Pemilihan Wagub DKI Mentok di DPRD, Pengamat: Seperti Kembali ke Orde Baru

M. Reza Sulaiman, Fakhri Fuadi Muflih

Sabtu, 22 Februari 2020 | 15:49 WIB
Pemilihan Wagub DKI Mentok di DPRD, Pengamat: Seperti Kembali ke Orde Baru
Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. (Ummi Saleh/Suara.com)

Suara.com - Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna menilai pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta terlalu lambat dan berlarut-larut karena sudah lebih dari satu tahun.

Yayat mengatakan pemilihan pengganti Sandiaga Uno ini sudah berjalan terlalu lama. Yayat bahkan ikut terlibat sebagai tim uji kepatutan dan kelayakan saat periode sebelumnya tahun lalu.

Namun setelah ia bersama tim fit and proper test sudah memilih calonnya, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, prosesnya malah mandek di DPRD.

"Bayangkan setahun lebih loh kami sudah diminta untuk memberi input, masukan. Sudah terpilih calonnya," ujar Yayat di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2/2020).

Ia membandingkan dengan pemilihan Djarot Saiful Hidayat saat menjadi Wagub pengganti di periode lalu. Menurutnya saat itu prosesnya cepat dan tak serumit sekarang.

"Waktu pak Djarot dipilih oleh pak Ahok enggak seriwuh ini. Maksud saya aman-aman saja," jelasnya.

Menurutnya proses yang panjang ini disebabkan komitmen yang rendah dari partai politik dalam menyelesaikan pemilihan. Dengan kata lain, terlalu banyak kepentingan dalam perebutan kursi DKI 2.

Akhirnya, kata Yayat, warga Jakarta menjadi korbannya karena proses ini. Kondisi demikian disebutnya seperti saat orde baru.

"Padahal yang dikorbankan ini adalah warga jakarta. Ini kita seperti kembali ke masa orde baru. Pemilihannya oleh DPRD," tuturnya.

baca juga

Karena itu, ia menilai pemilihan kali ini terlalu riweuh atau rumit. Akibatnya, warga DKI tidak lagi memedulikannya lagi.

"Lama-lama orang Jakarta itu enggak peduli tuh dengan persoalan ada Wagub dan tidak ada Wagub. Jadi pertanyaan paling besar pemilihan ini untuk siapa? Apa lagi prosesnya sudah hampir lebih tiga tahun masa kepemimpinan pak Anies," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei LKSP: Warga DKI Belum Tahu Pemilihan Wagub, Nurmansyah Lebih Populer

Survei LKSP: Warga DKI Belum Tahu Pemilihan Wagub, Nurmansyah Lebih Populer

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 21:39 WIB

Belum Tentukan Pilihan Calon Wagub, PDIP akan Tentukan di Detik-detik Akhir

Belum Tentukan Pilihan Calon Wagub, PDIP akan Tentukan di Detik-detik Akhir

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 12:11 WIB

Pengamat Nilai Pemilihan Wagub DKI Rawan Politik Uang

Pengamat Nilai Pemilihan Wagub DKI Rawan Politik Uang

News | Kamis, 20 Februari 2020 | 21:19 WIB

Terkini

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan

Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi

Banten | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:15 WIB

×