Penuhi Kebutuhan Saat Covid-19, Jumlah Produsen Masker hingga APD Meningkat

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 08 April 2020 | 13:16 WIB
Penuhi Kebutuhan Saat Covid-19, Jumlah Produsen Masker hingga APD Meningkat
Proses Pembuatan APD Cegah Covid-19 di Jakarta Timur. (Suara.com/Angga Budhiyanto)

Suara.com - Kementerian Kesehatan mengungkapkan ada peningkatan jumlah industri yang memproduksi alat kesehatan, terutama produsen masker, alat pelindung diri (APD) dan hand sanitizer.

Peningkatan jumlah industru itu seiring dengan banyaknya permintaan terhadap alat kesehatan tersebut akibat pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan kemenkes, Dra Engko Sosialine Magdalene mengatakan meningkatnya produsen masker, APD dan hand sanitizer disebabkan juga karena perusahaan yang melakukan diversifikasi ke produk-produk tersebut.

"Terlihat peningkatkan signifikan jumlah produsen per tanggal 4 April dibanding dengan data per 29 Februari 2020. Sebagai contoh adalah produsen masker meningkat 77 persen semula 22 industri sekarang sudah menjadi 39 industri," kata Engko dalam rapat virtual dengan Komisi IX DPR, Rabu (8/4/2020).

Sementara itu, peningkan tertinggi terjadi terhadap produsen APD yang naik hingga 567 persen dari sebelumnya hanya ada 3 industri, saat ini tercatat ada 20 industri.

Kemudian peningkatan sebanyak 186 persen terjadi pada industri pembuat hand sanitizer menjadi 103 industri, dari yang sebelumnya hanya 36 industri.

Engko menanggapi positif tren kenaikkan jumlah industri tersebut. Sebab, kata dia, banyaknya produsen berdampak pada permintaan yang semakin bisa terpenuhi dalam rangka penanganan Covid-19.

Selain itu ia menyebut Kemenkes juga telah memberikan relaksasi terhadap impor alat kesehatan melalui Permenkes Nomor 7 Tahun 2020 san Kepmenkes Nomor 218 Tahun 2020.

"Di mana pemasukan alkes untuk penanggulangan Covid-19 tidak memerlukan izin edar dan rekomendasi Special Access Scheme dari Kementerian Kesehatan. Namun, seluruh pengajuan ditujukan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19," kata Engko.

baca juga

Relaksasi juga diberlakukan bagi indistri alat kesehatan dalam negeri. Kekinian Kemenkes sedang mengatur hal tersebut.

"Relaksasi dalam negeri untuk mengantisipasi minat diversifikasi dari industri tekstil untuk ikut berpatisipasi dalam memenuhi kebutuhan APD maka kami sedang berproses melakukan relaksasi terhadap produksi dalam negeri APD dalam hal ini menjajaki pemberlakuan izin edar," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

APD Minim, UGM Produksi Face Shield bagi Tenaga Medis Tangani Pasien Corona

APD Minim, UGM Produksi Face Shield bagi Tenaga Medis Tangani Pasien Corona

Jogja | Rabu, 08 April 2020 | 12:39 WIB

Ide Bagus, Dokter Ini Pasang Foto pada APD agar Pasien Bisa Kenal

Ide Bagus, Dokter Ini Pasang Foto pada APD agar Pasien Bisa Kenal

News | Rabu, 08 April 2020 | 10:07 WIB

Batal Launching Jersey Timnas, Mills Pilih Sumbang APD bagi Tenaga Medis

Batal Launching Jersey Timnas, Mills Pilih Sumbang APD bagi Tenaga Medis

Bola | Selasa, 07 April 2020 | 19:42 WIB

Pastikan Bantuan APD Tepat Sasaran, DPR Minta Pemerintah Tak Berasumsi

Pastikan Bantuan APD Tepat Sasaran, DPR Minta Pemerintah Tak Berasumsi

News | Selasa, 07 April 2020 | 13:40 WIB

Sudah Minim APD, Kemenkes: Puskesmas Harus Bekerja dengan Keterbatasan

Sudah Minim APD, Kemenkes: Puskesmas Harus Bekerja dengan Keterbatasan

News | Selasa, 07 April 2020 | 10:53 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×