Gadis Pembunuh Bocah Jalani Tes Kejiwaan, Hasilnya Akan Keluar Dua Pekan

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 10 Maret 2020 | 10:01 WIB
Gadis Pembunuh Bocah Jalani Tes Kejiwaan, Hasilnya Akan Keluar Dua Pekan
Lokasi pembunuhan di Sawah Besar. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Perempuan berinisial NF (15) masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Hasil pemeriksaan pembunuh bocah 6 tahun berinisial APA di kawasan Sawah Besar tersebut akan keluar satu hingga dua Minggu ke depan.

"(Hasil pemeriksaan baru keluar) satu sampai dua Minggu," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto kepada wartawan, Selasa (10/3/2020).

Meski demikian, aparat kepolisian belum mengetahui hasil tes kejiwaan terhadap MF. Menurut Heru, pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati tetap bekerja secara profesional dalam menangani NF.

"Untuk saat ini tim dari RS Polri Kramat Jati masih bekerja secara profesional. Bila ada perkembangan yang signifikan pasti akan kami sampaikan," kata Heru.

Sebelumnya, Kepala Tim Dokter Kejiwaan Rumah Sakit Polri Henny Riana mengakui, pihaknya telah menerima NF. NF menjalani pemeriksaan berupa Visum Et Repertum Psikiatrikum -- visum kejiwaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada Senin (9/3/2020) hari ini.

"Kami sudah menerima pemeriksaan. Baru hari pertama Visum Et Repertum Psikiatrikum, visum jiwa," kata Henny di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (9/3/2020).

Henny mengklaim, NF cukup kooperatif selama pemeriksaan berlangsung. Meski demikian, tim dokter tidak terlalu mencecar pertanyaan bertubi-tubi pada NF.

Ilustrasi darah karena pembunuhan (Pixabay).
Ilustrasi darah karena pembunuhan (Pixabay).

Diketahui, pada Kamis (5/3/2020), korban APA kebetulan sedang berada di rumahnya-- jarak rumah NF dan korban terbilang berdekatan. Korban, biasa bermain di sana karena dia memang teman sepermainan dari adik NF.

Oleh NF, korban diminta untuk mengambil mainan yang berada di dalam bak kamar mandi. Setelah bocah nahas tersebut berada di dalam bak, NF lantas menengelamkannya.

baca juga

Tak hanya ditenggelamkan, NF juga mencolok leher korban saat berada di dalam bak. Setelah bocah itu lemas, NF lantas membawa korban keluar dari dalam bak.

Namun, darah keluar dari hidung korban. NF lantas menyumpal hidung korban menggunakan tisu dan mengikatnya.

Polisi menyebut, NF sempat menaruh jasad korban di dalam ember. Oleh NF, jasad tersebut ditutup menggunakan seprai agar orang di rumahnya tidak curiga.

Padahal, ember tersebut berada di dalam kamar mandi. Orang tua NF bahkan sempat mondar-mandir ke kamar mandi sejak siang hari.

Semula, NF hendak membuang korban yang sudah lemas tak berdaya. Karena hari sudah sore, maka NF menyimpan bocah tersebut ke dalam lemari.

Pada Jumat (6/3/2020) pagi, NF kebingungan ihwal lokasi pembuangan jasad korban. Saat itu, NF hendak berangkat ke sekolah. Dalam perjalanan, dia mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian lain dan melaporkan kasus itu ke kantor polisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gadis Bunuh Balita di Sawah Besar, Psikolog Duga Skizofrenia dan Psikopat

Gadis Bunuh Balita di Sawah Besar, Psikolog Duga Skizofrenia dan Psikopat

Health | Selasa, 10 Maret 2020 | 09:52 WIB

KPAI: Guru BK Harus Bisa Jadi Benteng Anak-Anak yang Dirundung Masalah

KPAI: Guru BK Harus Bisa Jadi Benteng Anak-Anak yang Dirundung Masalah

Health | Selasa, 10 Maret 2020 | 09:19 WIB

Paman Tega Perkosa dan Cekik Keponakan Hingga Tewas di Kamar

Paman Tega Perkosa dan Cekik Keponakan Hingga Tewas di Kamar

News | Selasa, 10 Maret 2020 | 08:08 WIB

Viral, Video Gadis Pembunuh Sawah Besar Bikin Merinding

Viral, Video Gadis Pembunuh Sawah Besar Bikin Merinding

Tekno | Selasa, 10 Maret 2020 | 08:00 WIB

Terkini

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:20 WIB

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:18 WIB

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 19:16 WIB

Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist

Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:15 WIB

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:13 WIB

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:11 WIB

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:10 WIB

×