Cerita Perawat RSPI Tangani Pasien Corona hingga Kenakan APD yang Sesak

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Minggu, 19 April 2020 | 14:14 WIB
Cerita Perawat RSPI Tangani Pasien Corona hingga Kenakan APD yang Sesak
Sebagai ilustrasi: Petugas medis merawat pasien virus corona. (Foto: AFP)

Suara.com - Seorang perawat Rumah Sakit Penyakit Infeksi RSPI Sulianti Saroso, Nurdiansyah menceritakan pengalamannya mengurus pasien positif virus corona dengan mengenakan baju hazmat atau alat pelindung diri (APD) yang sesak.

Nurdiansyah yang baru satu tahun bekerja di RSPI mengaku tidak akan mengira dirinya akan berhadapan dengan pandemi global virus corona ini.

Sebelumnya dia bekerja di ruang pasien HIV/AIDS, namun sejak virus corona diumumkan masuk ke Indonesia pada awal Maret, seluruh perawat difokuskan mengurus pasien covid-19.

Pada Desember 2019, dia menyebut seluruh perawat diberikan pelatihan untuk menanganani MERS CoV.

"Atau recharge lagi terikat dengan pengendalian dan pencegahan infeksi. Nah ini kita pelatihan dan tiba-tiba di bulan Maret di Indonesia ada kasus Covid-19. Akhirnya semua ruangan kita jadikan ruangan Covid-19," kata Nurdiansyah di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (19/4/2020).

Nurdiansyah mengungkapkan, sejak saat itu seluruh perawat diwajibkan menggunakan alat pelindung diri, sarung tangan, masker N95 dan kacamata sesuai dengan standar kesehatan.

“APD yang lengkap ini dari atas sampai dengan bawah. Jadi, betul-betul harus tertutup,” katanya.

Menurutnya, pada awal-awal diumumkan masuk Indonesia, setiap perawat bertanggung jawab menangani dua pasien namun jumlah itu terus bertambah seiring bertambahnya pasien.

Untuk berkonsultasi dengan pasien di ruang isolasi pun mereka tidak bisa kontak langsung, melainkan dipantau melalui kamera CCTV dan monitor yang dipasang di tiap ruangan.

baca juga

"Kita bicara ke pasien lewat monitor, ketika pasien ada butuh apa, nanti ketika kita masuk baru dilakukan perawatan. Itu kita siapkan semuanya, terus makannya. Kebetulan saya di ruangan rawat inap, jadi memang sudah terjadwal, jadwal dinasnya itu pagi, kemudian siang, malam. Jadi ada tiga shift," ungkap Nurdiansyah.

Saat melakukan perawatan terhadap pasien seperti pemasangan infus, pemeriksaan jantung, dan sebagainya seorang perawat bisa memakan waktu lebih dari satu jam.

"Nah ini yang kita lakukan ke pasien paling cepat 30 menit. Tapi ketika kita pegang pasien, bisa jadi di sana tiga jam lebih. Jadi betul-betul kita motivasi pasien, mentalitas pasien kita kuatkan agar imunitasnya kuat. Sampai pasien itu pegang tangan kita," imbuh Nurdiansyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perawat RSPI: Garda Terdepan Lawan Corona Bukan Kami, Tapi Disiplin Warga

Perawat RSPI: Garda Terdepan Lawan Corona Bukan Kami, Tapi Disiplin Warga

News | Minggu, 19 April 2020 | 13:56 WIB

Takut Kena Corona, Patung Wayang di Balai Kota Solo Dipakaikan Masker

Takut Kena Corona, Patung Wayang di Balai Kota Solo Dipakaikan Masker

Foto | Minggu, 19 April 2020 | 13:47 WIB

Ada Usul MUI Diminta Hapus Puasa, Gus Miftah Emosi Bilang Begini

Ada Usul MUI Diminta Hapus Puasa, Gus Miftah Emosi Bilang Begini

News | Minggu, 19 April 2020 | 13:45 WIB

Waduh, Dokter di California Jual Obat Covid-19 Palsu secara Online

Waduh, Dokter di California Jual Obat Covid-19 Palsu secara Online

Health | Minggu, 19 April 2020 | 14:06 WIB

Gaji Terancam Dipotong karena Corona, Pebasket Ini Pasrah

Gaji Terancam Dipotong karena Corona, Pebasket Ini Pasrah

Sport | Minggu, 19 April 2020 | 13:30 WIB

Pemain NSH Jakarta Terancam Pemotongan Gaji 50 Persen karena Corona

Pemain NSH Jakarta Terancam Pemotongan Gaji 50 Persen karena Corona

Sport | Minggu, 19 April 2020 | 13:26 WIB

Terkini

Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat

Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:34 WIB

Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah

Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:12 WIB

Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad

Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:46 WIB

Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan

Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:39 WIB

KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing

KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:33 WIB

DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya

DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:08 WIB

KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung

KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:39 WIB

Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini

Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

×