Warga Indonesia, Kapan Terakhir Kali Kamu Dapat Tertidur Tenang?

Dany Garjito, Ruhaeni Intan

Senin, 23 Maret 2020 | 18:34 WIB
Warga Indonesia, Kapan Terakhir Kali Kamu Dapat Tertidur Tenang?
Kapan bisa tidur tenang? (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Suara.com - Tolong bantu jawab pertanyaan ini: kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang tanpa perlu memikirkan tentang corona dan bobroknya pemerintah kita dalam menanganinya?

Bulan Maret 2020 bakal jadi bulan yang dikenang sepanjang zaman oleh warga Indonesia.

Pasalnya, persis di awal minggu pertama, Presiden Joko Widodo mengumumkan dua orang Indonesia positif terjangkit virus corona Covid-19.

Bagai petir di siang bolong, kabar yang diumumkan pada hari Senin (2/3/2020) itu langsung membuat masyarakat gempar sekaligus cemas. 

BACA JUGA: Pasien Nomor 1, 2 dan 3 yang Sembuh, Dituding Pura-pura Terinfeksi Corona

Bagaimana tidak? Virus corona yang awalnya berasal dari kota Wuhan, Hubei, Tiongkok itu mulai jadi perhatian global sejak menyebar ke berbagai negara awal bulan Februari 2020.

Di saat negara-negara sekelas Iran, Italia, dan Singapura kalang kabut menangani lonjakan pasien yang terinfeksi virus, pemerintah Indonesia justru bersikap super santai sampai bikin dahi berkerut, "Masak sih Indonesia kebal corona?".

Sayangnya, urusan kebal-kebalan hanya manis di bibir pejabat saja. Sebelum Presiden Joko Widodo mengonfirmasi Indonesia positif corona pada awal Maret, tak sedikit pejabat Indonesia yang melempar guyonan corona khas bapak-bapak. Tapi bukannya lucu, guyonan itu saat ini justru terasa seperti azab yang pedih.

Ilustrasi Menkes Terawan melawan virus Corona Covid-19. (Dok. Ilustrasi Suara.com oleh Iqbal)
Ilustrasi Menkes Terawan melawan virus Corona Covid-19. (Dok. Ilustrasi Suara.com oleh Iqbal)

Sebagai warga negara Indonesia, melihat reaksi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang menyepelekan virus corona terkadang bikin kita mikir, "Kenapa ya yang jadi Menkes bukan Gan Kim Yong, Menteri Kesehatan Singapura?".

baca juga

Pikiran itu semakin menjadi-jadi tatkala teringat pernyataan-pernyataan konyol pejabat Indonesia seputar virus corona.

BACA JUGA: Nekat Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Corona Akan Dipenjara 1 Tahun

Masih ingat saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi nyeletuk, Indonesia kebal corona karena gemar makan nasi kucing?

"Insyaallah COVID-19 tidak masuk ke Indonesia karena setiap hari kita makan nasi kucing," ujar Menhub saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Tinggi Teknik ke-74 di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta pada 17 Februari 2020.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Suara.com/Tyo)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Suara.com/Tyo)

BACA JUGA: Positif Terjangkit, Menhub Budi Karya Pernah Berkelakar Soal Kebal Corona

Menhub Budi Karya dinyatakan positif terjangkit corona pada Sabtu (14/3/2020), kurang dari satu bulan pasca ia melontarkan guyonan itu.

Tak mau kalah, Menkes Terawan juga termasuk dalam daftar pejabat yang melontarkan guyonan nyeleneh bin ajaib soal corona.

"Dari 1,4 milyar penduduk [Tiongkok] paling dua ribuan [yang tertular]. Dua ribu dari 1,4 milyar itu kan kayak apa. Karena itu pencegahannya jangan panik, jangan resah. Enjoy saja, makan yang cukup," katanya pada 27 Januari 2020.

Jadi, dua ribu itu cuma dianggap angka ya, Pak? Bukan manusia? Ckckckck.

Masih kurang ngenes lagi? Menkes pernah tersinggung dengan Marc Lipsitch, ilmuwan dan peneliti dari Universitas Harvard yang mengatakan bahwa pada bulan Februari, Indonesia telah memiliki lima kasus positif virus corona.

"Itu namanya menghina. Wong peralatan kita kemarin di-fix-kan dengan duta besar AS. Kita menggunakan dari AS. Kitnya dari Amerika," ujar Menkes di Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

BACA JUGA: Penjelasan Ilmuwan Harvard soal Hasil Studi Ada 5 Kasus Corona di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Panjaitan juga ajaib. Pada 10 Februari 2020, ia melempar guyonan yang sorry-sorry saja nih, enggak ada lucu-lucunya.

"Corona [masuk Batam]? Corona kan sudah pergi... corona mobil?" jawabnya saat ditanya oleh wartawan soal kabar mengenai adanya pasien yang positif corona di Batam.

BACA JUGA: Anggota DPR Sekeluarga Dites Covid-19, Melanie Subono Mencak-mencak

Padahal, pada Selasa (17/3/2020), pemerintah provinsi Kepulauan Riau mengumumkan kasus pertama virus corona. Semoga ini bisa jadi pukulan bagi Menko Luhut kalau suatu wilayah belum terjangkit, bukan berarti tak akan terjangkit kan?

Dengan demikian, guyonan yang blas tidak lucu seperti itu baiknya tak lagi dilontarkan apalagi untuk isu sensitif sekelas corona. Bukannya apa-apa, tapi di luar sana banyak yang tengah berjuang menghadapi pandemi ini. Mbok ya sebelum melontarkan guyonan, ada baiknya mikir dulu bagaimana perasaan para dokter atau perawat yang sedang mempertaruhkan nyawa mereka melawan corona.

ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Seorang perawat asal Bekasi yang dinas di salah satu RS rujukan corona di Jakarta bahkan gugur di medan perang. Kekinian, terdapat tiga dokter dikabarkan meninggal dunia akibat terpapar virus Corona (COVID-19) pada Sabtu (21/3/2020), berasal dari Bekasi, Bogor, dan dari Bintaro.

BACA JUGA: Innalillahi, Tiga Dokter Meninggal Diduga Terpapar COVID-19 dari Pasien

Menurut informasi yang diterima, dua korban sempat mendapat perawatan RSUP Persahabatan, sementara seorang lainnya mengembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

"Untuk datanya saya belum dapat, tapi nanti untuk rinciannya akan disampaikan Bu Dirut," kata Kepala Humas RSUP Persahabatan Eryuni Yanti, sesuai lansiran laman Antara, Minggu (22/3/2020).

Kabar meninggalnya salah seorang dokter yang merupakan ahli bedah juga sempat diunggah dokter Pandu Priono melalui akun Twitternya. Dalam cuitannya yang diunggah Sabtu malam, ia menyebut bahwa rekannya itu diduga terpapar COVID-19 saat menangani pasien yang terinfeksi virus serupa.

Kita patut memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada beliau karena rela mengorbakan nyawanya demi membantu kita semua menghadapi wabah ini.

Viral perawat pakai baju hazmat (twitter)
Viral perawat pakai baju hazmat (twitter)

BACA JUGA: Viral Foto Perawat Pakai Baju Hazmat: Aku Haus Tapi Enggak Berani Minum

Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga lagu milik Hindia yang judulnya Secukupnya.

"Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang? Tak perlu memikirkan tentang apa yang akan datang di esok hari."

Terlepas dari fans Hindia yang militan dan suka mengatur selera musik orang lain, lirik gubahan Baskara Putra itu tidak bisa tidak telah mewakili perasaan seluruh warga Indonesia saat ini.

Coba pikirkan, kapan ya corona berakhir? Kapan ya pejabat Indonesia berhenti bikin gimmick dan serius menanggapi pandemi ini? Kapan ya kita dapat tertidur tenang?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail: Kematian Sang Marbut di Tengah Pandemi

Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail: Kematian Sang Marbut di Tengah Pandemi

Your Say | Senin, 09 Maret 2026 | 15:00 WIB

Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye

Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye

Your Say | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:05 WIB

Pertamina Ekspor Minyak BUCO saat Pandemi, Eks Wamen: Kalau Tidak, Rugi Semua

Pertamina Ekspor Minyak BUCO saat Pandemi, Eks Wamen: Kalau Tidak, Rugi Semua

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB