Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri

Bella, Lilis Varwati

Selasa, 24 Februari 2026 | 16:29 WIB
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Menko PMK meminta duta besar Indonesia menyiapkan skema bisnis detail untuk pekerja migran dalam program SMK Go Global.
  • Rapat dengan Menteri P2MI membahas prospek pasar serta persiapan pemberangkatan tenaga kerja lulusan minimal SMK/SMA.
  • Program ini menargetkan pengiriman 300 ribu hingga 500 ribu lulusan SMA/SMK ke luar negeri untuk keahlian khusus.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta para duta besar Indonesia di berbagai negara untuk menyiapkan skema bisnis yang tepat bagi pekerja migran RI. Arahan itu disampaikan seiring adanya program SMK Go Global untuk meningkatkan peluang lulusan sekolah menengah dalam negeri agar dapat bekerja di luar negeri.

Cak Imin menyampaikan bahwa dirinya bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) akan segera menggelar rapat dengan para duta besar, baik secara daring maupun tatap muka.

Rapat tersebut akan membahas prospek pasar serta persiapan pemberangkatan tenaga kerja dengan keterampilan minimal lulusan SMK dan SMA.

"Sehingga saya sampaikan kepada para duta-duta besar di berbagai negara untuk segera menyiapkan satu skema bisnis proses yang lebih detail agar masing-masing duta besar melaporkan kepada kami berdua berapa persiapan tenaga kerja mikran kita yang bisa direkrut," kata Cak Imin usai rapat dengan Menteri P2MI di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Cak Imin menekankan bahwa program tersebut dikhususkan bagi calon pekerja dengan tingkat pendidikan minimal SMK atau SMA.

"Di bawah SMK-SMA kita tidak ikut merekomendasikan," imbuhnya.

Alasannya, lanjut Cak Imin, dengan tingkat pendidikan yang lebih baik diharapkan pekerja migran Indonesia dapat memperoleh pekerjaan di bidang keahlian khusus, bukan sekadar pekerjaan domestik.

Oleh sebab itu, ia juga meminta lembaga pelatihan serta lembaga pendidikan vokasi, baik milik swasta maupun kementerian, untuk terus menyiapkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan calon pekerja migran. Menurut Cak Imin, keahlian khusus yang belakangan banyak dibutuhkan secara global antara lain welder, bidang hospitality, serta tenaga kesehatan.

"Kami juga terus mendorong agar ekosistem lembaga pelatihan peningkatan mutu kurikulum SMK yang berkelas internasional. Standardnya kita akan minta supaya SMK yang memang menyiapkan pekerja mikran di luar negeri mengikuti standard yang sertifikat," ucapnya.

baca juga

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan dapat mengirim sekitar 300 ribu hingga 500 ribu lulusan SMA/SMK untuk bekerja ke luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat

Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat

News | Senin, 23 Februari 2026 | 17:06 WIB

Kepesertaan BPJS Mendesak! Pekerja Informal Jadi Fokus Utama Pemerintah

Kepesertaan BPJS Mendesak! Pekerja Informal Jadi Fokus Utama Pemerintah

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:28 WIB

Lantik Direksi BPJS, Cak Imin Minta Jaminan Sosial Harus Bikin Rakyat Produktif dan Tak Jatuh Miskin

Lantik Direksi BPJS, Cak Imin Minta Jaminan Sosial Harus Bikin Rakyat Produktif dan Tak Jatuh Miskin

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:39 WIB

Anggaran Operasional BPJS Tembus Rp 5 T, Cak Imin Warning Soal Pemborosan

Anggaran Operasional BPJS Tembus Rp 5 T, Cak Imin Warning Soal Pemborosan

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:34 WIB

Muhaimin Lantik Direksi dan Dewan Pengawas Baru BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan 2026-2031

Muhaimin Lantik Direksi dan Dewan Pengawas Baru BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan 2026-2031

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:12 WIB

Cegah Pemborosan APBN, Pemerintah Mulai Groundcheck Data 11 Juta Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan

Cegah Pemborosan APBN, Pemerintah Mulai Groundcheck Data 11 Juta Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 13:34 WIB

RS Wajib Terima Pasien PBI Darurat! Bakal Ada BPJS yang Kontrol

RS Wajib Terima Pasien PBI Darurat! Bakal Ada BPJS yang Kontrol

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 12:46 WIB

Cak Imin Sebut Masih Ada Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan, Apa Alasannya?

Cak Imin Sebut Masih Ada Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan, Apa Alasannya?

News | Senin, 16 Februari 2026 | 16:50 WIB

Cak Imin Ingatkan Dampak Bencana Bisa Ciptakan Kemiskinan Baru

Cak Imin Ingatkan Dampak Bencana Bisa Ciptakan Kemiskinan Baru

Video | Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:00 WIB

Cak Imin: Bencana Bertubi-Tubi Bisa Picu Kemiskinan Baru

Cak Imin: Bencana Bertubi-Tubi Bisa Picu Kemiskinan Baru

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 07:09 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×