Bagi yang Sesumbar Tidak Takut Corona, Gus Nadir Punya Jawabannya

Dany Garjito | Rifan Aditya | Suara.com

Minggu, 22 Maret 2020 | 16:27 WIB
Bagi yang Sesumbar Tidak Takut Corona, Gus Nadir Punya Jawabannya
Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir (Twitter)

Suara.com - Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir membuat beberapa cuitan untuk menyadarkan orang-orang yang sesumbar tidak takut kepada virus corona baru (COVID-19).

Dalam cuitan yang dibuat pada Minggu (22/3/2020), Gus Nadir tidak setuju dengan pernyataan “Kami tidak takut pada Corona. Kami hanya takut pada Tuhan”.

Ia melawan pernyataan itu dengan berkata, "Saya & keluarga takut kena Corona sehingga tak lagi sempat beribadah padaMu & tak bisa lagi bermanfaat untuk sesama, padahal dosa kami menumpuk —tak tahu surga atau neraka yang menunggu?"

Tak hanya itu saja, Gus Nadir juga menjawab pertanyaan, "Di daerah kami belum masuk zona merah, gak ada yang kena Corona, kenapa shalat Jumat ditiadakan?"

Ia meminta orang-orang dengan pertanyaan seperti itu mengubah pemikirannya.

"Selama belum ada test massal yang hasilnya terbukti kampung Anda aman, maka semua orang dianggap berpotensi membawa virus corona meski terlihat sehat," ucap Gus Nadir.

Banyak orang juga mempertanyakan mengapa masjid ditutup sementara mall, warung atau toko tetap buka.

Menurut Gus Nadir, "Masjid ditutup, kita masih bisa ibadah di rumah. Jumatan diganti zuhur itu ada tuntunan syar’i-nya. Tapi kalau mall/warung ditutup, apa opsi lain untuk memenuhi kebutuhan primer sehari-hari?"

Ia menjelaskan bahwa orang yang menderita virus corona itu tidak dapat mati seketika.

"Ada proses inkubasi 14 hari. Kamu mungkin ketularannya di Masjid, terus dirawat di RS, dan matinya di kasur. Ini bukan jihad lho!” ujarnya.

Cuitan Gus Nadir untuk yang sesumbar tidak takut virus corona (twitter/@na_dirs)
Cuitan Gus Nadir untuk yang sesumbar tidak takut virus corona (twitter/@na_dirs)

Gus Nadir juga memiliki jawaban jika ada yang bertanya "Bukannya mati itu sudah ketentuan Allah. Kita semua pasti mati. Kenapa takut Corona?"

Jawab Gus Nadir, "Mati sudah pasti. Tapi penyebab & caranya kita gak tahu. Kalau kena Corona, kamu malah berpotensi mati dan menulari keluarga & kawanmu untuk mati juga. Mau?"

Ia juga tidak membenarkan bahwa solusi menghadapi corona adalah dengan penegakan khilafah.

Gus Nadir menjelaskan, "Jaman Khalifah Umar ada wabah Amawas yang bermula dari Palestina terus ke Syam & menyebar ke area lain. Sekitar 30 ribu orang wafat termasuk sejumlah nama besar Sahabat Nabi Saw. Jadi, memang solusinya bukan khilafah".

Unggahan tersebut mendapatkan banyak respon dari warganet. Hanya dalam waktu delapan jam sejak diunggah, cuitannya telah memperoleh 7.400 retweet dan 14 ribu likes dari warganet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Gembira! 29 Orang di Indonesia Sembuh dari Virus Corona

Kabar Gembira! 29 Orang di Indonesia Sembuh dari Virus Corona

News | Minggu, 22 Maret 2020 | 16:13 WIB

Darurat Corona, Raffi Ahmad Kucurkan Bantuan untuk Dokter dan Perawat

Darurat Corona, Raffi Ahmad Kucurkan Bantuan untuk Dokter dan Perawat

Entertainment | Minggu, 22 Maret 2020 | 16:07 WIB

Wabah Corona, Ujian Nasional SMA di Jawa Timur Mundur Jadi 6 April 2020

Wabah Corona, Ujian Nasional SMA di Jawa Timur Mundur Jadi 6 April 2020

Jatim | Minggu, 22 Maret 2020 | 16:07 WIB

Update Virus Corona Indonesia, 48 Orang Meninggal

Update Virus Corona Indonesia, 48 Orang Meninggal

News | Minggu, 22 Maret 2020 | 15:59 WIB

Sosok Sutopo Dirindukan saat Corona Melanda, Warganet: Humas Sejati!

Sosok Sutopo Dirindukan saat Corona Melanda, Warganet: Humas Sejati!

News | Minggu, 22 Maret 2020 | 15:54 WIB

Terkini

Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai

Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:07 WIB

May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi

May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:49 WIB

Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan

Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:32 WIB

Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya

Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:05 WIB

Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana

Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:02 WIB

Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR

Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:02 WIB

Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah

Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:59 WIB

Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day

Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:43 WIB

Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik

Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:36 WIB

Tak Mau Ikut May Day Fiesta, KASBI Desak DPR Buat Kebijakan Pro Buruh

Tak Mau Ikut May Day Fiesta, KASBI Desak DPR Buat Kebijakan Pro Buruh

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:27 WIB