facebook

Beredar Surat Stafsus Presiden ke Camat, Selipkan Perusahaannya

Rendy Adrikni Sadikin | Farah Nabilla
Beredar Surat Stafsus Presiden ke Camat, Selipkan Perusahaannya
Founder dan CEO PT Amartha Fintek Andi Taufan Garuda Putra. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Surat yang ditujukan kepada camat seluruh Indonesia itu berisi tentang kerjasama untuk melawan covid-19.

Suara.com - Beredar surat bertanda tangan Staf Khusus Presiden RI Andi Taufan Garuda Putra kepada para camat seluruh Indonesia untuk bekerja sama dengan dalam program Relawan Desa Lawan Covid-19.

Dalam surat yang berkop Sekretariat Kabinet Republik Indonesia itu, Andi mencantumkan PT Amartha Mikro Fintek untuk turut bekerja sama dalam program penanggulangan Covid yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transpmigrasi.

PT Amartha adalah perusahaan di bidang pinjaman dana kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah di mana Andi menjadi CEO-nya.

Melalui keterangan dalam surat tersebut, Andi menuliskan bahwa petugas lapangan Amartha akan berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Heboh! 16 Tahanan Polsek Bekasi Kota Kabur Saat Berjemur

Selain itu, PT Amartha akan melakukan pendataan kebutuhan APD di Puskesmas atau layanan kesehatan desa, dan memenuhi jalur donasi.

Surat edaran Stafsus Presiden Andi Taufan. (Twitter/@Nicho_Silalahi)
Surat edaran Stafsus Presiden Andi Taufan. (Twitter/@Nicho_Silalahi)

Surat edaran tertanggal 1 April 2020 itu menyebut  akan menjalankan program kerjasama untuk wilayah Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Perwakilan perusahaan tersebut menyebut telah menyiapkan 3000 tim lapangan untuk 12.300 desa yang akan dikerahkan tanpa biaya apa pun.

Edaran surat dari salah satu Stafsus Milenial Presiden tersebut selain mendapat apresiasi, juga tak luput dari kritik para politisi.

Salah satunya adalah politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang menganggap edaran surat ini sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Terus Merangkak Naik di Tengah Pandemi Covid-19

Komentar