Negara Dilanda Corona, Presiden Kamerun Malah Bungkam

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Selasa, 07 April 2020 | 19:24 WIB
Negara Dilanda Corona, Presiden Kamerun Malah Bungkam
Presiden Kamerun Paul Biya. ((AFP Photo/Ludovic MARIN))

Suara.com - Presiden Kamerun Paul Biya dikritik habis-habisan karena sikap diamnya di tengah pandemi corona yang melanda negaranya.

Seperti yang diberitakan AFP, sikap diam Biya memicu kritik keras bahwa presiden berusia 87 tahun itu telah gagal.

Worldometers menunjukkan sebanyak 658 kasus virus corona terjadi di Kamerun. Sembilan orang meninggal dan hanya 17 yang dinyatakan sembuh per Selasa (7/4/2020).

Namun Presiden Biya belum juga membuka suara terkait wabah yang menjadikan Kamerun sebagai negara kedua di Afrika dengan kasus infeksi virus corona terbanyak ini.

Selama 37 tahun berkuasa, Biya memang jarang tampil di muka umum. Ini dikarenakan kondisi kesehatannya yang burukk. Namun, kebisuannya dalam mengatasi pandemi ini menimbulkan pertanyaan publik.

Pada 11 Maret lalu, Biya sempat berpose di depan kamera bersama duta besar Amerika Serikat. Namun, dia tidak pernah berbicara di depan media.

Seminggu kemudian, Biya melalui Facebook-nya, meminta agar rakyat Kamerun 'menghormati' langkah-langkah yang ia ambil untuk mengatasi virus corona.

Namun setelah pernyataan tersebut, Biya tak lagi tampak di muka publik. Bahkan untuk satu pernyataan pun.

Rekam jejak Biya menunjukkan bahwa dia bukan komunikator utama di saat-saat terbaik. Dia hanya membuat tiga-empat penampilan di depan publik dalam setahun.

baca juga

Peneliti Stephane Akoa berpendapat, "Dalam konteks seperti ini, pesan presiden sangat penting".

Pekan lalu, sebuah desas-desus beredar di sosial media bahwa Biya mungkin saja telah tiada. Namun kabar ini langsung dibantah oleh Menteri Komunikasi Rene-Emmanuel Saidi yang menyatakan bahwa Biya akan menjalankan urusan resminya seperti biasa.

Namun, tetap saja tidak ada pernyataan dari sang presiden.

Pada Jum'at (3/4/2020) Maurice Kamto, seorang pemimpin oposisi, menuntut agar presiden segera muncul dalam waktu tujuh hari.

"Jika tidak, rakyat pasti akan melihat kegagalannya," ujar Kamto.

Kamto bahkan mengritik keras bahwa keheningan Biya adalah sebuah tindakan kriminal.

Sementara itu, wakil kepala staf presiden Oswald Baboke membela presiden.

"Waktu Presiden tidak dapat diimprovisasi dan tidak dapat dijabawkan," tulis Baboke melalui media.

Sejauh ini Menteri Kesehatan Anak Muda Kamerun Malachie Manaouda telah menjadi orang utama untuk mengatasi virus corona.

Namun hal ini tak menyurutkan kritik kepada pemerintah, terutama sejak terjadi lonjakan kasus dari 142 menjadi 658 dalam seminggu.

"Komunikai pemerintah lemah, responsnya terlambat, dan beberapa hal tidak dipersiapkan dengan baik," kata Stephane M'Bafou, seorang konsultan manajemen publik dan pemerintahan.

Senada dengan M'Bafou, ekonom Albert Ze mengatakan, "Jelas ada kurangnya koordinasi".

Sementara itu, pada 13 Maret Perdana Menteri Joseph Dion Ngute mengumumkan langkah-langkah seperti menutup perbatasan dan larangan unjuk rasa, yang telah diperpanjang.

Ngute juga mengumumkan telah mengeluarkan dana solidaritas senilai satu miliar franc CFA (1,5 juta euro / $ 1,65 juta).

Namun kritik tetap terjadi dengan isu bahwa respons pemeritnah tersebut tidak cukup jauh.

"Kita harus segera mengumumkan jam malam, mengisolasi kota-kota di mana kasus-kasus dikonfirmasi dan bergerak ke arah pembatasan umum terlepas dari biaya sosial-ekonomi," kata M'Bafou.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas HAM Minta Rencana Pengesahan RKUHP di Tengah Pandemi Corona Ditunda

Komnas HAM Minta Rencana Pengesahan RKUHP di Tengah Pandemi Corona Ditunda

News | Selasa, 07 April 2020 | 19:15 WIB

Jejak 'Maling Berandal' Bobol Sekolah, Tulis Kata-kata Kotor di Papan Tulis

Jejak 'Maling Berandal' Bobol Sekolah, Tulis Kata-kata Kotor di Papan Tulis

News | Selasa, 07 April 2020 | 19:13 WIB

Seluruh Proyek Infrastruktur Berhenti Imbas Corona, Gaji Dijamin Lancar

Seluruh Proyek Infrastruktur Berhenti Imbas Corona, Gaji Dijamin Lancar

Bisnis | Selasa, 07 April 2020 | 19:07 WIB

Kasus Positif Corona di RI Tembus 2.700-an, Nasib PON 2020 di Tangan Jokowi

Kasus Positif Corona di RI Tembus 2.700-an, Nasib PON 2020 di Tangan Jokowi

Sport | Selasa, 07 April 2020 | 19:07 WIB

Tertular Saat Pelatihan Haji, Satu Keluarga di Lamongan Positif Corona

Tertular Saat Pelatihan Haji, Satu Keluarga di Lamongan Positif Corona

Jatim | Selasa, 07 April 2020 | 19:06 WIB

Nasib Proyek Ibu Kota Negara Baru di Tengah Wabah Corona, Ini Kata Basuki

Nasib Proyek Ibu Kota Negara Baru di Tengah Wabah Corona, Ini Kata Basuki

Bisnis | Selasa, 07 April 2020 | 19:04 WIB

Catat, 5 Langkah Cegah Virus Corona Covid-19 untuk Penderita Diabetes

Catat, 5 Langkah Cegah Virus Corona Covid-19 untuk Penderita Diabetes

Health | Selasa, 07 April 2020 | 19:08 WIB

Terhalang Wabah Corona, Riza Patria Belum Bisa Dilantik Jadi Wagub DKI

Terhalang Wabah Corona, Riza Patria Belum Bisa Dilantik Jadi Wagub DKI

News | Selasa, 07 April 2020 | 18:39 WIB

Perangi Virus Corona, POPULAR Magazine Indonesia Galang Dana

Perangi Virus Corona, POPULAR Magazine Indonesia Galang Dana

Entertainment | Selasa, 07 April 2020 | 18:35 WIB

Jenis Kain Seperti Apa yang Tepat Dijadikan Masker Guna Cegah Virus Corona?

Jenis Kain Seperti Apa yang Tepat Dijadikan Masker Guna Cegah Virus Corona?

Health | Selasa, 07 April 2020 | 19:00 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×