Manfaatkan WFH untuk Mudik, PKPI: Jangan Bunuh Keluarga di Daerah!

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Sabtu, 28 Maret 2020 | 10:26 WIB
Manfaatkan WFH untuk Mudik, PKPI: Jangan Bunuh Keluarga di Daerah!
Pandemi Virus Corona Covid-19 [Shutterstock].

Suara.com - Hadirnya pandemi Virus Corona atau COVID-19 di Indonesia secara tidak langsung berdampak kepada para perantau yang mencari nafkah di DKI Jakarta. Mereka yang berprofesi sebagai pekerja informal mau tidak mau merasakan "seret" keuntungan sampai akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman.

Sementara di sisi lain, pemerintah menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dengan maksud memutus rantai penyebaran wabah Coronavirus ini. Artinya, pemerintah sangat mengharapkan masyarakat untuk bisa tetap diam di dalam rumah agar terlindungi dari penularan virus.

"Kita tidak tahu apakah dalam perjalanan pulang atau sebelumnya, pemudik itu terpapar Virus Corona dan akhirnya menularkan kepada keluarganya di daerah. Ini kan gawat," kata Ketua Departemen Komunitas Kesehatan DPN PKPI, dr. Dita Eka Sartika dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3/2020).

"Lebih parah lagi, juga banyak orang yang karena kantor dan sekolahnya diliburkan, mereka justru malahan mudik. Padahal imbauan untuk bekerja dan edukasi di rumah terus disampaikan," sambungnya.

Dita Eka Sartika menuturkan kalau masyarakat Indonesia sejatinya bisa bercermin kepada Italia di mana banyak orang yang melakukan eksodus ke berbagai daerah di negara itu sebelum memutuskan untuk menutup diri atau lockdown. Alhasil, orang-orang tadi menjadi pembawa atau carrier virus ke daerahnya masing-masing. Dan tidak bisa dipungkiri menjadi kontributor nyata terhadap jumlah korban kematian yang besar.

Tak ingin melihat kondisi Italia terjadi di Indonesia, maka ia menilai pemerintah mesti memberikan kebijakan yang tegas dan tepat terkait pelarangan mudik dadakan yang terjadi di tengah pandemi COVID-19, khususnya bagi perantau-perantau di Jakarta dan kota-kota besar lain di Pulau Jawa.

Keadaan di Indonesia dianggapnya sama ketika COVID-19 menyebar di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kala itu mereka tengah mempersiapkan Tahun Baru Imlek. Namun dengan ketegasan, Pemerintah China melarang warga Wuhan untuk melakukan tradisi mudik ke kampung halaman.

"Memang berat bagi berbagai pihak tidak bisa pulang kampung, dan bertemu dengan keluarga di saat seperti ini. Tapi jangan membunuh keluarga kita di rumah di daerah dengan mudik dadakan!" tutupnya.

Catatan dari Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119. Jangan lupa, terapkan pula usaha tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing dengan jarak minimal dua meter.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum PDP Corona dan Wafat, Anggota DPR ini Bagikan Masker

Sebelum PDP Corona dan Wafat, Anggota DPR ini Bagikan Masker

Jawa Tengah | Sabtu, 28 Maret 2020 | 06:00 WIB

Update Pandemi Corona di Bogor: 2 PDP Meninggal, Pasien Positif Tambah 2

Update Pandemi Corona di Bogor: 2 PDP Meninggal, Pasien Positif Tambah 2

Jabar | Jum'at, 27 Maret 2020 | 18:24 WIB

Nyaris di Angka 100, Pasien Meninggal karena Corona Capai 87 Orang

Nyaris di Angka 100, Pasien Meninggal karena Corona Capai 87 Orang

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 16:01 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×