Malaysia Lockdown, Ada TKI yang Bertahan Hidup dengan Makan Tikus

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 07 April 2020 | 15:25 WIB
Malaysia Lockdown, Ada TKI yang Bertahan Hidup dengan Makan Tikus
Sejumlah WNI terdampak "lockdown" di Malaysia akan dipulangkan ke Sumatera Utara dari Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai di Dumai, Riau, Selasa (31/3/2020). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/nz)

Suara.com - Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia ikut merasakan dampak ketika negeri Jiran itu memberlakukan Perintah Kendali Pergerakan atau Movement Control Order (MCO) sebagai bentuk penanganan pandemi virus Corona (Covid-19).

Ada yang beruntung, karena tetap mendapatkan upah dari majikan. Namun ada yang juga kesulitan memperoleh pendapatan sampai harus menyantap tikus demi mengganjal perut yang kosong.

Salah satu pekerja migran asal Blitar, Jawa Timur Mujianto mengemukakan pengalamannya selama masa MCO. Mujianto sendiri bekerja menjadi pekerja legal tambang batu di sebuah perusahaan di daerah Engekilili, Sarawak, Malaysia.

Mujianto menceritakan, suasana di Sarawak saat ini terpantau sepi karena adanya MCO yang masih diberlakukan Pemerintah Malaysia. Meski demikian ada kelonggaran kebijakan bagi masyarakat yang hendak membeli kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat bisa berbelanja ke pasar pada pukul 07.00 hingga 09.00 waktu setempat dan pukul 17.00 sampai pukul 19.00 waktu setempat. Aparat keamanan tetap mengawasi selama ada masyarakat yang ke luar rumah untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

"Jadi jalan menuju pasar atau permukiman selalu dijaga Polis dan tentara. Jadi kalau tidak ada kepentingan yang mendesak tidak diperbolehkan keluar," kata Mujianto saat dihubungi wartawan, Selasa (7/4/2020).

Ia termasuk yang beruntung karena menjadi pekerja legal sehingga perusahaannya masih memberikan nafkah meski tidak bekerja.

"Alhamdulillah kalau teman-teman yang satu majikan tidak ada masalah, karena semua ada permitt kerja jadi majikan membayar gaji penuh selama diberlakukan kawalan pergerakan oleh pemerintah Malaysia," ujarnya.

Namun, ia mendengar dari teman-temannya yang ilegal mendapatkan kesulitan lantaran tidak diberikan upah penuh selama MCO. Tidak dapat dipungkiri uang mereka pun kian menipis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mujianto tidak segan menceritakan nasib temannya asal Flores yang bekerja di Sarawak, Malaysia. Mujianto menceritakan, temannya sampai harus memakan tikus yang dibakar untuk disantap sehari-hari.

"Ini kawan dari Flores. Tikusnya sudah habis bersih sekarang," ujarnya sambil mengirimkan foto tikus yang tengah dibakar.

Mujianto menuturkan banyak pekerja migran asal Indonesia yang ilegal tidak mendapatkan gaji dari majikannya. Kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pekerja borongan.

Mujianto menyampaikan, kebanyakan pekerja migran di Sarawak ada yang menunggu sampai bisa bekerja kembali. Namun ada juga sebagian yang ingin pulang ke tanah air. Ia sendiri mengaku belum mendapatkan kabar terkait rencana pemerintah membantu pekerja migran untuk bisa pulang ke Indonesia.

"Sudah dengar dari berita, tapi itu yang ada di Semenanjung malaysia, yang ada di Sabah dan Sarawak belum tahu beritanya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Bom Waktu soal Corona, Dokter Malaysia Risaukan Indonesia

Sebut Bom Waktu soal Corona, Dokter Malaysia Risaukan Indonesia

News | Selasa, 07 April 2020 | 10:36 WIB

Dokter Malaysia: Kasus Corona di Indonesia adalah Bom Waktu untuk Malaysia

Dokter Malaysia: Kasus Corona di Indonesia adalah Bom Waktu untuk Malaysia

News | Senin, 06 April 2020 | 12:51 WIB

Malaysia Lockdown, Keluarga dan Anak Balita Cuma Bisa Makan Nasi Pakai Gula

Malaysia Lockdown, Keluarga dan Anak Balita Cuma Bisa Makan Nasi Pakai Gula

News | Senin, 06 April 2020 | 12:11 WIB

Karena Corona TKI di Malaysia Kelaparan, Makan Daun dengan 2 Anaknya

Karena Corona TKI di Malaysia Kelaparan, Makan Daun dengan 2 Anaknya

News | Minggu, 05 April 2020 | 13:18 WIB

Malaysia Lockdown, Indonesia Kebanjiran Order Babi dari Singapura

Malaysia Lockdown, Indonesia Kebanjiran Order Babi dari Singapura

Bisnis | Jum'at, 03 April 2020 | 15:40 WIB

Antisipasi Gelombang WNI dari Malaysia, Armada Kapal Perang Disiapkan

Antisipasi Gelombang WNI dari Malaysia, Armada Kapal Perang Disiapkan

News | Jum'at, 03 April 2020 | 12:17 WIB

Terkini

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB