Tren Salam Siku di Tengah Parno Virus Corona Tertular Lewat Jabat Tangan

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 08 Maret 2020 | 15:02 WIB
Tren Salam Siku di Tengah Parno Virus Corona Tertular Lewat Jabat Tangan
Salam siku juga dilakukan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. (dok Kemlu)

Suara.com - Berawal dari stasiun televisi CNN juga melaporkan Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer menolak jabat tangan Kanselir Angela Merkel. Saat itu mereka akan melangsungkan pertemuan hari Selasa (3/3/2020). Ia memilih untuk menjaga jarak tangan ketika memberi salam. Mereka takut tertular virus corona karena sedang mewabah di dunia.

Kejian lain, Gubernur Negara Bagian Washington Jay Inslee dan beberapa pejabat lain menyambut kedatangan Wakil Presiden AS Mike Pence di Pangkalan Angkatan Udara Lewis-McChord pada Kamis (5/3/2020) dengan salam siku, bukan berjabat tangan sebagaimana yang biasa dilakukan.

Pence, yang merupakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Virus Corona Amerika, datang ke negara bagian itu untuk mengkaji perebakan virus di sana dan di sejumlah negara bagian lain. Virus tersebut hingga Sabtu (7/3/2020) telah menjangkiti lebih dari 330 orang dan menewaskan tujuh belas orang.

Sehari sebelumnya salam siku juga dilakukan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional IMF Kristalina Georgieva ketika bertemu Presiden Bank Dunia David Malpass pada hari Rabu (4/3/2020).

Salam siku juga dilakukan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi ketika bertemu sejumlah pejabat pada pertengahan minggu ini.

Virus corona, yang dilaporkan telah menjangkiti lebih dari 90 negara, mendorong orang untuk membatasi kontak fisik, termasuk berjabattangan. Salam siku yang semula menjadi keseharian atlet –khususnya dalam pertandingan basket– kini dinilai menjadi cara berkomunikasi yang aman.

Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, Effendi Ghazali, mengatakan “sah sekali” mengubah cara memberi salam di saat meluasnya wabah virus corona seperti sekarang ini. Menurutnya tujuan semua tindakan komunikasi adalah pesan tersampaikan, dan konteks sangat penting.

"Dalam konteks sekarang, maka salaman baru justru makin penting maknanya, yaitu bahwa orang masih sangat ingin bersalaman tetapi caranya berbeda. Dan mengingatkan kita tetap bisa hidup bareng, tetap sambung rasa, sambil sekaligus menangkal penyebaran corona,” ujarnya ketika dihubungi VOA melalui telepon Sabtu malam (7/3).

Sementara penulis dan pembawa acara terkenal, Kang Maman, menilai dalam situasi darurat, “banyak hal-hal khusus yang juga sifatnya darurat yang dilakukan untuk menghadapi situasi. Jika hal itu baik atas berbagai pertimbangan ilmiah, silakan. Toh niatnya demi kebaikan bersama," katanya.Namun mantan wartawan ini juga buru-buru menggarisbawahi hal-hal yang tidak boleh, yaitu panik, lalu saling curiga satu sama lain dan saling menghindari satu sama lain.Menurut dr. Mariya Mubarika, berjabat tangan yang biasa dilakukan memang berpotensi menjadi “wahana” penularan virus.

baca juga

“Area tubuh yang paling rawan adalah telapak tangan dan tangan, karena droplet bisa menempel. Jika mengusap wajah, hidung, mata, mulut, maka kuman akan masuk dan menginfeksi,” paparnya ketika dihubungi VOA Sabtu malam (7/3).

Ia mencontohkan bagaimana bersentuhan tangan dapat menimbulkan risiko jika telapak tangan terkena tangan yang ternyata ada kumannya, kemudian mengusap wajah.

“Poin pentingya adalah di perpindahan droplet, dari telapak tangan ke hidung, mata dan mulut. Juga ketika misalnya duduk di meja yang ada droplet, lalu tangan mengusap baju tempat dudukan, kemudian mengusap wajah, yaa bisa juga menimbulkan risiko, meski tanpa salaman,” paparnya.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) lewat berbagai cara telah meminta warga masyarakat untuk mengambil berbagai tindakan yang perlu guna meminimalisir risiko tertular virus corona, termasuk mendorong upaya menjaga jarak secara sosial atau social distancing. CDC juga menyarankan untuk menutup mulut ketika batuk, mencuci tangan dan tidak ke luar rumah ketika sakit.Selain jabat tangan, para pejabat berwenang juga menyarankan untuk tidak lagi menyapa dengan cium pipi. Menteri Kesehatan Perancis Olivier Veran menyarankan warganya agar tidak lagi melakukan “faire la bise” atau “cium pipi” yang menjadi bagian dari tradisi komunikasi mereka.

Otoritas berwenang di Italia juga menyampaikan saran serupa. Ada 716 kasus perebakan virus corona di Perancis saat ini, termasuk 11 korban meninggal dunia. Sementara di Italia, lebih dari 4.600 orang tertular virus mematikan itu, sementara 197 orang meninggal dunia.

Virus corona, yang berawal di kota Wuhan, China, telah menjangkiti lebih dari 104 ribu orang di 90 negara hingga hari Sabtu (7/3). Sedikitnya 3.500 orang meninggal dunia. Korea Selatan, Iran dan Italia adalah tiga negara dengan jumlah perebakan paling banyak di luar China.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Politikus Terkemuka Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

Satu Politikus Terkemuka Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

News | Minggu, 08 Maret 2020 | 14:54 WIB

Tisu Basah Bayi Tidak Bisa Cegah Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya!

Tisu Basah Bayi Tidak Bisa Cegah Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya!

Health | Minggu, 08 Maret 2020 | 14:52 WIB

Deteksi Virus Corona, Eijkman Usul Pemerintah Gandeng RS Swasta

Deteksi Virus Corona, Eijkman Usul Pemerintah Gandeng RS Swasta

News | Minggu, 08 Maret 2020 | 14:08 WIB

Anjing dan Kucing Tak Mungkin Tularkan Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya

Anjing dan Kucing Tak Mungkin Tularkan Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya

Health | Minggu, 08 Maret 2020 | 14:08 WIB

Terkini

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:49 WIB

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

×