Jokowi Minta Rapid Test Corona Segera Didatangkan, Orang Ini Akan Dicek

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 19 Maret 2020 | 16:44 WIB
Jokowi Minta Rapid Test Corona Segera Didatangkan, Orang Ini Akan Dicek
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar seluruh peralatan medis untuk tes kilat atau rapid test Virus Corona yang dapat mencakup lebih banyak masyarakat segera didatangkan dari luar negeri ke Indonesia.

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo mengatakan setelah alat itu datang, maka yang menjadi prioritas penggunan rapid test adalah orang-orang yang pernah berkontak langsung dengan pasien positf corona. Sebab, alat tersebut tidak bisa menjangkau seluruh mayarakat Indonesia.

"Tentunya targetnya adalah masyarakat secara luas, terutama mereka yang secara fisik telah mengalami kontak dengan pasien positif. Tentunya ini menjadi prioritas utama. Kalau seluruh masyarakat harus mendapat rapid tes ini, mungkin akan sangat sulit," kata Doni seusai rapat terbatas bersama Jokowi, Kamis(19/3/2020).

Doni menyebut, nantinya tim medis yang berada di lapangan akan berkoordinasi dengan tim deteksi ihwal penggunaan alat tersebut. Hal itu dilakukan agar penggunaan alat rapid test mampu menyasar orang-orang yang tepat.

"Karena akan sangat banyak, penduduk kita jumlahnya 270 juta jiwa. Jadi mungkin hasil koordinasi dengan tim medis di lapangan, dengan mereka yang tergabung dalam tim deteksi yang terdiri dari tim gabungan, ada unsur TNI, unsur Polri, ada juga unsur dari intelejen yaitu BIN, untuk bisa memeberikan masukan. Sehingga siapa kira-kira yang wajib melakukan rapid test," kata dia.

Doni menjelaskan, alat rapid test tersebut hingga saat ini belum ada di Tanah Air. Nantinya, Tim Gugus Tugas akan meminta izin dari Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, hingga BPOM untuk mempermudah mendatangkan alat itu ke Indonesia.

"Sementara alat rapid test ini belum tersedia di tanah air. Sehingga kita harus mendatangkan dari beberapa negara. Sebagaimana pengalaman yang sduah dilakukan sejumlah negara, baik itu China kemudian juga Korea Selatan, juga Jepang. Sehingga kita mungkin nanti akan meminta izin kepada Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, dan juga BPOM, untuk mempermudah akses. Sebagaimana UU no 24 tahun 2007, BNPB mendapatkan kemudahan akses. Sebagaimana yang tertuang dalam pasal 50," tutup Doni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiper Bali United Nadeo Argawinata Manfaatkan Masa Libur untuk Ini

Kiper Bali United Nadeo Argawinata Manfaatkan Masa Libur untuk Ini

Bola | Kamis, 19 Maret 2020 | 16:28 WIB

Keluarga dan Motor Warga Semarang Positif Virus Corona Ikut Diisolasi

Keluarga dan Motor Warga Semarang Positif Virus Corona Ikut Diisolasi

Jawa Tengah | Kamis, 19 Maret 2020 | 16:28 WIB

Imbas Covid-19, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 16.000 per Dolar AS

Imbas Covid-19, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 16.000 per Dolar AS

Foto | Kamis, 19 Maret 2020 | 16:24 WIB

Terkini

Botol Plastik Disulap Jadi Sapu, Warga Petukangan Utara Raup Omzet hingga Rp3 Juta per Bulan

Botol Plastik Disulap Jadi Sapu, Warga Petukangan Utara Raup Omzet hingga Rp3 Juta per Bulan

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:45 WIB

7 Cara Membersihkan Tabung Mesin Cuci 1 Tabung dari Kerak dan Lumut Hitam

7 Cara Membersihkan Tabung Mesin Cuci 1 Tabung dari Kerak dan Lumut Hitam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Polresta Solo Siapkan 350 Personel Amankan Laga Persis Solo vs Kendal Tornado FC

Polresta Solo Siapkan 350 Personel Amankan Laga Persis Solo vs Kendal Tornado FC

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Dukung Atlet Indonesia di Panggung Dunia, BRI Perkuat Komitmen terhadap Olahraga Nasional

Dukung Atlet Indonesia di Panggung Dunia, BRI Perkuat Komitmen terhadap Olahraga Nasional

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:32 WIB

BRI Dorong Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

BRI Dorong Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Bogor | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Kapolri Suyudi Ganti Kapolda Sulawesi Selatan

Kapolri Suyudi Ganti Kapolda Sulawesi Selatan

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Sembilan Hakim MK Dilaporkan ke MKMK Terkait Perkara Ijazah Gibran

Sembilan Hakim MK Dilaporkan ke MKMK Terkait Perkara Ijazah Gibran

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:27 WIB

BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Bekaci | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Harga Emas Antam Terus Turun, Buyback Ikut Tertekan

Harga Emas Antam Terus Turun, Buyback Ikut Tertekan

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026, BRI Hadir di Rumah Indonesia Nagoya

Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026, BRI Hadir di Rumah Indonesia Nagoya

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:22 WIB

×