Anak yang Dibully sampai Ingin Bunuh Diri Dapat Sumbangan Rp 1,6 M

Dany Garjito | Rifan Aditya
Anak yang Dibully sampai Ingin Bunuh Diri Dapat Sumbangan Rp 1,6 M
Anaknya Dibully sampai Ingin Bunuh Diri, Ibu Ini Bagikan Video Menyayat Hati. Tangkapan layar (facebook.com/yarraka)

"Saya menyiapkan GoFundMe ini untuk memberi tahu Quaden bahwa intimidasi tidak akan ditoleransi," kata Williams.

Suara.com - Video Quaden Bayles (9), seorang anak yang dilahirkan dengan dwarfisme Achondroplasia (cebol) viral. Ia menangis histeris, ingin bunuh diri karena menjadi korban bully.

Kekinian, Quaden Bayles mendapat sumbangan lebih dari $ 121.000 atau setara Rp 1,6 miliar setelah videonya viral.

Disadur dari New York Post, Jumat (21/2/2020), ribuan pendonor telah menyumbang melalui situs GoFundme hingga mencapai dana lebih dari Rp 1,6 miliar. Sumbangan itu untuk membiayai liburan Quaden ke Disneyland.

Dukungan itu terinspirasi oleh video mengharukan yang diposting ibunya, Yarraka Bayles ketika Quaden menangis di mobil setelah anak lain di sekolah mengejek karena tinggi badannya.

"Kuharap aku bisa menusuk jantungku sendiri. Aku ingin seseorang membunuhku," kata Quaden dengan berlinangan air mata di klip.

Brad Williams, penggagas sumbangan itu menyatakan bahwa ia melakukan penggalangan dana untuk menunjukkan Quaden "ada yang baik di dunia". Ia juga mengaku telah menghubungi langsung Yarraka Bayles.

"Saya menyiapkan GoFundMe ini untuk memberi tahu Quaden bahwa intimidasi tidak akan ditoleransi, dan bahwa dia adalah manusia yang luar biasa yang pantas mendapatkan kesenangan," tulis Williams.

"Aku ingin menerbangkan Quaden dan ibunya ke Amerika, menyediakan hotel yang bagus untuk mereka, dan membawanya ke Disneyland," imbuhnya.

Anaknya Dibully sampai Ingin Bunuh Diri, Ibu Ini Bagikan Video Menyayat Hati. Tangkapan layar (facebook.com/yarraka)
Anaknya Dibully sampai Ingin Bunuh Diri, Ibu Ini Bagikan Video Menyayat Hati. Tangkapan layar (facebook.com/yarraka)

Sebelumnya, sang ibu, Yarraka Bayles mengunggah video Quaden sedang menangis ini untuk memperingatkan orang lain pada bahaya bullying.

"Saya ingin orang-orang tahu, ini adalah efek bullying. Inilah akibat dari intimidasi,” kata Yarraka dalam video.

Ia menceritakan, "Anakku hampir setiap hari ingin bunuh diri. Ketika ada pemicu sekecil apapun itu, entah di sekolah atau di tempat publik."

Setiap hari pula Yarraka mencoba meyakinkan anaknya bahwa hidup tak semenyedihkan itu, namun tetap saja, ia selalu khawatir suatu hari anaknya benar-benar melakukan tindakan nekat itu.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 15 juta kali sejak Yarraka mengunggahnya ke Facebook. Warganet di seluruh dunia memberikan dukungan kepada mereka.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS