WNI Positif Corona Kena di Jakarta, Pemprov DKI Harus Periksa 78 Orang

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 13 Maret 2020 | 15:05 WIB
WNI Positif Corona Kena di Jakarta, Pemprov DKI Harus Periksa 78 Orang
Simulasi penanganan pasien yang terdeteksi Virus Corona di RS Margono Soekarjo Purwokerto. [Suara.com/Anang Firmansyah]

Suara.com - Pemprov DKI Jakarta hingga saat ini sudah melakukan pemeriksaan dan penelitian pada puluhan orang setelah Presiden Jokowi mengumumkan ada warga Depok, Jawa Barat, yang kena virus corona. Dari satu pasien itu, ada 78 orang yang harus diperiksa.

Hal ini diungkap oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti dalam video rapat pembahasan penanganan Covid-19 di Balai Kota pada 10 Maret 2020 lalu. Pertemuan yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini diunggah ke akun youtube resmi Pemprov DKI.

Karena penularan pasien pertama itu di Jakarta, Widyastuti menjelaskan pihaknya langsung melakukan penyelidikan dari kegiatan pasien itu selama 14 hari sebelumnya. Waktu ini ditentukan sesuai dengan gejala atau inkubasi yang dialami seseorang jika terjangkit corona.

"Jadi tim kami harus turun mencari data kontak (interaksi pasien). Ternyata banyak sekali, mulai klinik yang didatagi beliau, rumah sakit, dari mulai dokter yang rawat jalan, rawat inap dan sebagainya," ujar Widyastuti dalam video itu sperti dikutip suara.com, Jumat (13/3/2020).

Selanjutnya, tim kesehatan dari Dinkes mendata siapa saja yang menjalin interaksi dengan pasien itu positif corona 01. Mereka diperiksa dan ditindak sesuai aturan Orang dalam Pemantauan (ODP) dan (Pasien dalam Pengawasan).

"Kemudian kita ke 14 hari sebelumnya, siapa-siapa saja yang beliau temuin. Kita sudah lakukan itu dengan prinsip ODP dan PDP tadi. Mulai isolasi diri, pengambilan swep dan sebagainya," jelasnya.

Total yang diperiksa, kata Widyastuti, mencapai 78 orang untuk satu pasien positif. Dengan demikian, karena jumlah pasien positif sudah bertambah jauh lebih banyak, kemungkinan interaksi serupa juga bisa terjadi pada kasus pasien lainnya.

"Dari satu kasus positif, ada 78 di sekitarnya yang harus kita swep dan kita kelola. Dari satu kasus positif," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Atlet Dunia yang Terkena Virus Corona

Daftar Atlet Dunia yang Terkena Virus Corona

Your Say | Jum'at, 13 Maret 2020 | 14:54 WIB

2 Pasien Positif Virus Corona Meninggal Dunia, Kata Jokowi

2 Pasien Positif Virus Corona Meninggal Dunia, Kata Jokowi

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 14:48 WIB

Derita Diabetes, Pria Ini Ceritakan Rasanya Terinfeksi Corona Covid-19

Derita Diabetes, Pria Ini Ceritakan Rasanya Terinfeksi Corona Covid-19

Health | Jum'at, 13 Maret 2020 | 15:02 WIB

Dihadiri Orang Positif Corona, WN Ikut Tabligh Akbar Malaysia Wajib Lapor

Dihadiri Orang Positif Corona, WN Ikut Tabligh Akbar Malaysia Wajib Lapor

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 14:57 WIB

Terkini

Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!

Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI

Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores

Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:55 WIB

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya

Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:40 WIB

×