Suara.com - Aktivitas penumpang di Terminal Blok M masih berjalan normal seiring dengan ditemukannya kasus virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Tidak ada yang berubah dari awal sebelum ditemukannya dua WNI positif Corona.
Kendati begitu, Misbakun, salah satu seorang petugas di bagian keberangkatan bus Damri jurusan Blok M - Bandara Soekarno-Hatta mengatakan bahwa ada dampak yang ditimbulkan akibat Corona, yakni mulai menurunnya jumlah penumpang.
Menurutnya, penurunan jumlah penumpang sudah mulai terasa sejak Februari 2020, terutama mereka yang menuju ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dengan tujuan penerbangan internasional.
Dia mengatakan, jumlah penumpang semakin menurun imbas dari pemberitaan ada 2 WNI yang terjangkit virus Corona.

"Iya dari sebelumnya sudah 90 persen sekarang turun lagi 5 persen. Jadi jumlah penumpang hanya 85 persen dari sebelumnya. Itu sudah mulai pas berita-berita Corona. Jadi sebelum masuk (Corona masuk ke Indonesia) sini, sudah turun," kata Misbakun ditemui di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).
Sedangkan untuk penumpang bus antarkota masih relatif normal tidak terpengaruh dengan virus Corona. Misbakun menilai hal tersebut lebih karena penumpang bus antarkota yang mayoritas merupakan pekerja.

"Mereka yang kerja di sini. Jadi sore pulang atau nanti setiap kamis dan jumat mulai pulang, ramai. Jadi gak ngaruh untuk antarkota," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan pernyataan mengejutkan.
Kepala Negara menyebut ada dua WNI yang positif terjangkit virus Corona atau COVID-19 di Indonesia. Dia menuturkan keduanya adalah seorang ibu dan putrinya yang kini dirawat di sebuah rumah sakit.
"Seorang ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun. Kami cek pada posisi yang sakit. Dicek dan tadi pagi saya mendapatkan laporan dari Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/2/2020).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan dua orang tersebut terjangkit virus corona dari WNA asal Jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia.