Wabah Virus Corona, Pelari Marathon di China Latihan di Apartement Sempit

Silfa Humairah Utami | Risna Halidi
Wabah Virus Corona, Pelari Marathon di China Latihan di Apartement Sempit
Ilustrasi lomba lari marathon. [Shutterstock/Michael Damkier]

Wabah Virus Corona tidak menyurutkan semangatnya dan tetap bersiap untuk lomba marathon

Suara.com - Wabah Virus Corona, Pelari Marathon di China Latihan di Apartement Sempit

Wabah virus corona COVID-19 membuat pemerintah China jungkir balik mengatasinya. Jutaan orang terdampak, salah satunya, para pelari maraton yang tidak bisa secara leluasa berolahraga di luar ruangan.

Salah satunya adalah Pan Shancu, seorang pelari marathon pemula dari Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China. Wabah corona membuat Pan terjebak di dalam apartement dan tak bisa ke mana-mana.

Namum ia bertekad, apa yang terjadi saat ini tak akan menyurutkan semangatnya dan tetap bersiap untuk lomba marathon selanjutnya.

Pelari marathon di China latihan di apartement sempit. (odditycentral)
Pelari marathon di China latihan di apartement sempit. (Pan Shancu)

Pan membuat lajur lari kecil-kecilan di dalam apartement. Ia harus berlari melewati dua meja dan lorong sempet tersebut berkalai-kali selama berlatih kebugaran. Di media sosial, Pan mengaku telah berlari di dalam apartement sejauh 50 km dengan total 6.250 putaran lebih.

"Saya tidak bisa keluar selama berhari-hari tapi hari ini saya tidak bisa duduk lebih lama laki. Ayo lari melewati dua meja kalau begitu. Ya satu putaran sekitar 8 meter dam saya telah berlari 80 km. Saya melakukannya dalam waktu 4:48:44. Saya berkeringat ke mana-mana, menakjubkan!," kata Pan di media sosial dilansir dari Odditycentral.

Pan, yang memiliki waktu marathon terbaik dua jam 59 menit, mengatakan bahwa ia tetap memperhatikan kenyamanan para tetangganya selama berlatih. Sebisa mungkin, kata Pan, ia berlari ringan jadi tidak membuat tetangga di bawah apartementnya terganggu.

Apa yang dilakukan Pan membuatnya tiba-tiba populer. Banyak warganet memuji ketekunan lelaki tersebut dan mengaku ingin mengadopsi strategi yang sama demi menjaga kebugaran tubuh.

"Saya memulai latihan di dapur, lanjut terus ke ruang tamu, belok ke kamar anak saya, kurang dari 20 meter ada pemandangan bagus di sebelah kiri saya, suami saya mengorok adalah cara menyemangati saya," tulis salah satu warganet di unggahan Pan.

"Ini adalah perlawanan diam-diam. Suami saya mengira saya punya masalah psikologis," tulis netizen lainnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS