Ahli Epidemiologi UI: Data Corona Pemerintah Underestimate dan Undereported

Chandra Iswinarno, Stephanus Aranditio

Rabu, 15 April 2020 | 19:56 WIB
Ahli Epidemiologi UI: Data Corona Pemerintah Underestimate dan Undereported
Achmad Yurianto Jubir Covid-19 saat Pakai Masker Kain (Youtube BNPB Indonesia)

Suara.com - Ahli Epidemiologi dan Biostatistik Universitas Indonesia (UI) Dr Pandu Riono meminta pemerintah terbuka dengan data Virus Corona atau Covid-19, sebab kunci dari penanganan wabah adalah keterbukaan dan keakuratan data.

Pandu menyebut, meski pemerintah sudah mulai membuka data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait pandemi Virus Corona, namun data itu tetap tidak bisa memetakan sebaran virus karena tak pernah ditelusuri awal mula penularannya.

"Sampai ke tracing, jadi jika ada kontak tracing pelacakan kasus, berapa orang ini, dia ketemu ini, terus berapa orang yang sudah dites, jadi orang bisa menggambarkan suasana perjalanan epideminya itu cukup serius," kata Pandu kepada Suara.com pada Rabu (15/4/2020).

Menurutnya, data yang dipaparkan oleh Juru Bicara Penanganan Corona Achmad Yurianto setiap sore hari belum terbuka dan tidak berarti untuk upaya pencegahan di masyarakat.

"Kalau hanya membaca angka sekarang kan enggak hidup, tidak ada artinya, enggak mampu bercerita sendiri, jadi statistik itu harusnya bisa bercerita," tegasnya.

Anggota Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) itu juga menyebut angka kematian yang saat ini dipaparkan juga hanya yang sudah positif, sementara PDP yang meninggal saat menanti hasil tes tidak dimasukan dalam hitungan.

"Itu makanya sering terjadi gap antara data pemakaman protokol Covid-19 sama hasil yang sudah positif, jadi harus dibuka semua apa adanya," ucap Pandu.

"Jadi orang paham jangan dianggap 'oh matinya hanya 500 (meninggal)', ini kan hanya yang positif saja, jadi data ini underestimate dan undereported," lanjutnya.

Data yang seperti ini, menurut Pandu, sangat berbahaya sebab akan berpengaruh pada pengambilan kebijakan pemerintah itu sendiri dalam penanganan virus corona Covid-19.

baca juga

Untuk diketahui, data kasus Virus Corona hingga 15 April 2020 jumlah pasien positif mencapai 5.136, meninggal 468, sembuh 446, ODP 165.549 dan PDP 11.165.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Gugus Tugas Covid Sebut Swab Test Lebih Akurat Ketimbang Rapid Test

Pakar Gugus Tugas Covid Sebut Swab Test Lebih Akurat Ketimbang Rapid Test

News | Rabu, 15 April 2020 | 13:16 WIB

Terus Bertambah, RS Darurat Corona di Wisma Atlet Kini Rawat 561 Pasien

Terus Bertambah, RS Darurat Corona di Wisma Atlet Kini Rawat 561 Pasien

News | Rabu, 15 April 2020 | 12:06 WIB

DPR Desak Pemerintah Tindaklanjuti Hasil Kajian FKM UI di Episentrum Covid

DPR Desak Pemerintah Tindaklanjuti Hasil Kajian FKM UI di Episentrum Covid

News | Senin, 30 Maret 2020 | 13:46 WIB

Jutaan Warga Berpotensi Terkena Corona, FKM UI: Perlu Intervensi Pemerintah

Jutaan Warga Berpotensi Terkena Corona, FKM UI: Perlu Intervensi Pemerintah

Jabar | Minggu, 29 Maret 2020 | 20:40 WIB

Guru Besar FKM UI Meninggal Dunia di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta

Guru Besar FKM UI Meninggal Dunia di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta

Jabar | Senin, 23 Maret 2020 | 14:51 WIB

Terkini

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

×