Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi

Erick Tanjung, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:48 WIB
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Timur menertibkan kawasan Hutan Kota Cawang yang diduga menjadi tempat 'esek-esek' di Jalan Mayjen Soetoyo, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, pada Jumat (27/2/2026). [Dok. Pemkot Jakarta Timur]
baca 10 detik
  • Pemkot Jakarta Timur tertibkan Hutan Kota Cawang terkait penyalahgunaan fungsi taman.
  • Hutan Kota Cawang ditata ulang guna cegah aktivitas asusila yang meresahkan.
  • Petugas perbaiki pagar dan pasang lampu penerangan di Hutan Kota Cawang.

Suara.com - Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Timur melakukan tindakan tegas dengan menertibkan kawasan Hutan Kota Cawang di Jalan Mayjen Soetoyo, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, pada Jumat (27/2/2026). Langkah penertiban ini diambil menyusul maraknya laporan mengenai penyalahgunaan kawasan hijau tersebut sebagai lokasi aktivitas asusila yang meresahkan warga.

Operasi ini melibatkan personel gabungan dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan (Sudin Tamhut) Jakarta Timur, pihak kelurahan, serta unsur Tiga Pilar yang terdiri dari TNI dan Polri.

"Kami berupaya meminimalisir dampak kerawanan sosial di lokasi taman ini. Ada beberapa informasi dan perhatian dari masyarakat berkaitan dengan penyalahgunaan fungsi taman," ujar Camat Makasar, Dimas Prayudi, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemkot Jakarta Timur.

Fokus utama petugas di lapangan adalah memperbaiki pagar di sekeliling hutan kota. Petugas melakukan pengelasan pada bagian pagar yang hilang atau berlubang demi menutup akses masuk ilegal. Berdasarkan penelusuran, ditemukan jalur-jalur tidak resmi yang sengaja dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjangkau area gelap di dalam hutan.

Selain itu, petugas juga menjumpai berbagai barang bukti yang mengindikasikan adanya aktivitas asusila berserakan di sudut-sudut tersembunyi. Guna menghilangkan kesan tertutup dan rawan, Sudin Tamhut Jakarta Timur melakukan pemangkasan atau penopingan pohon secara massal agar area hutan menjadi lebih terbuka dan terpantau.

Langkah pengamanan ini didukung oleh Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur yang memasang lampu tembak untuk menerangi titik-titik rawan. Tindakan tersebut merupakan respons atas keluhan warga di media sosial yang menyoroti adanya kerumunan mencurigakan di lokasi tersebut pada dini hari dalam kondisi gelap gulita.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) kini akan memperketat pengawasan rutin di kawasan tersebut.

"Pengawasan berkala dilakukan oleh Sudin Tamhut dan Satpol PP. Jika penyalahgunaan kembali terjadi saat petugas tidak ada, akan segera kami tindak lanjuti," pungkas Dimas.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen

Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:44 WIB

Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta

Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:46 WIB

Naga Hingga Wajah Berubah! Intip Kemeriahan Festival Pecinan di TMII

Naga Hingga Wajah Berubah! Intip Kemeriahan Festival Pecinan di TMII

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:41 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×