Curhat Pasien Suspect Corona, Ruang Isolasi Sesak, Negara Tidak Siap

Dany Garjito, Husna Rahmayunita

Selasa, 17 Maret 2020 | 10:26 WIB
Curhat Pasien Suspect Corona, Ruang Isolasi Sesak, Negara Tidak Siap
Penangnanan Virus Corona di AS. [Josh Edelson/AFP]

Selepas menjalani tes Swab, FM kembali ke rumah untuk menunggu hasil. Ia mengatakan, "Kalo positif, ya kita bakal dijemput pake ambulans. Ini juga dilakukan karena jumlah ruang isolasi terbatas, sedangkan jumlah pasien suspect dan positif terus nambah".

Curhat pasien suspect corona. (Twitter)
Curhat pasien suspect corona. (Twitter)

Indonesia Tak Siap Hadapi Corona

Tak sekadar menceritakan pengalamannya saat berobat, FM pun membagikan perbincangannya dengan seorang dokter di rumah sakit.

Menurut FM, sang dokter mengklaim Indonesia tidak siap menghadapi pandemi virus corona. Berkaca dengan ketersediaan fasilitas dan pelayanan medis yang tidak optimal.

Senada dengan pendapat itu, FM secara gamblang menyebut kasus corona di Indonesia banyak yang tidak terdeteksi.

"Tadi gua sempet ngobrol juga sama dokternya, dan dia mengakui kalo Indonesia tuh ga siap ngadapin corona. Sangat gagap bahkan dalam pelayanan medis. Dengan metode tes swab yang kayak sekarang, ga heran kalo banyak yang underdiagnosed," kata FM.

FM lantas mengatakan, "Gue bilang banyak yang underdiagnosed (Jumlah angka official jauh lebih kecil dr jumlah kasus real di lapangan) ? ya karena ga semua orang bisa ngecek dan mau ngecek. Fasilitas kita masih sangat terbatas, bahkan petugas medis yang nanganin pasien aja gabisa tes swab".

Indonesia Terlalu Sombong Hadapi Corona

FM mengklaim kasus corona yang terus meningkat di Indonesia merupakan akibat dari sikap pemerintah yang mulanya menganggap remeh virus mematikan tersebut.

Ia menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang dicetuskan, di tengah pandemi seperti pengadaan influencer hinga diskon pesawat. Mestinya kebijakan tersebut dikesampingkan, dan pemerintah fokus menangani virus corona.

FM juga mengkritisi sikap pejabat publik yang malah memetingkan hal simbolik

"Bahkan ketika Covid-19 sudah mulai mewabah di Indonesia, Menkes kita masih sempat-sempatnya mengedepankan hal simbolik, seperti pengangkatan Duta Imunitas Corona Sejati, daripada konkret membenahi masalah pelayanan kesehatan kita," tambahnya.

Curhat pasien suspect corona. (Twitter)
Curhat pasien suspect corona. (Twitter)

Tidak Semua Orang Bisa Tes Corona

Lebih lanjut, FM menyebut tidak semua orang di Indonesia bisa melakukan tes Swab. Sebab, layanan kesehatan kembali disebut-sebut tidak siap.

Begitu pula denga rumah sakit rujukan, FM menilai mereka kewalahan menangani virus corona yang terus meningkat. Kejadian itu tak lepas dari pemerintah yang tidak transparan terkait corona, beda dengan Singapura dan negara lainnya.

"Akhirnya banyak orang juga yang gak aware buat meriksa, padahal meriksa itu penting dan semakin banyak sampel semakin mendekati keakuratan. Selain itu, juga kemenkes harus mengizinkan daerah buat melakukan pengetesan sendiri, untuk memotong waktu," kata FM.

Corona Jadi Ajang Politisasi

Mengaku resah dengan kondisi di tengah pandemi virus corona, FM mengaku resah dengan ulah oknum yang justru menjadikan kasus ini sebagai ajang politisasi, khususnya di media sosial.

Mestinya, semua orang bersatu membangun persatuan dan kesadaran untuk memerangi virus corona, bukannya malah memicu kegaduhan dengan memperdebatkan kasus ini.

"Di isu yang seharusnya kita bersatu untuk melawannya karena terkait dengan kemanusiaan. Masih ada akun-akun yang menggunakan isu ini untuk kepentingan politik. Seharusnya kita mendukung segala bentuk kebijakan yang dilakukan oleh kelompok manapun....," kata FM.

Selain itu, pemerintah mestinya fokus memberikan edukasi kepada masyarakat menengah ke bawah supaya sadar akan isu ini. Pasalnya, mereka lebih rentan terinfeksi virus corona, beda dengan kalangan menengah ke atas yang bisa segera mengambil tindakan untuk pengobatan dan perawatan.

"Kelompok menengah kebawah ini juga kadang gak aware dengan kesehatannya dan isu covid-19 ini. Kalo mereka merasakan gejala, ya mereka ga bakal periksa paling cuman bakal bilang "ah paling masuk angin". Bayangin aja, penyebaran virus bakal lebih sulit kedeteksi," imbuhnya.

Gerakan Sosial Distancing dan Di Rumah Aja Bagus, Tapi Jokowi Kuncinya

Tekait upaya penanganan, FM pun menyambut baik gerakan sosial distancing dan di rumah aja yang dianjurkan pemerintah. Namun, ia pun menyarankan masyarakat untuk tidak menghakimi pekerja yang memang terpaksa bekerja setiap hari dan tidak bisa maksimal menjalani dua anjuran tersebut.

Ia berkaca dengan insiden antrean panjang di halte MRT dan TransJakarta setelah kebijakan pembatasan jam operasional untuk mendukung gerakan sosial distancing.

Maka dari itu, FM menyebut semua kunci penerapan upaya penanggulangan corona ada di tangan Jokowi. Jokowi diharapkan segera mengambil tindakan lockdown seperti tertuang dalam Undang-undang No.6 Tahun 2018 tentang karantina.

"Nah, Kunci untuk memaksimalkan #GerakanSosialDistancing ya dengan memaksa pemerintah untuk melakukan lockdown/isolasi. Kuncinya ada di pak  @jokowi karena masalah lockdown ini sepenuhnya wewenang pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah," kata FM.

Kendati begitu, kebijakan lockdown pun harus mempertimbangkan berbagai hal. Sebab, banyak aspek yang akan berdampak, sehingga pemerintah perlu menyiasatinya dengan metode lain yang berterima bagi masyarakat.

"Kalo pertambahan pasien corona terus meningkat dan respon pemerintah masih lamban, dan dunia usaha juga enggak memberlakukan Work From Home, mungkin kita perlu gerakan digital yang lebih massif lagi. Agar pemerintah lebih serius menangani wabah Covid-19 ini. Gak hanya gimmick!!!," tulis FM.

Curhat pasien suspect corona. (Twitter)
Curhat pasien suspect corona. (Twitter)

Di akhir narasinya, FM pun mengaku cuitannya tersebut tidak bermaksud untuk menyudutkan Jokowi atau pihak rumah sakit tempat dirinya diisolasi, melainkan kritik supaya pemerintah lebih memprioritaskan layanan kesehatan kepada pasien virus corona.

Selain itu, ia juga mengajak khalayak untuk waspada mencengah penularan virus corona. Salah satunya dengan memeriksakan diri ke rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Corona, Kemenko Perekonomian Berlakukan Bekerja dari Rumah

Cegah Corona, Kemenko Perekonomian Berlakukan Bekerja dari Rumah

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2020 | 02:00 WIB

Hits: Orang Tidur Rentan Terinfeksi Covid-19, Virus Bisa Sembuh Sendiri

Hits: Orang Tidur Rentan Terinfeksi Covid-19, Virus Bisa Sembuh Sendiri

Health | Senin, 16 Maret 2020 | 21:39 WIB

Sebut Lockdown Kebijakan Pusat, Jokowi: Transportasi Publik Harus Tersedia

Sebut Lockdown Kebijakan Pusat, Jokowi: Transportasi Publik Harus Tersedia

News | Senin, 16 Maret 2020 | 21:33 WIB

Dokter Tompi Sebut Virus Corona Bisa Sembuh Sendiri dan 4 Berita Lainnya

Dokter Tompi Sebut Virus Corona Bisa Sembuh Sendiri dan 4 Berita Lainnya

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina

Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina

News | Senin, 01 Juni 2026 | 23:46 WIB

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:56 WIB

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:48 WIB

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:41 WIB

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:39 WIB

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:00 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:18 WIB

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:03 WIB