China Klaim Tidak Ada Kasus Baru Penularan Domestik Covid-19 di Negerinya

Arsito Hidayatullah | Erick Tanjung | Suara.com

Jum'at, 20 Maret 2020 | 20:36 WIB
China Klaim Tidak Ada Kasus Baru Penularan Domestik Covid-19 di Negerinya
Update pandemi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO Asia Tenggara, mengatakan bahwa gugus transmisi penularan virus semakin banyak ditemukan.

"Kita perlu segera meningkatkan seluruh upaya pencegahan penularan virus kepada manusia. Kita harus melakukan lebih banyak, dengan segera," kata Dr Khetrapal Singh pada Selasa lalu.

WHO mengatakan, angka di kawasan Asia Tenggara memperlihatkan beberapa negara sedang menuju community transmission Covid-19. Community transmission adalah penularan dalam komunitas yang tidak diketahui sumber asal penularannya.

WHO menyerukan agar terus dilakukan upaya deteksi, tes, rawat, isolasi dan lacak penularan. "Mempraktikkan pembatasan sosial itu sangat penting ditekankan. Ini saja punya peluang untuk mengurangi penularan," ujar Khetrapal Singh.

Banyak negara di Asia Tenggara memperlihatkan respon yang lambat terhadap wabah ini, dan baru mengambil langkah drastis beberapa minggu atau beberapa hari belakangan ketika jumlah kasus meningkat.

Korea Selatan dipuji atas responsnya terhadap wabah virus corona. Negara itu menerapkan penelusuran infeksi, mengetes sejumlah besar orang, dan mengisolasi pasien dengan cepat.

Penyebaran telah melambat sejak wabah memuncak awal bulan ini. Sebelum peningkatan pada hari Rabu kemarin, jumlah orang yang tertular virus mencapai dua digit selama empat hari terakhir.

Fokus penyebaran wabah sekarang tertuju ke Eropa dan Amerika Serikat, walaupun angka-angka terbaru menunjukkan bahwa wabah masih jauh dari titik akhir di Asia.

Kantor kesehatan senior Malaysia pada hari Rabu kemarin meminta orang untuk tinggal di rumah dan melindungi diri sendiri dan keluarganya. Beberapa wilayah di Malaysia saat ini sudah di-lockdown.

Negara itu memiliki jumlah yang terinfeksi paling tinggi di Asia Tenggara dengan 710 kasus. Banyak dari kasus yang terkonfirmasi berawal dari acara tablig akbar di Kuala Lumpur pada Februari lalu.

"Kami memiliki peluang tipis untuk memutus rantai infeksi Covid-19," kata Noor Hisham Abdullah, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, melalui akun Facebooknya.

Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins di AS, ada 215.955 kasus dan 8.749 kematian secara global. Menurut WHO, sebagian besar atau 80 persen telah terjadi di Eropa dan wilayah Pasifik Barat, yang meliputi sebagian besar Asia.

Thailand melaporkan 35 kasus baru pada Rabu (18/3) membuat totalnya menjadi 212. Sebanyak empat kasus terhubung ke tempat hiburan, dan 13 dari pertandingan tinju, keduanya di Bangkok.

Myanmar dan Laos belum melaporkan adanya kasus, meskipun para ahli meragukan kredibilitas laporan ini. Juru bicara pemerintah Myanmar mengaku bahwa "gaya hidup dan pola makan" penduduk telah melindungi mereka dari virus. Mereka juga diklaim telah menjalankan pembatasan arus masuk orang.

Sementara itu, hingga kini juga belum dilaporkan adanya kasus di Timor Leste.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FIFA Batal Lagi ke Indonesia karena Virus Corona, Ini yang Dilakukan PSSI

FIFA Batal Lagi ke Indonesia karena Virus Corona, Ini yang Dilakukan PSSI

Bola | Jum'at, 20 Maret 2020 | 20:31 WIB

Tewas Corona Terbanyak, Anies ke Warga: Jangan Anggap Enteng Meski Sehat

Tewas Corona Terbanyak, Anies ke Warga: Jangan Anggap Enteng Meski Sehat

News | Jum'at, 20 Maret 2020 | 20:16 WIB

Kapan Puncak dan Akhir Virus Corona di Indonesia?

Kapan Puncak dan Akhir Virus Corona di Indonesia?

Video | Jum'at, 20 Maret 2020 | 20:13 WIB

Terkini

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:11 WIB

Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump

Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:04 WIB

Tak Sekeder Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon

Tak Sekeder Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:18 WIB

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:08 WIB

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:02 WIB