Jokowi: 8 Hari Terakhir, 978 Armada Bus Angkut 14 Ribu Orang ke Daerah

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Senin, 30 Maret 2020 | 12:24 WIB
Jokowi: 8 Hari Terakhir, 978 Armada Bus Angkut 14 Ribu Orang ke Daerah
Presiden Joko Widodo merapikan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya agar melakukan antisipasi mudik lebaran tahun 2020. Antisipasi tersebut sebagai bentuk pencegahan penularan virus corona Covid-19 di Tanah Air.

Jokowi mengatakan, mobilitas orang dalam jumlah besar --seperti mudik-- sangat berisiko, karena penyebaran Covid-19 akan terjadi.

Dari laporan yang diterima, kata Jokowi, gelombang arus mudik sudah terjadi lebih cepat dari biasanya menuju sejumlah kawasan seperti Jawa barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

"Bahkan laporan yang saya terima dari gubernur jawa tengah, gubernur DIY, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya. Dan sejak penetapan tanggap darurat di DKI Jakarta, telah terjadi percepatan arus mudik, terutama dari pekerja informal di Jabodetabek menuju provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, serta ke Jawa Timur," kata Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas yang disiarkan di akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (30/3/2020).

Kepala Negara menambahkan, selama kurun waktu 8 hari terakhir, tercatat sebanyak 976 armada bus mengangkut kurang lebih 14 ribu penumpang ke berbagai daerah. Jumlah tersebut bahkan belum dihitung dari pemudik yang menggunakan transportasi pribadi maupun transportasi publik lainnya.

"Dan selama 8 hari terakhir ini ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY," kata dia. 

"Ini belum dihitung arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainya, misalnya keretap api maupun kapal dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi," sambungnya.

Untuk itu, Jokowi meminta agar adanya pembatasan pergerakan orang-orang dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, dia juga meminta adanya langkah tegas untuk membendung terjadinya pergerakan orang-orang menuju daerah.

"Saya melihat sudah ada imbauan dari tokoh-tokoh dan Gubernur, agar perantau di Jabodetabek untuk tidak mudik. Dan ini saya minta ini untuk diteruskan dan digencarkan lagi, tapi menurut saya imbauan seperti itu belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk menutup rantai penyebaran Covid-19 ini," papar Jokowi.

Sebagaimana diketahui, angka kasus positif virus corona Covid-19 yang terjadi di Indonesia terus melonjak. Hingga hari Minggu (29/3/2020), total ada 1.285 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Artinya, ada penambahan sebanyak 130  kasus baru. Sebelumnya, data per Sabtu (28/3/2020) terdapat 1.155 pasien positif Covid-19.

"Ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 130 orang. sehingga jumlah totalnya menjadi 1.285," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube BNPB, Minggu sore.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Takut Corona, Jasad Pak Camat Dibiarkan Tergeletak di Pinggir Jalan

Takut Corona, Jasad Pak Camat Dibiarkan Tergeletak di Pinggir Jalan

News | Senin, 30 Maret 2020 | 12:21 WIB

21 Perjalanan KA Lokal Dibatalkan 1 April, Pelanggan Diminta Lakukan Refund

21 Perjalanan KA Lokal Dibatalkan 1 April, Pelanggan Diminta Lakukan Refund

News | Senin, 30 Maret 2020 | 12:15 WIB

Lagi Pada Ketakutan Corona, Nadia dan Dina Jual Cewek di Medsos untuk ML

Lagi Pada Ketakutan Corona, Nadia dan Dina Jual Cewek di Medsos untuk ML

Jatim | Senin, 30 Maret 2020 | 12:14 WIB

Komedian Veteran Jepang, Ken Shimura Meninggal Dunia Akibat Virus Corona

Komedian Veteran Jepang, Ken Shimura Meninggal Dunia Akibat Virus Corona

Entertainment | Senin, 30 Maret 2020 | 12:10 WIB

Ditegur, Pasutri Belanja Pakai Hazmat Sempat Ngeyel Bilang Begini

Ditegur, Pasutri Belanja Pakai Hazmat Sempat Ngeyel Bilang Begini

News | Senin, 30 Maret 2020 | 12:04 WIB

Sepekan Terinfeksi Corona, Ini Kondisi Mengejutkan Wali Kota Bima Arya

Sepekan Terinfeksi Corona, Ini Kondisi Mengejutkan Wali Kota Bima Arya

Jabar | Senin, 30 Maret 2020 | 12:03 WIB

Kota Bandung Mau Lockdown, Koordinasi dengan Cimahi, Sumedang dan KBB

Kota Bandung Mau Lockdown, Koordinasi dengan Cimahi, Sumedang dan KBB

Jabar | Senin, 30 Maret 2020 | 11:58 WIB

Kita adalah Garda Terdepan Sesungguhnya dalam Melawan Virus Corona

Kita adalah Garda Terdepan Sesungguhnya dalam Melawan Virus Corona

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2020 | 11:57 WIB

Risiko Paparan Klorin, Bahan Kimia yang Digunakan dalam Bilik Disinfektan

Risiko Paparan Klorin, Bahan Kimia yang Digunakan dalam Bilik Disinfektan

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 12:00 WIB

Marak Bilik Disinfektan, Pakar ITB: Bisa Jadi Virus Menyebar ke Area Lain

Marak Bilik Disinfektan, Pakar ITB: Bisa Jadi Virus Menyebar ke Area Lain

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 12:00 WIB

Terkini

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:15 WIB

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

News | Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:42 WIB

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:32 WIB

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:30 WIB

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:27 WIB

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:19 WIB

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

News | Minggu, 12 April 2026 | 19:30 WIB