Simpang Siur Pelarangan Mudik, Mardani Ali Sera: Kebijakan Amburadul

Iwan Supriyatna, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 04 April 2020 | 11:20 WIB
Simpang Siur Pelarangan Mudik, Mardani Ali Sera: Kebijakan Amburadul
Mardani Ali Sera. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Silang pendapat yang akhir-akhir ini muncul mengenai mudik atau pulang kampung lebaran dimana pernyataan Jubir Presiden diralat oleh Mensesneg nampaknya menjadi sorotan banyak pihak.

Salah satu yang menyoroti silang pendapat di lingkungan istana negara itu adalah Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Mardani menilai kebijakan mengenai mudik di tengah pandemi virus Corona yang dikeluarkan pemerintah dirasa masih kacau.

"Kejelasan. Kebijakan mudik amburadul," kata Mardani saat dihubungi Suara.com, Sabtu (4/4/2020).

Menurutnya, kebijakan serta komunikasi publik tentang mudik lebaran ini tidak jelas lantaran disampaikan tidak hanya dari satu pintu saja.

"Kebijakan dan komunikasi publiknya. Maju mundur dan banyak pintu berbeda-beda. Padahal rumusnya jelas agar Covid-19 dapat dijinakkan karantina wilayah aksi utamanya. Kalau tidak full bisa parsial," ungkapnya.

Anggota DPR RI Fraksi PKS ini mengatakan, akibat adanya kebijakan dan komunikasi mudik yang tidak jelas ini membuat bingung seperti para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilarang mudik.

Menurutnya, ketidakjelasan kebijakan dan adanya silang pendapat mengenai mudik ini ditenggarai tidak adanya satu komando dan kepemimpinan presiden yang tegas.

"Semua karena komando penanganan tidak satu dan kualitas kepemimpinan yang tidak kokoh," tandasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman salah menyampaikan kebijakan pemerintah terkait mudik di tengah wabah virus corona. Pemerintah bukan tidak melarang mudik.

baca juga

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan pemerintah berusaha keras mengajak masyarakat tak mudik ke kampung halaman di tengah wabah corona. Sebab pemerintah menyiapkan bantuan sosial kepada masyarakat lapisan bawah.

"Yang benar adalah pemerintah mengajak dan berupaya keras agar masyarakat tidak perlu mudik. Dan pemerintah menyiapkan bantuan sosial yang diperbanyak penerima manfaatnya dan diperbesar nilainya kepada masyarakat lapisan bawah," ujar Pratikno dalam pernyataan persnya, Kamis (2/4/2020).

Pratikno menuturkan ajakan pemerintah untuk tidak mudik sesuai dengan Peraturan Pemerintah tentang PSBB (pembatasan sosial berskala besar).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hampir 100 Posko Akan Hadang Pemudik ke Jatim, Diperiksa Corona

Hampir 100 Posko Akan Hadang Pemudik ke Jatim, Diperiksa Corona

Jatim | Sabtu, 04 April 2020 | 04:05 WIB

Cegah Corona, Kapolri Idham Azis Larang Anggota dan Keluarga Mudik Lebaran

Cegah Corona, Kapolri Idham Azis Larang Anggota dan Keluarga Mudik Lebaran

News | Jum'at, 03 April 2020 | 17:21 WIB

Pemerintah Tak Tegas Larang Mudik Lebaran, Potensi Covid-19 Makin Meluas

Pemerintah Tak Tegas Larang Mudik Lebaran, Potensi Covid-19 Makin Meluas

Health | Jum'at, 03 April 2020 | 17:55 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×