Jika Lockdown Diterapkan, Ini 6 Sektor yang Paling Terkena Dampak

Dany Garjito, Farah Nabilla

Jum'at, 20 Maret 2020 | 20:03 WIB
Jika Lockdown Diterapkan, Ini 6 Sektor yang Paling Terkena Dampak
Suasana Kota Tianjin pada Kamis (23/1/2020) atau empat hari sebelum penutupan bagi kendaraan luar provinsi terkait wabah virus corona. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Pembatalan dan penundaan besar-besaran ini tentu berpengaruh pada pendapatan dan mengancam mata pencaharian orang-orang yang terlibat di dalamnya.

2. Sektor Manufaktur

Istilah kebijakan pemerintah, lockdown, karantina, work from home, status klb, isolasi. (Suara.com)
Istilah kebijakan pemerintah, lockdown, karantina, work from home, status klb, isolasi. (Suara.com)

Imbas lockdown pada industri manufaktur begitu dirasakan oleh Italia. Negara ini dikenal dengan berbagai merk produk fashion seperti pakaian, tas dan sepatu.

Menurut Quartz, perusahaan produsen item fashion mengalami kejatuhan setelah pemerintah Italia mengeluarkan kebijakan lockdown.

Penghasil tekstil dan pakaian yang tersebar di beberapa provinsi di Italia tak bisa berproduksi lagi karena harus mengarantina diri.

Pabrik Candiani, produsen denim yang biasa memasok barang ke merk fashion seperti Hugo Boss dan Stella McCartney mengumumkan untuk membatasi kunjungan stafnya ke klien mereka.

Label fashion Gucci dan Saint Laurent juga mengalami kendala karena pemasok bahan mereka, Kering mengalami isolasi.

Produsen tas tangan untuk Gucci mengatakan kepada Reuters bahwa jumlah produksi mereka mengalami penurunan. Jika biasanya mereka menghasilkan 1000 tas per bulan untuk Gucci, namun sejak Februari lalu turun menjadi 450 saja. Selain itu, permintaan untuk bulan Maret, April, atau Mei juga menghilang.

Flavio Cereda, seorang analis di Jefferies, mengatakan kepada Reuters bahwa dia belum melihat tanda-tanda masalah rantai pasokan. Namun, ia memperkirakan jika lockdown akan menyebabkan masalah pada jangka waktu yang lebih panjang.

baca juga

3. Sektor Ekonomi

Imbas pada sektor ekonomi terjadi akibat efek domino dari melemahnya sektor-sektor lain. Investor akan menurun bahkan menghilang, seperti yang dialami Italia.

"Italia memiliki kondisi berbeda yang bisa jadi peringatan untuk negara lain di Eropa jika situasi (pandemi) semakin parah," kata ahli strategi obligasi sebuah perusahaan manajemen investasi di London.

Menyadur dari VOA News, di Manila pemberlakuan lockdown yang dimulai sejak 15 Maret hingga 14 April memangkas pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jika orang tidak dapat bekerja, maka mereka tidak dapat bayaran," kata Christian de Guzman, wakil presiden dan pejabat kredit senior di Moody's Sovereign Risk Group.

Maria Ela Atienza, profesor ilmu politik di Universitas Filipina Diliman mengatakan, para pejabat belum menjelaskan apakah pemerintah akan memberi kompensasi kepada orang-orang yang tidak dapat bekerja atau orang-orang yang harus menutup toko.

4. Sektor Transportasi

Ilustrasi ojek online. (mobimoto.com)
Ilustrasi ojek online. (mobimoto.com)

Sektor transportasi mulai dari ojek motor hingga maskapai penerbangan akan mendapat imbas dari pemberlakuan lockdown.

Ojek, taksi, bus, angkot, kereta akan kehilangan penumpang mengingat mobilitas masyarakat akan terhenti.

Seperti dikutip dari kantor berita Antara, Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) membatalkan sementara larangan pulang antarnegeri  karena terjadi penumpukan warga di kantor polisi maupun di terminal angkutan darat. Yang terjadi di kantor polisi karena mengantri pengambilan formulir perizinan pada Selasa malam (17/3/2020).

Malaysia kemudian memberlakukan lockdown pada keesokan harinya Rabu (18/3/2020).

Sementara itu, maskapai penerbangan Hong Kong juga mengalami penurunan pasar.

Menyadur dari Reuters, Rabu (5/2/2020), kebijakan ini dikeluarkan lantaran terjadi penurunan penerbangan sejak pertengahan tahun sehingga mengakibatkan kerugian besar di perusahaan.

"Kami meminta pemasok untuk menurunkan harga, memberlakukan pembekuan, menunda proyek-proyek besar dan menghentikan segala pengeluaran yang tidak mendesak," kata Chief Executive Cathay, Augustus Tang.

Pihak Cathay mengatakan telah ada rencana untuk memotong sekitar 30 persen kuota penerbangan selama dua bulan ke depan, termasuk 90 persennya penerbangan ke China.

"Kami meminta semua karyawan untuk mengikuti skema cuti tanpa gaji yang akan berlangsung sejak 1 Maret hingga 30 Juni mendatang," imbuhnya.

5. Sektor Sosial

Lockdown jelas menghalangi aktivitas sosial masyarakat. Mereka akan dilarang berkerumun dan menghadiri acara-acara, termasuk beribadah.

Seperti yang diberitakan Reuters, Vatikan telah memutuskan untuk merayakan layanan Paskah tanpa dihadiri publik untuk pertama kalinya.

Vatikan juga memberitahukan bahwa ibadah Pekan Suci dan kebaktian Paskah di bulan depan akan dilaksanakan tanpa partisipasi publik, sebuah langkah yang diyakini belum pernah terjadi selama zaman modern.

Misa di beberapa negara yang memiliki umat Katolik tinggi pun dibatalkan untuk menghindari orang berkumpul. Para uskup telah mendesak umat beriman untuk berpartisipasi melalui televisi dan internet.

"Ini adalah perasaan yang sangat menyedihkan bagi seorang imam," kata Wieslaw Niemyjski, yang melakukan pelayanan di sebuah katredal di Drohiczyn, Polandia Timur.

Sementara itu Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan untuk melarang dan membatasi warga muslim di dunia yang akan melakukan ibadah umrah.

Penghentian sementara izin ibadah umrah itu resmi diumumkan melalui pengumuman atau maklumat dari Pemerintah Arab Saudi melalui surat edaran Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Umrah Arab Saudi, Dr Abdulaziz bin Abdul Rahim dan Zan sebagaimana diterima oleh Suara.com, Kamis (27/2/2020).

"Menurut instruksi yang diterima oleh Kementerian Haji dan Umrah mengenai tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Kerajaan untuk mencegah kedatangan virus Corona baru, dan dalam beberapa langkah pencegahan, masuknya warga non-Saudi ke Kerajaan untuk tujuan Umrah dan kunjungan telah ditangguhkan dan penerbitan visa telah ditangguhkan sementara."

Dilansir dari laman kantor berita SPA pada Kamis (27/2/2020), Kemenlu Arab Saudi menyatakan bahwa otoritas kesehatan Saudi mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus corona.

Untuk itu, Kerajaan merasa perlu mengambil tindakan pencegahan yang dampaknya memengaruhi perjalanan menuju dan keluar negara Teluk tersebut.

6. Sektor Pangan

Ilustrasi beras. (Dok : Kementan)
Ilustrasi beras. (Dok : Kementan)

Kendala di sektor pangan akibat lockdown dialami warga Wuhan, China.

Seorang perempuan terisolasi di dalam rumahnya. Guo menceritakan pada AFP bahwa dia hanya memiliki acar sayur dan telur asin sebagai stok bahan pangan di rumahnya.

Ada 11 juta orang yang bernasib sama dengan Guo di Wuhan. Sejak 23 Januari lalu, pemerintah menetapkan peraturan baru untuk melarang penduduknya meninggalkan lingkungan mereka.

"Saya tidak tahu beli di mana lagi setelah selesai makan apa yang kita miliki di rumah," kata Pan Hongsheng yang tinggal bersama isteri dan dua anaknya.

Ia menceritakan bagaimana sebuah keluarga di lingkungannya bahkan tidak memiliki susu bubuk untuk anaknya yang berusia tiga tahun. Pan sendiri mengalami kesulitan untuk mengirimkan obat pada mertuanya yang berusia delapan puluhan tahun.

Wakil Sekretaris Komite Partai Komunis Hubei, Qian Yuankun, dalam konferensi persnya mengatakan, "Pengelolaan lingkungan yang tertutup pasti akan membawa ketidaknyamanan pada kehidupan rakyat."

Sementara itu, layanan pemasok bahan makanan memiliki aturan baru dengan membatasi jumlah kiriman. Supermarket dan Komunitas lingkungan pun saling berebut untuk mendapatkan bahan makanan.

Di lingkungan Guo, 5,5 kilogram untuk lima sayuran termasuk kentang dan kol bayi harganya mencapai 50 yuan atau lebih dari seratus ribu rupiah.

Sebuah supermarket bahkan membatasi beban pengiriman harian menjadi 1000 pesanan per hari. Pihak supermarket memiliki kendala mempekerjakan staff. Mereka takut terinfeksi jika mempekerjakan terlalu banyak orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Destinasi Wisata di Pandeglang Ditutup, PHRI: Tanpa Diumumkan Sudah Sepi

Destinasi Wisata di Pandeglang Ditutup, PHRI: Tanpa Diumumkan Sudah Sepi

Banten | Jum'at, 20 Maret 2020 | 18:37 WIB

Angka Kematian Pasien Corona Italia Melonjak, 3 Pemain Juventus Nekat Mudik

Angka Kematian Pasien Corona Italia Melonjak, 3 Pemain Juventus Nekat Mudik

Bola | Jum'at, 20 Maret 2020 | 18:36 WIB

Corona Menyerang Italia sampai Lockdown, Warga: Awalnya Kami Meremehkan

Corona Menyerang Italia sampai Lockdown, Warga: Awalnya Kami Meremehkan

News | Jum'at, 20 Maret 2020 | 18:19 WIB

Lockdown di Italia, Warga Masih Bisa Pesan Antar Makanan

Lockdown di Italia, Warga Masih Bisa Pesan Antar Makanan

News | Jum'at, 20 Maret 2020 | 15:52 WIB

Jika Lockdown Diterapkan, Ini 5 Hal Penting yang Perlu Disiapkan Pemerintah

Jika Lockdown Diterapkan, Ini 5 Hal Penting yang Perlu Disiapkan Pemerintah

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 17:51 WIB

Jika Lockdown Diterapkan, 5 Profesi Ini yang Paling Merasakan Imbasnya

Jika Lockdown Diterapkan, 5 Profesi Ini yang Paling Merasakan Imbasnya

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 18:20 WIB

Jakarta Lockdown, Inflasi Bisa Tak Terkendali

Jakarta Lockdown, Inflasi Bisa Tak Terkendali

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2020 | 12:49 WIB

Terkini

Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat

Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:45 WIB

DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!

DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:25 WIB

DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:10 WIB

Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi

Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:29 WIB

DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif

DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:18 WIB

Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!

Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:02 WIB

Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung

Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:46 WIB

Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:20 WIB

Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas

Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:08 WIB

Febrie Adriansyah Akhirnya Ditetapkan Tersangka, Habiburokhman: Sudah Begitu Gamblang Diberitakan

Febrie Adriansyah Akhirnya Ditetapkan Tersangka, Habiburokhman: Sudah Begitu Gamblang Diberitakan

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:01 WIB

×