Aktivis Kawal Covid-19: Saya Lelah, RI Tak Mau Belajar dari Iran dan Italia

Dany Garjito, Husna Rahmayunita

Senin, 16 Maret 2020 | 14:28 WIB
Aktivis Kawal Covid-19: Saya Lelah, RI Tak Mau Belajar dari Iran dan Italia
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di gerbong kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (15/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Aktivis gerakan KAWAL COVID, Ainun Najib secara blak-blakan mengaku lelah dengan respons sejumlah warga Indonesia di tengah pandemi virus corona yang kian meluas.

Ia menyesalkan sikap pemerintah yang enggan berkaca pada negara lain seperti Iran dan Italia. Padahal, kasus virus corona terus meningkat dari hari ke hari.

Pernyataan tersebut disampaikan Ainun Najib melalui akun Twitter pribadinya, @ainunnajib.

"Saya lelah. Bangsa kita tidak mau belajar dari Iran & Italia yang nyata di depan mata," tulis Ainun Najib seperti dikutip Suara.com, Senin (16/3/2020).

Menurutnya, pemerintah pusat lamban menangani virus corona. Tindakan cepat baru diambil setelah ada menteri yang positif terinfenksi corona.

"Pemerintah meremehkan #COVID19, nunggu Menteri-Menteri positif dan terkapar baru nyadar," tambahnya.

Tak cukup sampai di situ, selain menyoroti sikap pemerintah, Ainun Najib juga mengkritik warga yang tetap bersikeras beraktivitas di luar untuk urusan tak mendesak.

Padahal, pemerintah sudah menerbitkan imbauan bagi warga untuk bertahan di rumah. Ia lantas memberikan sindiran kepada warga yang masih saja abai tehadap upaya penanggulangan virus corona.

"Sekarang rakyat banyak sama saja, disuruh #dirumahaja ngeyel. Apakah nunggu bergelimpangan jenazah?," tulis Ainun Najib, memungkasi.

baca juga

Unggahan tersebut seketika menuai perhatian warga Twitter. Terbukti setelah dibagikan telah mendapat 1,3 ribu retweets dan 2,9 ribu likes.

Cuitan aktivis Kawal Covid. (Twitter/@ainunnajib)
Cuitan aktivis Kawal Covid. (Twitter/@ainunnajib)

Banyak warganet yang justu mengkritik cuitan Ainun Najib tersebut lantaran dinilai kontra dengan warga.

"Mohon mas @ainunnajib memiliki empati. Jangan mencibir rakyat Indonesia. Pahami bahwa kondisi setiap orang berbeda. Mohon punya empati Mas!," kata @aSoekarnen.

"Pak.. Sosialisasi daru pemerintah kurang.. Yan dibawah nggak tahu apa itu Covid 19 dan bahayanya..Dan dunia usaha gak mau tahu, usahanya harus tetap jalan, mana mau meliburkan karyawannya.." timpal @banupr.

Untuk diketahui, di Indonesia, angka penderita terinfeksi juga semakin meningkat. Per Minggu (15/3/2020), kasus positif virus corona Covid-19 bertambah 21, hingga membuat total kasus menjadi 117. Sebanyak 5 orang meninggal dunia dan 8 orang dinyatakan sembuh.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto.

"Ada 21 kasus baru, 19 di Jakarta, 2 di Jawa Tengah," kata Yurianto kepada wartawan di Istana Negara Jakarta, Minggu.

Ia menyebutkan kemungkinan pasien sembuh akan bertambah tak lama lagi. Sudah ada 7 pasien yang sedang menanti dua kali tes, dan apabila hasilnya negatif, maka sudah boleh dipulangkan.

Mewabahnya virus corona ini membuat beberapa negara melakukan lockdown atau kuncian.

Namun menurut Yurianto, Indonesia tidak perlu ikut-ikutan melakukan opsi lockdown hanya karena jumlah negara yang mengambil langkah tersebut semakin bertambah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Bikin Takut Kondangan, Pengantin Ini Malah Ancam Tamu Undangan

Covid-19 Bikin Takut Kondangan, Pengantin Ini Malah Ancam Tamu Undangan

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2020 | 13:39 WIB

Pria di Bali Sukarela Semprot Desinfektan Corona di Jalan, Aksinya Viral

Pria di Bali Sukarela Semprot Desinfektan Corona di Jalan, Aksinya Viral

News | Senin, 16 Maret 2020 | 13:51 WIB

Virus Corona Meluas, Gus Mus: Ikhtiar Lahir Sudah Massal, Jangan Lupa Batin

Virus Corona Meluas, Gus Mus: Ikhtiar Lahir Sudah Massal, Jangan Lupa Batin

News | Senin, 16 Maret 2020 | 12:59 WIB

Di-lockdown karena Virus Corona, Warga Italia Teriak Grazie China

Di-lockdown karena Virus Corona, Warga Italia Teriak Grazie China

News | Senin, 16 Maret 2020 | 12:06 WIB

Terkini

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

×