Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan

Arief Apriadi

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:46 WIB
Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan
Presiden Bolivia Rodrigo Paz pangkas gaji kabinet 50 persen di tengah blokade nasional. Evo Morales dituding menjadi dalang kerusuhan politik Bolivia. [X Popular Front]
baca 10 detik
  • Presiden Bolivia Rodrigo Paz memangkas gaji kabinet sebesar 50 persen pada 25 Mei 2026 guna meredam protes nasional.
  • Kebijakan ekonomi pro-Amerika Serikat memicu blokade jalan oleh masyarakat adat dan serikat pekerja di seluruh Bolivia.
  • Pemerintah menuduh mantan presiden Evo Morales memanfaatkan krisis sosial untuk memperkeruh situasi politik di tengah status buronnya.

Suara.com - Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, akhirnya mengambil langkah drastis dengan memangkas gajinya sendiri beserta seluruh kabinet sebesar 50 persen akibat gelombang aksi protes nasional yang melumpuhkan negara.

Pemotongan upah tersebut menjadi sinyal keseriusan pemerintah dalam meredam kemarahan masyarakat adat dan serikat pekerja yang terus menuntut pengunduran diri sang presiden.

Kebijakan ekonomi Rodrigo Paz yang dinilai semakin condong ke Amerika Serikat memicu krisis sosial besar yang kini diduga dimanfaatkan oleh mantan presiden Evo Morales untuk memperkeruh situasi politik.

Ibu Kota Lumpuh Total Akibat Blokade

Keputusan pemangkasan gaji pejabat negara diumumkan langsung pada Senin (25/5/2026) setelah ibu kota administratif La Paz lumpuh akibat blokade jalan.

Langkah darurat tersebut diambil setelah dialog antara pemerintah dan kelompok demonstran gagal mencapai kesepakatan.

“Presiden, bersama para menteri, telah mengambil keputusan — sebagai bagian dari komitmen dan pengorbanan mendalam kami bagi negara — untuk mengurangi gaji kami sebesar 50 persen,” kata Paz dalam pidato publiknya.

Sebelum pemotongan diberlakukan, Rodrigo Paz menerima gaji bulanan sebesar 24.978 boliviano atau sekitar Rp64,7 juta. Kini pendapatannya turun menjadi 12.489 boliviano atau setara Rp32,3 juta per bulan.

Kebijakan Pro-AS Picu Gelombang Protes

baca juga

Sejak menjabat pada akhir 2025, Paz memang agresif mendorong reformasi ekonomi dengan mendekat ke Amerika Serikat, lembaga keuangan internasional, dan sektor swasta.

Langkah tersebut dilakukan untuk menstabilkan ekonomi Bolivia yang sedang terpuruk. Namun, kebijakan itu justru memicu penolakan dari kelompok masyarakat adat dan serikat pekerja yang selama ini memiliki pengaruh besar dalam politik Bolivia.

Sejak awal Mei, demonstrasi besar dari pekerja tambang, guru, buruh pabrik, hingga komunitas adat terus meluas di berbagai wilayah.

Blokade jalan yang berlangsung tanpa henti memicu kelangkaan pangan, bahan bakar, dan pasokan medis di sejumlah kota besar.

Evo Morales Dituding Jadi Dalang

Di tengah situasi yang semakin panas, pemerintahan Paz menuduh mantan presiden Evo Morales sebagai pihak yang memanfaatkan gelombang protes demi kepentingan politik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih

Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:29 WIB

Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing"

Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing"

Liks | Senin, 18 Mei 2026 | 22:10 WIB

Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Unggah Status Menantang Publik

Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Unggah Status Menantang Publik

Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:49 WIB

Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur

Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB

Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Diduga Unggah Status Menantang Publik

Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Diduga Unggah Status Menantang Publik

Entertainment | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:41 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

×