WNI di Diamond Princess Akan Dievakuasi, Tunggu Penerbangan dari Jepang

Pebriansyah Ariefana, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 27 Februari 2020 | 15:20 WIB
WNI di Diamond Princess Akan Dievakuasi, Tunggu Penerbangan dari Jepang
WNI Kru Diamond Princess mengirimkan pesan video kepada Presiden Joko Widodo melalui ABC Indonesia, Minggu (23/02). [ABC Indonesia/Supplied:Sasa]

Suara.com - Pemerintah Indonesia akan mengevakuasi 68 warga negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai anak buah kapal atau ABK Kapal Diamond Princess dari perairan Yokohama, Jepang. Evakuasi rencananya akan dilakukan menggunakan pesawat.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah hingga kini menjadwalkan proses evakuasi. Dalam hal ini, pemerintah masih menunggu daftar antre penerbangan dari pemerintah Jepang.

"Jadi nomor satu, kami baru nego ke Jepang untuk dapat slot penerbangannya. Kan harus dapat slot. Yang paling penting adalah akan segera dievakuasi. Ya paling sehari dua hari ini, begitu sana (Jepang) slotnya dibuka, kami terbangkan," kata Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (27/2/2020).

Eks Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto itu menuturkan, pesawat jenis Wide Body sudah disiagakan. Jika pemerintah sudah mengantongi jadwal penerbangan, proses evakuasi akan segera dilakukan.

"Nah sekarang tinggal jadwal pesawatnya sudah disiapkan untuk mulai bisa terbang ke Jepang pakai Wide Body. Supaya bisa langsung terbang dimana nanti yang ditentukan. Tidak usah pakai transit-transit," sambungnya.

Terawan belum dapat memastikan lokasi observasi bagi para ABK tersebut. Pasalnya, pemerintah masih fokus pada proses evakuasi terlebih dahulu.

"Soal nanti itu dimana kan tadi sudah diomongkan Menko PMK. Kan masih ada waktu untuk fix-nya. Mana yang paling siap. Yang penting paling membuat ABK itu bisa melewatinya dengan sehat. Kami hati-hatinya disitu," papar terawan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah akan mengevakuasi 68 warga negara Indonesia (WNI) di Kapal Diamond Princess.

Menurut Muhadjir, kekinian pemerintah masih berkoordinasi dengan Pemerintah Jepang dan perusahaan pemilik Kapal Diamond Princess untuk menentukan kapan waktu evakuasi 68 WNI itu dapat dilakukan.

baca juga

"Pemerintah akan mengevakuasi warga negara Indonesia anak buah kapal Diamond Princess yang bersandar di Yokohama yang untuk sementara jumlahnya 68 orang dengan pesawat," kata Muhadjir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Virus Corona, Jepang Tetap Gelar Pawai Obor Olimpiade 2020

Wabah Virus Corona, Jepang Tetap Gelar Pawai Obor Olimpiade 2020

Sport | Kamis, 27 Februari 2020 | 15:09 WIB

KBRI Riyadh Lobi Arab Saudi Terima Jemaah Pemilik Visa Umrah

KBRI Riyadh Lobi Arab Saudi Terima Jemaah Pemilik Visa Umrah

News | Kamis, 27 Februari 2020 | 15:08 WIB

Sudah Sampai Dubai, Jamaah Umrah Asal Indonesia Kembali Dipulangkan

Sudah Sampai Dubai, Jamaah Umrah Asal Indonesia Kembali Dipulangkan

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2020 | 14:41 WIB

Dampak Wabah Corona Covid-19, Ritel Akui Banyak Barang Datang Terlambat

Dampak Wabah Corona Covid-19, Ritel Akui Banyak Barang Datang Terlambat

Lifestyle | Kamis, 27 Februari 2020 | 14:32 WIB

Terkini

Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:53 WIB

Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana

Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana

Bogor | Selasa, 15 September 2026 | 19:51 WIB

Mendagri Tepis Tudingan OPM: Alasan Intel Hanya Dalih untuk Tutupi Aksi Kekerasan!

Mendagri Tepis Tudingan OPM: Alasan Intel Hanya Dalih untuk Tutupi Aksi Kekerasan!

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:50 WIB

Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar

Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:50 WIB

Krisis Air Menjalar di Ibu Kota, Pramono Berharap Badai El Nino Berakhir September

Krisis Air Menjalar di Ibu Kota, Pramono Berharap Badai El Nino Berakhir September

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:49 WIB

Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK

Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 19:46 WIB

5 Posisi Meja Belajar Anak Menurut Feng Shui agar Fokus dan Pintar, Siap Berprestasi di Sekolah

5 Posisi Meja Belajar Anak Menurut Feng Shui agar Fokus dan Pintar, Siap Berprestasi di Sekolah

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:45 WIB

Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo

Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 19:43 WIB

Diduga Terlihat di Dekat Anak Krakatau, Kapal Arupadhatu 1 Ternyata Nihil

Diduga Terlihat di Dekat Anak Krakatau, Kapal Arupadhatu 1 Ternyata Nihil

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:42 WIB

Rumah Dihancurkan dan Aset Disita, Atalarik Syach Minta Keadilan ke Komisi III DPR

Rumah Dihancurkan dan Aset Disita, Atalarik Syach Minta Keadilan ke Komisi III DPR

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 19:40 WIB

×