PAN akan Tegaskan Posisi Politik Saat Rakernas

Chandra Iswinarno | Muhammad Yasir | Suara.com

Minggu, 16 Februari 2020 | 19:22 WIB
PAN akan Tegaskan Posisi Politik Saat Rakernas
Politisi PAN Bima Arya [Suara.com/M Yasir]

Suara.com - Keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam menentukan posisi politiknya terhadap Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin bakal ditentukan saat rapat kerja nasional (rakernas).

Politikus PAN Bima Arya mengatakan keputusan akan bergabung dalam koalisi atau oposisi terhadap pemerintahan nantinya akan bergulir di rakernas.

Meski, Bima Arya mengklaim semangat yang dibangun dalam kepengurusan baru PAN yakni mengakselerasi program-program yang berpihak kepada rakyat. Dia tak memungkiri, pengalaman keberpihakan di Pilpres 2019 dan isu-isu yang diangkat menjadi bahan evaluasi PAN ke depannya.

"Kita ingin evaluasi secara detail perolehan suara yang turun, perolehan suara yang naik, ada dimana. Sekarang, nanti setelah kepengurusan baru dibentuk, kita akan lakukan proses itu. Nanti di rakernas akan diputuskan arah partai," kata Bima Arya di Hotel Century Park Senayan, Jakarta pada Minggu (16/2/2020).

Bima Arya juga menyadari, PAN sejatinya tidak berada di barisan partai yang turut memenangkan Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019. Untuk itu, Bima Arya mengklaim PAN pun tidak akan menawarkan diri untuk bergabung kedalam pemerintahan.

"Tapi ketika ada undangan itu datang, dan ada ruang politik, pasti akan kita diskusikan secara internal dengan terbuka, opsi itu kita buka kembali," ujarnya.

Meski begitu, ia juga menampik jika PAN disebut menunggu tawaran Jokowi-Maruf Amin untuk bergabung ke dalam pemerintahan. Bima Arya hanya menegaskan, partainya masih membuka peluang untuk berada di dalam atau di luar pemerintahan.

"Kita tidak menunggu tawaran. Saat ini kita membuka semua opsi itu, tidak mematok PAN harus di luar, di dalam pun sama saja," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam pidatonya di Kongres V PAN mengatakan bahwa partai yang kini di bawah kepemimpinannya tersebut, harus mempersiapkan diri dalam menghadapi Pemilu 2024 ketimbang meributkan posisi PAN usai Pemilu 2019.

"Positioning itu penting untuk menghadapi tantangan yang berat, 2024 itu tidak mudah. Kita kemarin masih ribut soal oposisi, tidak oposisi, itu yang saya tidak setuju," kata Zulkifli dalam pidatonya di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara pada Rabu (12/2/2020).

Zulkifli kemudian juga menyatakan enggan bila harus mengikuti jejak langkah PKS yang sudah mendeklarasikan diri sebagai oposisi pemerintah. Menurutnya, jika PAN mengambil keputusan yang sama seperti PKS justru akan merugi.

"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh teman kita, partai itu (PKS), akan sangat merugikan kita. Kalau kita bergerak ke kanan, ke kanan sekali kita kalah, kalah kita," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bima Arya Sebut Nasib Amien Rais di PAN Ditentukan Zulhas

Bima Arya Sebut Nasib Amien Rais di PAN Ditentukan Zulhas

News | Minggu, 16 Februari 2020 | 18:59 WIB

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Diperiksa KPK

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Diperiksa KPK

Foto | Jum'at, 14 Februari 2020 | 17:34 WIB

Zulhas Sebut Rugi Jadi Oposan, PPP Enggan Simpulkan PAN Ingin Masuk Koalisi

Zulhas Sebut Rugi Jadi Oposan, PPP Enggan Simpulkan PAN Ingin Masuk Koalisi

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 17:55 WIB

PAN Rugi Jika Oposisi, PKS: Ruang Koalisi Pemerintah Sudah Sesak

PAN Rugi Jika Oposisi, PKS: Ruang Koalisi Pemerintah Sudah Sesak

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 16:24 WIB

PAN: Zulhas  Jadi Ketua Umum, Kami Lepas dari Belenggu Amien Rais

PAN: Zulhas Jadi Ketua Umum, Kami Lepas dari Belenggu Amien Rais

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 21:32 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB