Narapidana di Turki Produksi 1,5 Juta Masker Tiap Bulan Lawan Corona

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Senin, 06 April 2020 | 16:35 WIB
Narapidana di Turki Produksi 1,5 Juta Masker Tiap Bulan Lawan Corona
Masker yang Direkomendasikan WHO. [Shutterstock]

Suara.com - Turki memiliki cerita berbeda dengan Indonesia soal narapidana di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Para terpidana di sana memproduksi masker dan APD untuk membantu menyuplai rumah sakit.

Dilaporkan oleh Daily Times, Selasa (31/3/2020) para tahanan di enam penjara di Turki dapat menghasilkan 1,5 juta masker sekali pakai dalam sebulan. Pernyataan ini diumumkan oleh Kementerian Kehakiman negara tersebut.

"Lokakarya narapidana di beberapa penjara Turki berkontribusi pada produksi 80 jenis alat medis untuk pasokan rumah sakit, termasuk masker, baju pelindung diri perawat dan ahli bedah," kata pihak kementerian dalam sebuah pernyataan resmi.

Kementerian menambahkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, para tahanan memiliki peningkatan permintaan produksi sejak wabah virus corona.

Para napi yang tinggal di Badan Eksekusi Pidana Terbuka Nide dapat memproduksi 20 ribu masker setiap hari, menurut situs Haberler, Kamis (26/3/2020).

Ramazan Fidanolu, Direktur Badan Eksekusi Pidana Terbuka Nide, mengatakan pelatihan pengetahuan dan keterampilan profesional diberikan kepada para tahanan untuk membawa mereka ke masyarakat.

"Di bengkel kami di mana 70 narapidana dipekerjakan pada tahap pertama, 20 ribu topeng diproduksi setiap hari. Dengan mempekerjakan lebih banyak narapidana, upaya intens dilakukan untuk memenuhi tuntutan di bidang tekstil medis dengan fasilitas domestik dan nasional," ujar Fidanolu.

Ia menegaskan bahwa para napi memproduksi masker sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tanpa mengorbankan kualitas.

Sementara itu, disadur dari Haberturk, Senin (6/4/2020), Badan Eksekusi Pidana Terbuka Wanita Denizli Bozkurt mempekerjakan 100 napi untuk membuat masker.

baca juga

Masker yang diproduksi dijual ke lembaga dan organisasi publik, terutama rumah sakit, dengan harga lebih rendah dari pasar. Mereka dapat menjahit 12 ribu topeng per hari.

Narapidana wanita yang memproduksi masker bekerja 8 jam sehari dengan gaji dan asuransi. Proyek ini dilaksanakan oleh Kementerian Kehakiman.

Sebelumnya, pemerintah Turki mengancam produsen masker jika mereka tidak berhenti menimbun. Pabrik diminta mulai menjual produk ke Kementerian Kesehatan.

Catatan Redaksi: Artikel ini telah mengalami revisi. Kami mengubah foto dalam artikel ini setelah foto ilustrasi sebelumnya diprotes pemilik foto. Atas kesalahan tersebut, redaksi meminta maaf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Giliran Wuling Tutup Pabrik Selama 2 Pekan Karena Covid-19

Giliran Wuling Tutup Pabrik Selama 2 Pekan Karena Covid-19

Otomotif | Senin, 06 April 2020 | 16:11 WIB

Hotel Bersejarah Saat PDRI di Bukittinggi Berhenti Beroperasi karena Corona

Hotel Bersejarah Saat PDRI di Bukittinggi Berhenti Beroperasi karena Corona

News | Senin, 06 April 2020 | 16:08 WIB

Sri Mulyani Ungkap Data BIN, 95.000 Orang Diprediksi Terpapar Corona

Sri Mulyani Ungkap Data BIN, 95.000 Orang Diprediksi Terpapar Corona

Bisnis | Senin, 06 April 2020 | 16:08 WIB

Kekurangan Tenaga, 164 PNS DKI Jadi Relawan untuk Bantu Tangani Covid-19

Kekurangan Tenaga, 164 PNS DKI Jadi Relawan untuk Bantu Tangani Covid-19

News | Senin, 06 April 2020 | 16:04 WIB

Seksolog Dr Naek L Tobing Meninggal Dunia Positif Virus Corona Covid-19

Seksolog Dr Naek L Tobing Meninggal Dunia Positif Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 06 April 2020 | 16:03 WIB

Operasinya Ditunda karena Covid-19, Pasien Kanker Ginjal Ini Semakin Cemas

Operasinya Ditunda karena Covid-19, Pasien Kanker Ginjal Ini Semakin Cemas

Health | Senin, 06 April 2020 | 16:05 WIB

Terkini

Anak Buah Terjaring OTT KPK di Bogor, Wamen ATR/BPN Minta Publik Tak Berspekulasi

Anak Buah Terjaring OTT KPK di Bogor, Wamen ATR/BPN Minta Publik Tak Berspekulasi

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:28 WIB

Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026

Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 17:28 WIB

Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi

Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 17:28 WIB

Ekonom Ungkap Baik Buruk harga Pertalite Naik

Ekonom Ungkap Baik Buruk harga Pertalite Naik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:25 WIB

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:23 WIB

Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti

Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti

Health | Selasa, 15 September 2026 | 17:20 WIB

Industri Telekomunikasi Diminta Perkuat Kolaborasi, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Industri Telekomunikasi Diminta Perkuat Kolaborasi, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:19 WIB

Di Mana Nusron Wahid? Absen Rapat DPR Usai Pejabat Kementerian ATR Kena OTT KPK

Di Mana Nusron Wahid? Absen Rapat DPR Usai Pejabat Kementerian ATR Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:19 WIB

Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar

Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 17:18 WIB

Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:17 WIB

×