Bruntusan

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:02 WIB

Review Serial Kartu Keluarga, Pernikahan Palsu yang Bikin Gregetan

Review Serial Kartu Keluarga, Pernikahan Palsu yang Bikin Gregetan

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 14:00 WIB

Label Halal Kini Jadi Pertimbangan Konsumen Memilih Produk

Label Halal Kini Jadi Pertimbangan Konsumen Memilih Produk

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 13:59 WIB

×