Mau Sumbangkan Alat Rapid Test, PPP: DPR Tak Pentingkan Anggotanya Sendiri

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2020 | 18:40 WIB
Mau Sumbangkan Alat Rapid Test, PPP: DPR Tak Pentingkan Anggotanya Sendiri
Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani. (Ria Rizki/Suara.com).

Suara.com - Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani memastikan bahwa DPR bakal menyumbangkan alat rapid test virus corona atau Covid-19 kepada masyarakat yang membutuhkan. Alat yang disumbang merupakan kelebihan dari alat rapid test yang dibeli dari hasil urunan anggota DPR.

Diketahui, anggota legislatif sengaja berinisiatif membeli sebanyak 40 ribu alat rapid test untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kepada mereka dan keluarganya. Hal itu disampaikan Arsul seiring gelombang protes dari masyarakat ihwal rencana pemeriksaan rapid test seluruh Dewan dan keluarga

"Pertama, DPR membeli dari iuran sebagian anggotanya 40 ribu rapid test kit dari China, yang 25-30 ribuan alat tesnya akan disumbangkan kepada berbagai pihak seperti rumah sakit, Pemda dan lain-lain," kata Arsul kepada wartawan, Selasa (24/3/2020).

Arsul menilai langkah itu sebagai bentuk bahwa DPR tidak hanya mementingkan anggota tetapi juga masyarakat pada umumnya. Ia mengatakan, ke depannya rapid test diprioritaskan kepada Dewan yang memiliki gejala serupa Covid-19.

"Ini tidak pakai dana APBN atau anggaran negara DPR ya. Jadi DPR bukan hanya mau pentingkan anggotanya sendiri. Kedua, tes kepada anggota DPR diprioritaskan bagi yang kurang sehat, merasa ada gejala yang tidak biasa pada tubuhnya, dan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksaaan rapid test untuk warga masyarakat oleh pemerintah," ujar Arsul.

Arsul yang juga Wakil Ketua MPR itu menuturkan, gelombang protes dari masyarakat timbul akibat informasi tidak utuh yang disampaikan oleh Sekretariat Jenderal DPR. Untuk itu, Arsul meminta agar Sekretariat Jenderal kemudian dapat mengklarifikasi kembali informasi seperti yang ia sampaikan.

"Tapi karena yang disampaikan oleh Sekjen enggak begitu maka jadi ramai. Karena itu Kesekjenan DPR harus menjelaskan seperti di atas. PPP ingin Kesekjenan DPR perlu lakukan koreksi dulu," kata Arsul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicari Polisi, Pasien di Bukittinggi Kabur karena Menolak Diisolasi

Dicari Polisi, Pasien di Bukittinggi Kabur karena Menolak Diisolasi

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 18:37 WIB

Akibat Corona, Pusat Perbelanjaan Blok M Sepi Begini Penampakanya

Akibat Corona, Pusat Perbelanjaan Blok M Sepi Begini Penampakanya

Foto | Selasa, 24 Maret 2020 | 18:33 WIB

Dunia Perangi COVID-19, Pepe Reina Serukan Pentingnya Social Distancing

Dunia Perangi COVID-19, Pepe Reina Serukan Pentingnya Social Distancing

Bola | Selasa, 24 Maret 2020 | 18:29 WIB

Jokowi: Rapid Test Harus Diprioritaskan ke ODP, PDP dan Keluarga

Jokowi: Rapid Test Harus Diprioritaskan ke ODP, PDP dan Keluarga

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 18:24 WIB

Terkini

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:03 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:54 WIB