Tersebar di 23 Provinsi, Pemerintah: 156 Pasien dalam Pengawasan Corona

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 05 Maret 2020 | 17:02 WIB
Tersebar di 23 Provinsi, Pemerintah: 156 Pasien dalam Pengawasan Corona
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Juru bicara untuk penanganan virus corona atau Covid-19 Achmad Yurianto menyebut sebanyak 156 pasien dalam pengawasan. Pasien tersebut kekinian berada di 35 rumah sakit di 23 provinsi di Indonesia.

"Posisi kemarin pasien dalam pengawasan atau spesimen yang kita terima untuk diperiksa yang berasal dari 156 (orang). Artinya ada 156 pasien dalam pengawasan berasal dari 35 rumah sakit yang tersebar di 23 provinsi," ujar Yurianto di Kompleks Istana Kepreidenan, Jakarta, Kamis (5/4/2020).

Yurianto mengatakan dari 156 pasien tersebut dua diantaranya adalah pasien positif terkena corona. Dua orang tersebut kini masih berada di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

"Hasilnya dua positif yang kita sebut sebagai kasus nomor 1 dan kasus nomor 2," kata Yurianto.

Lebih lanjut, dari 156 PDP sembilan di antaranya masih menunggu hasil pemeriksaannya. Ia menyebut pemeriksaan pasien suspect corona tidak hanya menggunakan satu metode.

"Tidak hanya menggunakan metode PCR. Memang PCR adalah pemeriksaan dengan reaksi cepat, kita bisa mendapatkan hasilnya kurang dari 24 jam. Tetapi hasilnya harus di crosscheck dengan metode pemeriksaan denum sequencing, yang membutuhkan waktu tiga hari untuk memastikan keakuratan hasilnya," ucap Yurianto.

Ia menuturkan, orang yang dalam pengawasan mereka yang baru pulang dari negara positif corona.

"Bukan hanya China, tapi juga kita tahu sekarang di Korea Selatan, kemudian Jepang, kemudian Singapura, Malaysia, Italia, Iran dan sebagainya, maka orang ini akan kita masukkan di dalam kriteria orang dalam pemantauan atau oDP," kata Yurianto.

Yurianto menjelaskan, orang yang dalam pemantauan bukan dimaknai dengan orang sakit, namun masih dalam pemantauan untuk dilakukan penelusuran.

baca juga

Kemudian apabila ODP mengalami sakit dengan gejala yang mengarah ke influenza, batuk, dan sesak napas akan dimasukkan ke dalam pasien dalam pengawasan (PDP).

Karenanya PDP akan dilakukan perawatan dengan baik karena sudah menjadi pasien atau dinyatakan suspect corona.

"Pasien dalam perawatan ini yang pertama kali akan kita eksplore dari yang bersangkutan adalah apakah ada riwayat kontak. Riwayat kontak itu artinya dia pernah kontak dekat dengan orang lain yang positif COVID-19. Pasti positif. Kalau memang itu ada dan itu kita yakini kuat maka kita akan menempatkan dia menjadi suspect, suspect COVID-19," tutur Yurianto.

"Begitu kita menyatakan suspect, maka kita harus melakukan pemeriksaan virus. Ini untuk memastikan apakah ini confirm engga ini. Kalau positif confirm maka kita akan confirm COVID-19," Yurianto menambahkan.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov Bilang Tutup karena Belum Aman, Paloma Bistro Ternyata Tetap Buka

Pemprov Bilang Tutup karena Belum Aman, Paloma Bistro Ternyata Tetap Buka

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 16:57 WIB

Selain Corona, 10 Penyakit Ini Pernah Jadi Wabah Mengerikan di Dunia

Selain Corona, 10 Penyakit Ini Pernah Jadi Wabah Mengerikan di Dunia

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 16:52 WIB

DPR Setuju Penyebar Data Pasien Virus Corona Ditangkap, Termasuk Pejabat

DPR Setuju Penyebar Data Pasien Virus Corona Ditangkap, Termasuk Pejabat

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 16:41 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×