Kesaksian Pasien Sembuh: COVID-19 Bisa Dikendalikan

RR Ukirsari Manggalani
Kesaksian Pasien Sembuh: COVID-19 Bisa Dikendalikan
Langkah yang dilakukan untuk cegah Virus Corona. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

"Penularan penyakit ini bisa dicegah jika kita tidak sering keluar rumah". --Christina, pasien sembuh dari COVID-19.

Suara.com - Pasien positif menderita Coronavirus Disease atau COVID-19 yang terkonvergensi negatif atau telah dinyatakan sembuh membuktikan bahwa virus ini bisa dikendalikan sehingga masyarakat tidak perlu resah. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

"Puji Tuhan, saya diberkati perawatan medis. Sekarang saya sehat," papar Christina, salah seorang pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Ia memberikan testimoni melalui rekaman video yang ditayangkan dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (27/3/2020) malam.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyaksikan tayangan video testimoni pasien yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/3/2020) malam [ANTARA Jatim/Fiqih Arfani].
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyaksikan tayangan video testimoni pasien yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/3/2020) malam [ANTARA Jatim/Fiqih Arfani].

Christina saat menjadi pasien setelah dinyatakan positif COVID-19 menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya. Dan ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu resah.

"Kenyataannya, COVID-19 bisa dikendalikan. Agar masyarakat tidak tertular, yang terpenting harus menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun," jelasnya.

Christina juga mengimbau agar masyarakat tidak menelan mentah-mentah informasi terkait penyebaran COVID-19 di media sosial, yang menurutnya seringkali dilebih-lebihkan.

"Jangan percaya berita hoaks. COVID-19 nyatanya bisa disembuhkan. Penularan penyakit ini bisa dicegah jika kita tidak sering keluar rumah," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa hingga pukul 17.00 WIB hari Jumat (27/3/2020), jumlah pasien positif COVID-19 yang telah berhasil disembuhkan di wilayah provinsi setempat berjumlah delapan orang.

"Sementara pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga pukul 16.00 WIB sore tadi berjumlah 66 orang, yang meninggal dunia empat orang," jelasnya.

Saat ini, total di Jatim terdapat 66 orang positif terpapar COVID-19, dengan rincian 33 orang dari Surabaya, sembilan orang dari Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu) dan delapan orang dari Magetan.

Berikutnya, delapan orang dari Sidoarjo, dua orang Kabupaten Kediri, dua orang dari Situbondo, dan masing-masing satu orang dari Gresik, Kabupaten Blitar, Lumajang serta Jember.

Catatan dari Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119. Jangan lupa, terapkan pula usaha tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing dengan jarak minimal dua meter.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS