Array

Hanya Kremasi, Tak Boleh Ada Upacara Pemakaman pada Jenazah Corona di China

Senin, 30 Maret 2020 | 12:17 WIB
Hanya Kremasi, Tak Boleh Ada Upacara Pemakaman pada Jenazah Corona di China
Ilustrasi pemakaman. (Pexels/Anna-Louise)

Suara.com - Sebuah krematorium di Jingzhou Provinsi Hubei China menyimpan sepuluh guci abu jenazah pasien covid-19 yang tak kunjung diambil keluarganya.

Keluarga yang masih menjalani karantina menjadi alasan mengapa abu jenazah yang dikremasi tersebut tak kunjung dijemput.

"Abu tersebut sekarang di bawah perawatan kami karena anggota keluarga berada di karantina," kata Sheng, direktur krematorium Jingzhou kepada Reuters.

China tak hanya melarang warganya untuk memakamkan keluarga yang meninggal akibat covid-19, tapi upacara perpisahan pun tak diizinkan untuk digelar.

"Tidak ada perpisahan tidak ada upacara yang diizinkan," kata Sheng seperti yang dikutip Suara.com dari Reuters (30/3/2020).

Sejak 1 Februari lalu, tidak ada keluarga yang diizinkan menggelar acara pemakaman. Larangan ini berlaku tak hanya untuk kematian yang disebabkan oleh covid-19, namun juga kematian sebab apapun.

Bagi keluarga di China yang mayoritas penduduknya menganut ajaran Buddha dan Tao, upacara pemakaman biasanya dilakukan dengan khidmat untuk memastikan perjalanan damai ke kehidupan setelah mati.

Keluarga akan berjaga sepanjang malam, mengenakan pakaian berkabung putih, dan para pelayat akan memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah, memanjatkan doa-doa Tao atau Buddha.

Namun, wabah covid-19 membuat upacara kematian tak seperti biasanya digelar.

Baca Juga: Sidang Putusan Kasus Hak Cipta Gen Halilintar Digelar Hari Ini

Rumah pemakaman di Jingzhou sunyi. Tak ada yang bisa hadir untuk menghormati abu jenazah keluarganya.

"Apa yang kita telah lakukan hingga menerima hukuman seperti ini?" tanya Wang Wenjun pada bulan lalu.

Ia harus menunggu selama 15 hari untuk bisa mengambil abu jenazah keluarganya yang meninggal karena covid-19.

Sementara itu, para petugas krematorium juga diberlakukan aturan baru sejak merebaknya virus corona di Hubei pada Desember 2019 lalu.

Selain melakukan disinfeksi, krematorium Jingzhou juga menyediakan satu tungku khusus untuk mengkremasi jenazah yang meninggal karena virus corona.

Staf krematorium pun selalu bergiliran sepanjang waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI