Hari Paling Mematikan di New York Akibat Wabah Corona

Bangun Santoso

Rabu, 08 April 2020 | 07:13 WIB
Hari Paling Mematikan di New York Akibat Wabah Corona
Suasana Kota New York tampak sepi akibat pemberlakukan status lockdown atau karantina untuk mengantisipasi penularan virus corona, Minggu (22/3/2020). (Foto: Anadolu/Lokman Viral Elibol)

Suara.com - New York telah mengalami hari paling mematikan selama pandemi virus corona baru dengan mencatat 731 kematian dalam 24 jam terakhir, meskipun Gubernur Andrew Cuomo mengatakan pasien rawat inap berjumlah ajek sehingga memberikan harapan untuk negara bagian yang paling terpukul itu.

Bahkan ketika jumlah kematian mencapai 5.489 di seluruh New York, Cuomo mengatakan kepada pers, Selasa, bahwa dia bekerja sama dengan para gubernur New Jersey dan Connecticut mengenai rencana memulai kembali kehidupan begitu krisis mereda.

Cuomo mengatakan bahwa penutupan bisnis dan sekolah serta langkah pembatasan jarak sosial berdampak yang diinginkan dan mendesak masyarakat untuk terus patuh khususnya karena Kota New York bersiap menghadapi kemungkinan puncak rawat inap pekan ini.

"Perilaku kita mempengaruhi jumlah kasus," kata Cuomo seperti dikutip Reuters, Rabu (8/4/2020). "Jumlah kasus tidak turun dari surga."

731 kematian baru pada Senin pekan ini menandai kenaikan dari 599 kematian baru sehari sebelumnya, sementara rawat inap baru hampir dua kali lipat menjadi 656, bertentangan dengan tren beberapa hari terakhir yang oleh Cuomo disebut sebagai kemungkinan menjadi ratanya kurva.

Tetapi Cuomo memperingatkan untuk tidak terlalu banyak membaca data harian dan menekankan rata-rata tiga hari yang masih menunjukkan tren penurunan tekanan terhadap rumah sakit-rumah sakit di New York.

Sang gubernur juga menunjuk penurunan penerimaan unit perawatan intensif dan penurunan intubasi harian sebagai tanda-tanda yang membesarkan hati.

Cuomo mengatakan para pejabat kesehatan telah mengembangkan rejimen pengujian antibodi yang disetujui oleh Departemen Kesehatan AS untuk digunakan di negara bagian tersebut, dan mengatakan bahwa para pengambil kebijakan sedang berupaya meningkatkannya.

Tes itu, kata Cuomo, akan menentukan apakah orang telah mengembangkan antibodi setelah tertular dan sembuh dari virus corona, dan akan menjadi bagian dari rencana yang lebih besar yang bertujuan membuat orang kembali bekerja dan bersekolah.

baca juga

"Itu sebabnya Anda akan memiliki antibodi untuk virus - itu berarti Anda tidak lagi menular, dan Anda tidak bisa terpapar virus ini karena Anda memiliki antibodi dalam sistem Anda," kata gubernur. "Anda tidak akan mengakhiri virus ini sebelum mulai memulihkan hidup."

Sumber: Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peta Sebaran Virus Corona di Surabaya 8 April 2020: Pasien Tewas Bertambah

Peta Sebaran Virus Corona di Surabaya 8 April 2020: Pasien Tewas Bertambah

Jatim | Rabu, 08 April 2020 | 07:09 WIB

New York Alami Hari Paling Mematikan Selama Krisis Virus Corona

New York Alami Hari Paling Mematikan Selama Krisis Virus Corona

News | Rabu, 08 April 2020 | 06:10 WIB

Virus Corona Hidup di Suhu Dingin Begini Cara Aman Simpan Makanan di Kulkas

Virus Corona Hidup di Suhu Dingin Begini Cara Aman Simpan Makanan di Kulkas

Health | Rabu, 08 April 2020 | 06:45 WIB

Perawat Tulis Surat Wasiat Khawatir Meninggal Terinfeksi Virus Corona

Perawat Tulis Surat Wasiat Khawatir Meninggal Terinfeksi Virus Corona

News | Rabu, 08 April 2020 | 07:10 WIB

Kembangkan Vaksin Corona, Peneliti Selandia Baru Isolasi Virus SARS-CoV-2

Kembangkan Vaksin Corona, Peneliti Selandia Baru Isolasi Virus SARS-CoV-2

Health | Rabu, 08 April 2020 | 06:05 WIB

Pandemi Corona, Pakar Sarankan Tidak Gunakan Tas Belanja Berulang Kali

Pandemi Corona, Pakar Sarankan Tidak Gunakan Tas Belanja Berulang Kali

Health | Rabu, 08 April 2020 | 06:15 WIB

CDC Rilis Data Dampak Infeksi Covid-19 Pada Anak, Benar Risikonya Rendah?

CDC Rilis Data Dampak Infeksi Covid-19 Pada Anak, Benar Risikonya Rendah?

Health | Rabu, 08 April 2020 | 05:45 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh, Trio Penyerang Ganas Memanas

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh, Trio Penyerang Ganas Memanas

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Puluhan Dokter Muda Resmi Ditempatkan di Pekanbaru dan Kuansing

Puluhan Dokter Muda Resmi Ditempatkan di Pekanbaru dan Kuansing

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

×