alexametrics

Pemerintah: Klorokuin Bukan untuk Pencegahan Tapi Pengobatan Corona

Reza Gunadha | Ummi Hadyah Saleh
Pemerintah: Klorokuin Bukan untuk Pencegahan Tapi Pengobatan Corona
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Ist)

"Pemerintah mulai mendatangkan obat yang sudah digunakan di sejumah negara dan mendapat respons positif, namanya klorokuin, kata Yurianto.

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah sudah mulai mendatangkan obat untuk mengobati pasien positif virus corona.

Salah satu obatnya adalah klorokuin, yang sudah digunakan sejumlah negara untuk mengobati pasien terinfeksi Covid-19.

"Pemerintah mulai mendatangkan obat yang sudah digunakan di sejumah negara dan mendapat respons positif, namanya klorokuin,” kata Yurianto dalam jumpa pers, Sabtu (21/3/2020).

Yurianto menegaskan, klorokuin bukanlah obat yang digunakan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19, melainkan untuk mengobati pasien yang terinfeksi.

Baca Juga: Tambah 11, Pasien Positif Corona di Jawa Timur Hari Ini Jadi 26 Orang

"Sekali lagi, klorokuin obat yang digunakan untuk penyembuhan bukan untuk pencegahan.”

Jadi, Yurianto meminta masyarakat tidak membeli ataupun menyimpan klorokuin.

Pasalnya, kata Yurianto, klorokuin adalah adalah obat keras yang dibeli dengan menggunakan resep dokter.

"Oleh karena itu tidak perlu masyarakat kemudian menyimpan klorokuin dan menyimpannya. Ingat klorokuin adalah obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter," katanya.

Sebelumnya, Presiden  Jokowi mengatakan sudah ada resep obat yang sudah digunakan sejumlah negara untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Sebut Barang dari China Kena Corona, RRC Geram: Setop Pakai Produk Kami!

"Yang pertama untuk antivirus sampai sekarang belum ditemukan. Dan itu yang saya sampaikan tadi, ada obat. Obat ini sudah dicoba oleh  satu atau tiga negara dan memberikan kesembuhan," ujar Jokowi dalam konferensi pers via video, Jumat (20/3/2020).

Komentar