104 Spesimen Virus Corona Diperiksa, Menko PMK: 102 Negatif, 2 Dalam Proses

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 17 Februari 2020 | 15:37 WIB
104 Spesimen Virus Corona Diperiksa, Menko PMK: 102 Negatif, 2 Dalam Proses
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut pemerintah telah memeriksa 104 spesimen yang diduga terjangkit Virus Corona. Dari hasilnya, keseluruhan spesimen itu dinyatakan negatif.

Muhadjir menjelaskan data tersebut berdasarkan laporan dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah menerima 104 sampel spesimen dari seluruh wilayah di Indonesia. Spesimen itu diperiksa di laboratorium pusat penelitian penyakit infeksi Kementerian Kesehatan.

"Dari 104 (spesimen) itu 102 negatif dan 2 dalam proses," kata Muhadjir saat konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (17/2/2020).

Muhadjir menjelaskan, hingga saat ini, masih ada pengiriman spesimen dari berbagai daerah ke Kemenkes untuk diperiksa. Ia berharap semua spesimen yang dikirimkan ke Kemenkes tersebut dinyatakan negatif dari paparan virus novel Corona.

Meski belum ada kasus Virus Corona yang muncul di tanah air, pemerintah berupaya untuk melakukan pencegahan dini.

Sebagaimana diketahui, Kemenkes menyiapkan alat reagen atau reaktan untuk mendeteksi virus Corona dalam tubuh manusia.

Muhadjir menerangkan bahwa reagen yang digunakan itu ialah reagen premier. Reagen itu merupakan hasil kerja sama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Sehingga, ia menyangkal apabila Indonesia tidak mumpuni dalam menangani Virus Corona.

Lebih lanjut, Muhadjir juga menngemukakan beberapa rumah sakit di Indonesia juga sudah bersiap apabila sewaktu-waktu ada masyarakat yang diduga terkena Virus Corona dengan menyediakan ruangan isolasi.

"Jadi, kalau belum dalam keadaan gawat bisa diisolasi yang biasa tidak harus isolasi bertekanan negatif dan jumlah kamar atau bed yang tersedia untuk isolasi negatif cukup memadahi yaitu 227 bed," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diagnosis Tunjukkan Negatif Tapi Tetap Sakit, Alat Tes Covid-19 Bermasalah?

Diagnosis Tunjukkan Negatif Tapi Tetap Sakit, Alat Tes Covid-19 Bermasalah?

Health | Senin, 17 Februari 2020 | 15:25 WIB

Pemerintah akan Evakuasi 78 WNI dari Kapal Diamond Princess, Jika...

Pemerintah akan Evakuasi 78 WNI dari Kapal Diamond Princess, Jika...

News | Senin, 17 Februari 2020 | 15:05 WIB

Kini Giliran Australia Evakuasi 200 Warganya dari Kapal Diamond Princess

Kini Giliran Australia Evakuasi 200 Warganya dari Kapal Diamond Princess

News | Senin, 17 Februari 2020 | 15:00 WIB

Bikin Geger, Buku Terbitan Tahun 1981 Diklaim Sudah Prediksi Virus Corona

Bikin Geger, Buku Terbitan Tahun 1981 Diklaim Sudah Prediksi Virus Corona

News | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Makin Banyak Kasus Virus Corona Covid-19 di China, Dirjen WHO Khawatir

Makin Banyak Kasus Virus Corona Covid-19 di China, Dirjen WHO Khawatir

Health | Senin, 17 Februari 2020 | 14:10 WIB

Terkini

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:55 WIB

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:53 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:49 WIB

Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah

Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:30 WIB

USS Tripoli Tiba di Timur Tengah Bawa Ribuan Marinir Saat Isu Serangan Darat ke Iran Memanas

USS Tripoli Tiba di Timur Tengah Bawa Ribuan Marinir Saat Isu Serangan Darat ke Iran Memanas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:12 WIB

Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan

Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:38 WIB