Soal Klaim Pembela Rakyat dan Islam, Gus Sahal Sebut Memuakkan

Dany Garjito, Husna Rahmayunita

Selasa, 10 Maret 2020 | 11:22 WIB
Soal Klaim Pembela Rakyat dan Islam, Gus Sahal Sebut Memuakkan
Cuitan Gus Sahal soal klaim pembela rakyat dan islam. (Twitter/@sahal_AS)

Suara.com - Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Cabang Amerika Serikat Akhmad Sahal atau Gus Sahal mengklaim oknum yang mengatasnamakan diri sebagai pembela rakyat serupa dengan pihak yang menyuarakan pembelaan tehadap agama Islam.

Pasalnya keduanya berdalih menjadikan diri sendiri sebagai tolok ukur kebenaran. Hal ini disampaikan Gus Sahal lewat cuitan di akun Twitter pribadinya @sahal_AS.

BACA JUGA: Ahli Hukum di Saudi Kritik Penceramah yang Sebut Virus Corona Tentara Allah

"Yang ngerasa paling bela rakyat mirip dengan yang ngerasa diri paling bela Islam: sama-sama jadikan diri sebagai ukuran kebenaran," tulis Gus Sahal seperti dikutip Suara.com, Selasa (10/3/2020).

Menurut Gus Sahal, dua kubu tersebut memicu penolakan dari sebagian orang. Namun, penolakan tersebut juga dibalas dengan anggapan miring dari kubu si pembela.

"Yang gak setuju dengan si 'pembela rayat' dicap anti rakyat, antek oligarki dll. Yang ga setuju si 'pembela islam' dicap sesat, kafir," imbuhnya.

Ia lantas menyebut kehadiran orang yang mengklaim diri sebagai pembela rakyat ataupun pembela islam hingga memicu kegaduhan, adalah sebuah hal yang memuakkan.

"Keduanya sama-sama memuakkan," kata Gus Sahal, memungkasi.

BACA JUGA: Rangga 'Sunda Empire' Berulah Lagi: Saya Cari Biang Kerok Corona

Cuitan Gus Sahal inipun mendapat sambutan dari warganet. Tak sedikit dari mereka yang mengaku sependapat dengan Gus Sahal.

"Persis. Penggunaan terma 'aspirasi rakyat' dengan cara yang generik dan ugal-ugalanan sama seperti penggunaan terma hijrah yang marak belakangan ini. Abused," kata @chidaism.

Sementara akun @militanidiots2 justru menunjukkan respons kontra terhadap cuitan Gus Sahal seperti berikut.

"Sama kayak Anda yang kritik Jokowi dan gak setuju keputusan penguasa dicap anti nkri, hti, kadrun, anti pancasila...sangat memuakan," tulisnya.

Cuitan Gus Sahal soal klaim pembela rakyat dan islam. (Twitter/@sahal_AS)
Cuitan Gus Sahal soal klaim pembela rakyat dan islam. (Twitter/@sahal_AS)

Gus Sahal: Skor Anies Nyungsep Dibanding Raja Firaun

Cendekiawan NU Gus Sahal menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih parah daripada Raja Mesir Kuno Firaun.

Pendapat tersebut terlontar, setelah Gus Sahal menyoroti pernyataan Anies saat kampanye Pilgub DKI Jakarta 2016. Menurut Gus Sahal, saat itu Anies menyamakan Basuki Thahaja Purnama alias Ahok dengan Firaun.

Di mata Anies, konsep pembangunan yang diterapkan Ahok di ibu kota hanya menitikberatkan pada sektor fisik bukan pemberdayaan manusia. Anies pun mengatakan kalau soal membangun kota, Firaun juga bisa.

BACA JUGA: Italia Karantina 16 Juta Orang, Ferdinand: Indonesia Malah Ngotot Formula E

Terkait hal itu, Gus Sahal mengatakan Anies sengaja menggunakan framing agama untuk melancarkan kemenangannya.

Pernyataan ini disampaikan lewat video unggahan kanal YouTube CokroTV, Kamis (5/3/2020)

"Ahok digambarkan sebagai sosok Firaun zaman now, pemimpin non muslim yang angkuh, sombong dan zalim. Sedangkan Anies sepertinya ingin menampilkan diri sebagai Musa zaman now pejuangan keadilan untuk rakyat yang selama ini tertindas," kata Gus Sahal.

Bagi Gus Sahal, tindakan ini menandakan bahwa Anies ingin warga muslim Jakarta tak menilai Ahok dari capaian dan kinerjanya. Namun, klaim tersebut justu berbanding terbalik dengan kondisi ibu kota sekarang yang kerap dilanda banjir.

Selain itu, Anies dinilai lalai menerapkan berbagai kebijakan, salah satunya soal ajang Formula E. Melihat kenyataan sedemikian rupa, Gus Sahal pun menyebut Anies lebih parah dibandingkan Firaun.

"Kalau pakai ukuran Anies sendiri tentang Firaun, ia justru lebih parah dibanding Firaun. Firaun setidaknya berhasil membangun kotanya dengan megah, sedangkan Anies justru menenggelamkan kotanya" tandas Gus Sahal.

Bahkan, menurutnya skor Anies dalam membangun kota jauh dibandingkan Firaun.

"Jadi kalau dinilai berdasar standar Anies sendiri tentang Firaun, skor dia tetap aja nyungsep. Menyaingi Firaun aja gak becus, apalagi mengunggulinya," kata Gus Sahal, memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Sahal: Skor Anies Baswedan Nyungsep Dibanding Raja Firaun

Gus Sahal: Skor Anies Baswedan Nyungsep Dibanding Raja Firaun

News | Sabtu, 07 Maret 2020 | 20:48 WIB

2 WNI Positif Virus Corona, Gus Sahal: Pemerintah Tak Usah Lagi Menyangkal

2 WNI Positif Virus Corona, Gus Sahal: Pemerintah Tak Usah Lagi Menyangkal

News | Senin, 02 Maret 2020 | 13:05 WIB

Kritik RUU Ketahanan Keluarga, Gus Sahal: Negara Memaksakan Kadrunisme

Kritik RUU Ketahanan Keluarga, Gus Sahal: Negara Memaksakan Kadrunisme

News | Sabtu, 22 Februari 2020 | 10:18 WIB

Soal Si Miskin Wajib Cari yang Kaya, Gus Sahal: Lomba Eror Tingkat Menteri?

Soal Si Miskin Wajib Cari yang Kaya, Gus Sahal: Lomba Eror Tingkat Menteri?

News | Kamis, 20 Februari 2020 | 13:36 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB