Di Surga Tak Ada Rasa Sakit: Cerita-cerita Warga Wuhan yang Tak Tertolong

Reza Gunadha | Suara.com

Minggu, 16 Februari 2020 | 17:48 WIB
Di Surga Tak Ada Rasa Sakit: Cerita-cerita Warga Wuhan yang Tak Tertolong
[Gerry Fletcher/BBC]

Suara.com - Pemerintah China masih tampak tenang-tenang saja ketika sejumlah orang di Provinsi Hubei dilaporkan terjangkit virus yang belum terdeteksi, akhir Desember 2019.

Namun, beberapa pekan kemudian, informasi itu segera membuat kehebohan di China tengah dan pemerintah mulai serius menangani hal tersebut.

Belakangan, virus yang disebut sebagai corona itu mewabah di China dan merembet ke sejumlah negara lain.

Ribuan orang di Wuhan, Hubei, terkapar terkena virus tersebut. Kekinian, Minggu (16/2/2020), warga yang tewas akibatnya sudah mencapai lebih dari 900 orang.

Namun, pada masa-masa awal, penyebaran pesat virus di kota Wuhan, dikombinasikan dengan kekurangan tempat tidur rumah sakit, berarti terdapat orang-orang yang tidak mendapatkan penanganganan mdis.

Kepada BBC, dua warga Wuhan menceritakan pengalaman menyedihkan ketika berupaya merawat orang-orang yang mereka cintai di kota yang diliputi wabah tersebut.

'Kakek beristirahatlah dengan tenang' – Xiao Huang

Huang dibesarkan oleh kakek-neneknya setelah ayah dan bunda meninggal ketika ia masih kecil.

Keduanya berusia 80-an, dan yang ia inginkan adalah memenuhi semua kehendak kakek neneknya sehingga mereka bisa menikmati masa pensiunnya.

Namun dalam waktu dua minggu, sang kakek meninggal akibat virus corona, dan kini neneknya dalam kondisi kritis.

Kakek nenek Huang mulai mengalami gejala gangguan pernapasan pada tanggal 20 Januari. Mereka tidak bisa keluar rumah dan pergi ke rumah sakit sampai 26 Januari, karena kota Wuhan diisolasi mulai tanggal 23 Januari, transportasi umum pun dihentikan.

Mereka didiagnosis terkena virus corona pada 29 Januari, namun baru bisa dilarikan ke rumah sakit tiga hari kemudian.

Rumah sakit begitu penuh sehingga tidak ada tempat tidur kosong. Kakek-neneknya menderita demam tinggi dan kesulitan bernapas, tetapi hanya ditawari kursi di koridor.

Ia memohon kepada staf rumah sakit dan berhasil mendapat kursi panjang dan tempat tidur lipat.

"Tidak ada dokter atau perawat yang terlihat," tulis Huang dalam buku hariannya, "Rumah sakit tanpa dokter itu bagaikan kuburan."

Pada malam sebelum kakeknya meninggal, Huang menemani kakek-neneknya di koridor. Ia terus mengobrol dengan neneknya hingga tidak menyadari kakeknya kehilangan kesadaran.

Setelah menghabiskan waktu di koridor, akhirnya ada satu tempat tidur tersedia untuk sang kakek sebelum ia meninggal. Huang berada di samping ranjangnya sampai menit terakhir.

Ia menulis di Weibo, media sosial seperti Twitter di China: "Kakek, beristirahatlah dengan tenang. Tidak ada lagi rasa sakit di surga."

"Banyak pasien meninggal tanpa ditemani anggota keluarga dan bahkan tidak bisa saling melihat untuk terakhir kalinya."

Kini neneknya tengah berjuang melawan sakit di rumah sakit, dan Huang menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengannya.

"Obat-obatannya tidak ada yang efektif. Dokter mengatakan kepada saya untuk tidak berharap, dan menurut dokter nenek saya harus berjuang sendiri," katanya.

"Kami hanya menyerahkannya kepada takdir."

Sejak 7 Februari, Xiao Huang merasa tidak enak badan dan sekarang telah dikarantina selama dua minggu di sebuah hotel.

'Ia mulai batuk darah' – Da Chun

Pada awal Januari, Da Chun menceritakan ibunya terserang demam. Awalnya keluarga menyangka ia hanya terkena flu.

Mereka sudah mendengar sedikit tentang penyakit misterius yang secara diam-diam menyebar di kota yang berpenduduk 11 juta itu.

Namun sudah seminggu demamnya tidak juga mereda, meski ia sudah disuntik di klinik. Pada tanggal 20 Januari, ia membawa ibunya ke klinik rawat jalan yang diperuntukkan bagi orang-orang yang menderita demam.

Untuk diketahui, pada hari yang sama, otoritas China baru mengakui virus corona bisa ditularkan antarmanusia.

Setelah melihat hasil pemindaian di dada dan tes darah, dokter memberi tahu mereka bahwa ibunya telah terinfeksi virus corona baru.

"Hingga kini, saya masih tidak percaya," kata Da Chun.

Namun kabar buruk kembali datang. Dokter mengatakan ibunya, 53 tahun, tidak bisa dirawat di rumah sakit karena mereka tidak memiliki alat tes untuk mengonfirmasi diagnosis.

Peralatan tes hanya tersedia di delapan rumah sakit yang telah ditetapkan pada akhir Januari.

"Dokter dari rumah sakit tersebut mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak memiliki hak untuk merawat ibu saya. Ini adalah komisi kesehatan setempat yang mengalokasikan tempat tidur untuk kasus-kasus yang dikonfirmasi," kata perempuan berusia 22 tahun itu.

"Jadi, dokter tidak bisa melakukan tes virus corona untuk memastikan apakah ibu saya terjangkit, dan tidak bisa menyediakan tempat tidur untuknya."

Da Chun mengatakan ibunya tak harus diisolasi. Dalam grup obrolan yang beranggotakan lebih dari 200 orang di aplikasi WeChat untuk keluarga pasien yang terinfeksi, orang-orang berbagi cerita yang serupa.

Kakak laki-lakinya terpaksa mengantri di rumah sakit untuk memastikan apakah ada tempat tidur yang masih tersedia. Ia pergi ke klinik dengan ibunya supaya bisa langsung disuntik. Namun selama di rumah sakit, mereka melihat banyak pasien meninggal di dalam ruang observasi sebelum menjalani tes ataupun dirawat.

"Mayat-mayat itu dibungkus dan dibawa pergi oleh staf rumah sakit," katanya. "Saya tidak tahu apakah mereka akan dihitung sebagai kematian (disebabkan oleh virus corona baru)."

Kondisi ibunya terus memburuk. Ia mulai batuk darah, dan ada darah di urinnya.

Pada 29 Januari, ibunya akhirnya dirawat di rumah sakit, namun menurutnya tidak mendapat perawatan dan rumah sakit tidak memiliki peralatan memadai di hari-hari awal ibunya dirawat.

Namun dirinya tidak menyerah dan berharap ibunya akan pulih.

--------

Laporan wartawan BBC: Joyce Liu dan Grace Tsoi. Ilustrasi oleh: Gerry Fletcher.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Dikarantina di Natuna, Ini Cerita Warga Sleman Sekembali dari Wuhan

Sempat Dikarantina di Natuna, Ini Cerita Warga Sleman Sekembali dari Wuhan

Jogja | Minggu, 16 Februari 2020 | 17:33 WIB

Temuan Baru, Plasma Darah Bisa Dijadikan Obat Pasien Virus Corona COVID-19!

Temuan Baru, Plasma Darah Bisa Dijadikan Obat Pasien Virus Corona COVID-19!

Health | Minggu, 16 Februari 2020 | 17:46 WIB

China: Dunia Aman dari Virus Corona karena Pengorbanan Kami

China: Dunia Aman dari Virus Corona karena Pengorbanan Kami

News | Minggu, 16 Februari 2020 | 16:05 WIB

Pakar Menambah 4 Daftar Gejala dari Infeksi Virus Corona COVID-19

Pakar Menambah 4 Daftar Gejala dari Infeksi Virus Corona COVID-19

Health | Minggu, 16 Februari 2020 | 15:18 WIB

Tangis Haru Keluarga Sambut Kedatangan WNI Usai Dikarantina di Natuna

Tangis Haru Keluarga Sambut Kedatangan WNI Usai Dikarantina di Natuna

Foto | Minggu, 16 Februari 2020 | 14:24 WIB

Wabah Virus Corona, Pelari Marathon di China Latihan di Apartement Sempit

Wabah Virus Corona, Pelari Marathon di China Latihan di Apartement Sempit

Health | Minggu, 16 Februari 2020 | 13:32 WIB

Harga Masker Melonjak, Menkes Terawan: Salahmu Sendiri Kok Beli

Harga Masker Melonjak, Menkes Terawan: Salahmu Sendiri Kok Beli

News | Minggu, 16 Februari 2020 | 12:37 WIB

Terkini

Diisukan Bakal Digeser dari KSP Saat Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari Bilang Begini

Diisukan Bakal Digeser dari KSP Saat Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari Bilang Begini

News | Senin, 27 April 2026 | 12:57 WIB

Misteri Motif Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Satu Orang Pelaku Kini Diperiksa Intensif

Misteri Motif Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Satu Orang Pelaku Kini Diperiksa Intensif

News | Senin, 27 April 2026 | 12:51 WIB

Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan

Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan

News | Senin, 27 April 2026 | 12:50 WIB

Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz

Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz

News | Senin, 27 April 2026 | 12:26 WIB

Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, Pemprov DKI Siapkan 3 Rusun dan Fasilitas Lengkap

Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, Pemprov DKI Siapkan 3 Rusun dan Fasilitas Lengkap

News | Senin, 27 April 2026 | 12:21 WIB

Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus

Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus

News | Senin, 27 April 2026 | 12:05 WIB

Sorot Kekerasan Ekstrem di Jalur Angkot Tanah Abang, Anggota DPRD Kevin Wu: Alarm Serius Bagi DKI

Sorot Kekerasan Ekstrem di Jalur Angkot Tanah Abang, Anggota DPRD Kevin Wu: Alarm Serius Bagi DKI

News | Senin, 27 April 2026 | 12:05 WIB

Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung  Abdurachman Masuk KSP?

Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung Abdurachman Masuk KSP?

News | Senin, 27 April 2026 | 12:02 WIB

Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump

Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump

News | Senin, 27 April 2026 | 11:59 WIB

Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington

Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington

News | Senin, 27 April 2026 | 11:58 WIB