Kembangkan Vaksin Corona, Peneliti Selandia Baru Isolasi Virus SARS-CoV-2

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 08 April 2020 | 06:05 WIB
Kembangkan Vaksin Corona, Peneliti Selandia Baru Isolasi Virus SARS-CoV-2
Ilustrasi vaksin Corona Covid-19. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Kembangkan Vaksin Corona, Peneliti Selandia Baru Isolasi Virus SARS-CoV-2.

Dalam rangka menemukan vaksin dan obat untuk virus corona baru, Departemen Mikrobiologi dan Imunologi Universitas Otago akan melakukan penelitian untuk mengisolasi dan menumbuhkan SARS-CoV-2, virus yang bertanggung jawab untuk COVID-19.

Virus itu didapat setelah mengambil sampel dari orang yang terinfeksi .

Selandia Baru, sendiri sejauh ini melaporkan 1.160 kasus dan satu kematian. Seperti dilansir Indian Times, Profesor Miguel Quiñones-Mateu, yang akan memimpin tim peneliti, mengatakan salah satu tantangan terbesar tentang COVID-19 adalah seberapa mudah virus itu ditularkan dari satu orang ke orang lain.

Ilustrasi vaksin (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin (Shutterstock)

"Hal yang membuatnya berbeda dari influenza atau campak adalah novelnya: kami tidak memiliki kekebalan terhadap virus ini, itu sama sekali baru," katanya.

Penelitian ini akan dilakukan di Laboratorium Pengendalian Fisik dengan keamanan tinggi (PC3) dari universitas Otago. Sebelumnya tim ilmuwan tersebut juga mengembangkan tes coronavirus yang digunakan untuk mendeteksi kasus COVID-19 pertama yang dikonfirmasi di Dunedin.

“Setelah kami memiliki virus, kami akan mengekstrak Ribonucleic Acid (RNA), untuk memberikan kontrol positif untuk diagnosis di semua laboratorium klinis di seluruh negeri. Kami juga ingin mempelajari biologi virus, dan mengevaluasi strategi antivirus dan vaksin,” kata Profesor Quinones-Mateu.

Hingga kini sekitar 50 vaksin coronavirus yang berbeda sedang diuji. Profesor Quinones-Mateu mengatakan setidaknya dua dari mereka sudah dalam uji klinis.

"Sejumlah kelompok penelitian, banyak yang didasarkan pada kolaborasi antara industri dan universitas, bekerja pada hampir 100 pendekatan yang berbeda untuk memblokir replikasi virus, mencari untuk menyembuhkan orang dengan COVID-19," katanya.

Laboratorium Otago memiliki sistem penahanan, ventilasi, pelatihan, dan sistem yang canggih dan akan memungkinkan para peneliti untuk bekerja dengan agen virus aktual yang menyebabkan penyakit ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Vaksin Corona yang Didanai Bill Gates Siap Uji Coba ke Manusia

Kabar Baik, Vaksin Corona yang Didanai Bill Gates Siap Uji Coba ke Manusia

Health | Selasa, 07 April 2020 | 11:25 WIB

Kabar Baik, Ilmuwan Australia Uji Coba Vaksin Corona Covid-19 pada Hewan

Kabar Baik, Ilmuwan Australia Uji Coba Vaksin Corona Covid-19 pada Hewan

Health | Selasa, 07 April 2020 | 06:41 WIB

Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dalam Penelitian Vaksin COVID-19

Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dalam Penelitian Vaksin COVID-19

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 07:06 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB