DPR Desak Pemerintah Tindaklanjuti Hasil Kajian FKM UI di Episentrum Covid

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Senin, 30 Maret 2020 | 13:46 WIB
DPR Desak Pemerintah Tindaklanjuti Hasil Kajian FKM UI di Episentrum Covid
Anggota DPR RI Saleh P Daulay. [DPR RI]

Suara.com - Komisi IX DPR meminta pemerintah menindaklanjuti hasil kajian Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) terkait potensi besar terjangkitnya banyak orang oleh Virus Corona Covid-19.

Sebelumnya, FKM UI juga meminta agar pemerintah melakukam intervensi serius dalam penanganan penyeberan Covid-19.

Menurut anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay, pemerintah perlu mempertimbangkan dan menindaklanjuti kajian FKM UI lantaran bersifat metodologi ilmiah. Apalagi, lanjut dia, FKM UI tidak memiliki kepentingan tertentu selain mengenai hal kemanusiaan.

"Saya kira hasil kajian tim FKM UI tersebut sangat perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Pasalnya, kajian itu tentu dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Dan saya yakin, itu semata-mata dilakukan setelah melihat penanganan Covid-19 yang belum menunjukkan kemajuan," kata Saleh saat dihubungi pada Senin (30/3/2020).

Saleh mengatakan pemerintah harus tegas dalam membuat langkah kebijakan. Mengingat, dalam kajiannya, FKM UI memprediksi bakal ada 2,5 juta orang yang berpotensi terjangkit Covid-19 apabila tidak ada intervensi serius dari pemerintah.

"Prediksi yang disebutkan benar-benar mengkhawatirkan. Ada 2,5 juta orang di Indonesia yang terancam akan terinfeksi. Ini bukan jumlah yang sedikit. Apalagi, sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa virus ini akan hilang," ujar Saleh.

Saleh memandang, pemerintah bisa melakukan intervensi dengan memprioritaskan kepada penerapan lockdown atau karantina wilayah di daerah-daerah zona merah penyebaran Covid-19. Hal tersebut bertujuan menghentikan laju atau memutus mata rantai sebaran Virus Corona.

"Dalam suasana seperti ini, semua komponen bangsa diyakini akan mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah. Di sinilah kepempinan akan diuji. Rakyat mempertaruhkan hidup mereka di atas kebijakan pemerintah. Lockdown kota-kota yang dinilai menjadi episentrum penyebaran virus ini. Misalnya, Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Jangan sampai terlambat," tutur Saleh.

Diketahui, penanganan wabah Virus Corona di Indonesia memerlukan intervensi dari pemerintah secara serius. Dikhawatirkan, jika tidak ada intevensi serius dari pemerintah akan berdampak pada makin membengkaknya jumlah warga yang terinfeksi Virus Corona.

baca juga

Hal tersebut disampaikan Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melalui Ahli Epidemilogi dan Biostatistik Dr Pandu Riono.

"Perlu ada intervensi pemerintah secara serius. Kalau tidak hampir 2,5 juta orang di negara ini berpotensi terjangkit Covid-19. Prediksi ini merupakan salah satu bagian dari draf 'Covid-19 Modelling Scenarios, Indonesia', disusun oleh Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tanggal 27 Maret 2020, ditujukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)," katanya saat dikonfirmasi Suara.com pada Minggu (29/3/20202).

Draf 'Covid-19 Modelling Scenarios, Indonesia', ini kata Riono, FKM UI diminta langsung oleh Bappenas RI. Dalam penyusunan draf tersebut turut terlibat Pandu Riono, Iwan Ariawan, Muhammad N Farid dan Hafizah Jusril.

Saat ini, warga yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mencapai 1.285 orang dengan angka kematian sudah mencapai 114 orang. Menurut Tim FKMUI, angka tersebut akan terus meningkat bila tidak ada intervensi dari pemerintah untuk menanggulangi penyebaran COVID-19.

"Perlu ada intervensi tingkat tinggi dari pemerintah," kata dia.

Ia mengatakan jenis-jenis tingkatan intervensi yang dilakukan dalam pencegahan penularan Covid-19 yang dimaksud Tim FKMUI seperti tanpa intervensi, intervensi rendah dengan jaga jarak sosial secara sukarela, membatasi kerumunan massa.

Kemudian, intervensi moderat dengan tes massal cakupan rendah, mengharuskan jaga jarak sosial (penutupan sekolah/bisnis) dan intervensi tinggi dengan tes massal cakupan tinggi, yakni mewajibkan jaga jarak sosial.

"Sekarang hanya ada imbauan. Jadi, antara tanpa intervensi dan intervensi rendah," kata Pandu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nekat Mudik Lebaran ke Jawa Timur, Kalian Akan Diisolasi 14 Hari

Nekat Mudik Lebaran ke Jawa Timur, Kalian Akan Diisolasi 14 Hari

Jatim | Senin, 30 Maret 2020 | 13:42 WIB

Diduga Tertular Anaknya yang Baru dari Jakarta, Pasien Suspect Meninggal

Diduga Tertular Anaknya yang Baru dari Jakarta, Pasien Suspect Meninggal

News | Senin, 30 Maret 2020 | 13:35 WIB

Jokowi: Imbauan Larangan Mudik Saja Tak cukup, Harus Lebih Tegas

Jokowi: Imbauan Larangan Mudik Saja Tak cukup, Harus Lebih Tegas

News | Senin, 30 Maret 2020 | 13:30 WIB

"Plan A" dan "Plan B" Lockdown Kota Bogor

"Plan A" dan "Plan B" Lockdown Kota Bogor

Jabar | Senin, 30 Maret 2020 | 13:21 WIB

Mau Lockdown, DPRD Sebut Anies Bisa Bunuh Warganya Jika Tak Berbekal Ini

Mau Lockdown, DPRD Sebut Anies Bisa Bunuh Warganya Jika Tak Berbekal Ini

News | Senin, 30 Maret 2020 | 13:06 WIB

Terkini

Eks Komandan Antiteror Ungkap 4000 Polisi Disiapkan Bentrok dengan Mahasiswa dan Warga

Eks Komandan Antiteror Ungkap 4000 Polisi Disiapkan Bentrok dengan Mahasiswa dan Warga

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween

Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:15 WIB

AI Makin Canggih, Digital Humanities Jadi Kunci agar Teknologi Tetap Berpihak pada Manusia

AI Makin Canggih, Digital Humanities Jadi Kunci agar Teknologi Tetap Berpihak pada Manusia

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat

Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Urutan Skincare Malam Viva untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Urutan Skincare Malam Viva untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan

The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:03 WIB

×