Pandemi Corona, Pakar Sarankan Tidak Gunakan Tas Belanja Berulang Kali

M. Reza Sulaiman | Shevinna Putti Anggraeni
Pandemi Corona, Pakar Sarankan Tidak Gunakan Tas Belanja Berulang Kali
Tas belanja sebaiknya tidak digunakan berulang kali saat pandemi Corona. [shutterstock]

Penggunaan tas belanja reusable alias bisa digunakan berkali-kali rupanya tidak dianjurkan oleh pakar kesehatan di tengah pandemi virus Corona Covid-19. Kenapa?

Suara.com - Pandemi Corona, Pakar Sarankan Tidak Gunakan Tas Belanja Berulang Kali

Pada waktu tertentu seseorang mungkin terpaksa harus keluar rumah untuk membeli kebutuhan sehari-hari di supermarket. Meski begitu, pakar menyarankan Anda untuk tidak menggunakan tas belanja yang dipakai berulang kali. Kenapa?

Selain memakai masker kain dan menjaga jarak sosial, Anda juga perlu memerhatikan kantong atau tas belanja. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan tas belanjaan setiap kali selesai memakainya.

Sekarang ini, beberapa supermarket di Inggris telah menyarankan pembelinya untuk tidak memakai tas belanja yang sama. Tetapi, ada pula supermarket yang bebaskan pembelinya jika ingin menggunakan tan belanja yang sama.

Sedangkan di Ammerika Serikat, kini supermarket telah mengambil kebijakan dengan melarang penggunaan tas belanjaan berulang kalai selama wabah virus corona Covid-19.

Karena, tas belanjaan yang digunakan berulang kali dinilai tidak higenis, sehingga dikhawatirkan bisa menularkan virus corona Covid-19.

Ilustrasi belanja bahan makanan. (Shutterstock)
Ilustrasi belanja bahan makanan. (Shutterstock)

"Pada saat ini, tas yang bisa digunakan kembali bisa tidak higenis karena banyak orang tidak mencucinya pakai sabun dan air setelah memakainya," kata Lisa Sedlar, CEO Green Zebra dikutip dari The Sun.

Sehingga Lisa sendiri mengambil kebijakan untuk tidak menggunakan tas belanjaan bekas demi melindungi kesehatan semua orang di tengah pandemi.

Sementara itu, sebuah penelitian dari Natuonal Institute of Health menemukan bahwa virus ini bisa hidup di permukaan baja tahan karat selama 3 hari. Vincent Munster, salah satu peneliti mengatakan virus bisa bertahan pada banyak jenis permukaan yang berbeda.

"Kami berspekulasi karena bahan berpori itu cepat kering dan mungkin menempel pada serat," katanya.

Sebuah studi dari Asosiasi Internasional untuk Perlindungan Pangan juga menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen tas belanjaan bisa mengandung bakteri dalam jumlah besar, di antaranya e. coli.

Namun, Jeff Nelken, pakar keamanan pangan mengatakan orang masih bisa menggunakan tas belanjaan bekas dengan aman, jika mereka selalu mencucinya pakai sabun setelah memakainya.

Anda juga bisa membersihkan tas belanja menggunakan disinfektan untuk membunuh bakteri lebih efektif. Sehingga Anda masih bisa menggunakan tas belanjaan lagi di lain waktu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS