Megawati Singgung Formula E di Monas, Sekda: Biar Terkenal Dunia Akhirat

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Megawati Singgung Formula E di Monas, Sekda: Biar Terkenal Dunia Akhirat
Suasana penanaman pohon di lokasi revitalisasi Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (4/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Menurutnya dengan diadakannya Formula E di Monas, ikon bersejarah itu bisa dikenal dunia.

Suara.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menjawab pertanyaan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, soal Monas dijadikan sebagai lintasan balap Formula E. Saefullah menyebut tujuannya agar Indonesia dikenal dunia dan akhirat.

Menurutnya ajang balap mobil listrik yang bakal berlangsung Juni 2020 ini bisa membuat Indonesia semakin dikenal dunia. Namun ia berkelakar jika hanya dikenal dunia saja tidak cukup, akhirat juga harus juga.

"Kan kita ingin Indonesia dikenal dunia akhirat. Ngapain tanggung-tanggung terkenal di dunia? Terkenal di dunia dan akhirat," ujar Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).

Menurutnya dengan diadakannya Formula E di Monas, ikon bersejarah itu bisa dikenal dunia. Pasalnya acara ini disiarkan ke stasiun televisi di negara lainnya.

Baca Juga: Sindir Polemik Formula E, Sandiaga: Daripada Ribut Mending Balapan Gokart

"Sehingga 'oh ini ada ya namanya Tugu Monas, Monumen Nasional di Jakarta, Indonesia' sehingga orang semakin tahu seperti apa sih," jelasnya.

Setelah mengetahui keindahan Monas, masyarakat mancanegara disebutnya akan mulai mencari tahu Indonesia. Dengan demikian, para turis akan berdatangan ke Indonesia untuk berwisata.

"Dia cari ke Jawa 'oh ini Indonesia, kalau gitu kita berkunjunglah ke Indonesia' jadi turis jadi banyak," pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sangat menyayangkan soal wacana perhelatan sirkuit balap Formula E di Monumen Nasional, Jakarta.

Menurut Megawati, berdasarkan aturan yang ada Monas merupakan cagar budaya sehingga keberadaannya tidak bisa diperuntukan untuk kegiatan apapun.

Baca Juga: Ada Formula E, BMW Siap Boyong Mobil Listrik ke Indonesia

"Monas itu di dalam keputusan peraturan itu adalah cagar budaya. Nah garis bawahi, jangan pula saya dibentur-benturkan sama Pak Anies. Tapi kan saya hanya ngomong Monas itu adalah sudah pasti peraturannya merupakan cagar budaya. Apa artinya, tidak boleh dipergunakan untuk apapun juga," kata Megawati di Kantor DPP PDI Perjuangan, Rabu (19/2/2020).

Komentar